Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dikenal sebagai negeri yang kaya akan ragam kuliner tradisional, salah satunya adalah awug-awug. Kue basah berbahan dasar tepung beras ini menyimpan cita rasa sederhana namun sarat makna budaya, terutama bagi masyarakat Sunda di Jawa Barat.
Awug-awug bukan sekadar jajanan pasar, tetapi juga simbol kebersahajaan dan kebersamaan. Teksturnya yang pulen dengan rasa manis legit dari gula merah serta aroma kelapa parut menjadikannya camilan favorit lintas generasi.
Menariknya, resep awug-awug juga tercatat dalam Buku Masakan Indonesia Mustika Rasa, sebuah buku legendaris yang dirangkum atas prakarsa Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Hal ini menunjukkan betapa awug-awug memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi dalam khazanah kuliner Nusantara. Berikut resep awug-awug tepung beras yang Liputan6.com rangkum, Jumat (9/1/2026).
Advertisement
Awug-Awug dalam Buku Mustika Rasa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1305883/original/085435700_1470180723-IMG-20160802-WA009.jpg)
Selain dikenal sebagai proklamator, Soekarno juga merupakan sosok yang mencintai seni dan kuliner Indonesia. Kecintaannya tersebut diwujudkan dalam penyusunan Buku Masakan Indonesia Mustika Rasa, yang menghimpun berbagai resep tradisional dari seluruh penjuru Nusantara.
Salah satu resep yang tercantum di dalam buku tersebut adalah awug, panganan berbahan dasar tepung beras yang dipadukan dengan kelapa dan gula merah. Awug dalam Mustika Rasa digambarkan sebagai kue kukus sederhana, namun kaya rasa dan aroma alami.
Berikut adalah resep awug-awug tepung beras ala Buku Masakan Indonesia Mustika Rasa.
Bahan-bahan:
- Tepung beras ½ kg
- Tepung beras ketan ½ kg
- Kelapa 2 butir, diparut
- Gula merah ¼ kg, diiris halus
- Air 1 gelas
- Garam 2 sendok teh
- Daun pisang secukupnya
Cara Membuat:
- Parut kelapa dan iris gula merah hingga halus.
- Campurkan tepung beras, tepung ketan, air, dan garam hingga rata.
- Masukkan kelapa parut ke dalam adonan, aduk kembali hingga tercampur sempurna.
- Ambil daun pisang, masukkan adonan secukupnya, lalu beri isian gula merah sekitar ½ sendok makan di bagian tengah.
- Bungkus rapat adonan dengan daun pisang.
- Kukus hingga matang dan harum.
Resep ini mencerminkan teknik memasak tradisional yang menekankan kesederhanaan bahan dan proses kukus tanpa minyak, sehingga menghasilkan kue yang lebih alami dan sehat.
Advertisement
Awug-Awug sebagai Kuliner Tradisional Sunda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5409200/original/045404000_1762848550-healthy-jaggery-still-life-arrangement.jpg)
Berdasarkan laman indonesia.travel, awug merupakan kue tradisional khas Sunda yang terbuat dari tepung beras, gula merah, dan kelapa parut. Kue ini dimasak dengan cara dikukus menggunakan cetakan kerucut, sehingga bentuknya menyerupai tumpeng mini.
Teksturnya lembut, dengan rasa manis gurih yang khas. Awug sering disajikan dalam potongan kecil dan dinikmati sebagai camilan sore atau hidangan pelengkap dalam acara keluarga dan perayaan adat. Proses pembuatannya yang dikukus tanpa minyak menjadikan awug sebagai jajanan tradisional yang relatif lebih sehat.
Sementara itu, laman jadesta.kemenpar.go.id menyebutkan bahwa awug masih banyak dijumpai di Bandung dan sekitarnya. Salah satu keunikan awug terletak pada penggunaan aseupan, alat kukus tradisional dari anyaman bambu. Penggunaan aseupan dipercaya menghasilkan aroma yang lebih wangi dibandingkan alat kukus modern.
Adonan awug biasanya dibuat berlapis, dengan warna putih dari tepung beras dan warna merah kecokelatan dari gula aren. Awug yang masih panas disajikan di atas daun pisang agar aroma alami semakin menggugah selera.
FAQ Seputar Awug-Awug
1. Berapa lama awug-awug bisa bertahan?
Awug sebaiknya dikonsumsi segera setelah dikukus. Di suhu ruang, awug hanya bertahan sekitar 1 hari. Jika disimpan di kulkas dalam wadah tertutup, awug dapat bertahan hingga 2 hari dan perlu dikukus ulang sebelum disajikan.
2. Apa bahan utama pembuatan awug-awug?
Bahan dasarnya adalah tepung beras, tepung ketan, kelapa parut, gula merah, air, dan garam.
3. Apakah awug dan putu itu sama?
Tidak sama. Putu biasanya dicetak menggunakan bambu dan disajikan dengan taburan kelapa parut. Awug memiliki tekstur lebih padat dan pulen karena campuran tepung ketan.
4. Apakah awug bisa dibuat tanpa daun pisang?
Bisa, menggunakan cetakan biasa. Namun daun pisang memberikan aroma khas yang membuat awug lebih harum dan autentik.
5. Apakah awug cocok untuk dijadikan ide jualan?
Sangat cocok. Awug memiliki bahan murah, proses sederhana, dan nilai tradisional yang tinggi sehingga menarik bagi pecinta jajanan pasar.
Â
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4904032/original/055988800_1722238052-Awug_Bandung.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710453/original/039368100_1782790641-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569185/original/064928500_1777433066-unnamed__69_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460094/original/004399000_1767230537-WhatsApp_Image_2026-01-01_at_05.55.56.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463219/original/012404000_1767602347-Depositphotos_558606306_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3426562/original/081507200_1618217207-fire-3792951_640.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5467112/original/096290300_1767863193-IMG_2069.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5403387/original/076884200_1762325652-IMG-20251105-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5452120/original/047785700_1766386074-Desain_Teras_Sederhana_dengan_Area_Hijau_untuk_Rumah_Desain_Kanopi_Transparan_serta_Tanaman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4522585/original/050837900_1690946059-361573821_879691003514952_4868441994710423398_n.jpg)