Liputan6.com, Jakarta - Sebuah unggahan di akun Thread mendadak viral usai seorang warganet memprotes bunyi peringatan kereta yang ia sebut klakson. Ia meminta agar kereta jarak jauh tak perlu membunyikannya saat hendak memasuki peron karena suaranya yang keras dinilainya masuk kategori 'polusi suara'.
"Bisa gak sih, @kai121_ kereta jarak jauh tuh klo udh masuk peron ga usah dinyalain klaksonnya, polusi suara sumpah,, sering bgt kuping gw ngilu pas kereta ini lewat even though udh pake earphone.. kasian yg ada anak2 atau lansia denger suara sekenceng dan senyaring itu," tulis pemilik akun @chieoch pada 5 Januari 2026.
Ia menambahkan, "gmn sm petugas di peron yg tiap hari mesti standby dn denger suara itu bbrpa kali sehari,, bisa kena gangguan pendengaran looh, apalagi mereka ga dibekelin headphone utk antisipasi suara klakson kereta."
Advertisement
Sejam kemudian, akun Thread @kai12_ menanggapi permintaan itu. Admin akun itu meluruskan bahwa suara yang disebut klakson kereta adalah semboyan. "Hal tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan di sekitar jalur," katanya.
Selain dibunyikan saat hendak memasuki peron, kata admin KAI, semboyan juga sering diperdengarkan apabila pandangan masinis terhalang, seperti pada kondisi jalur berbelok, area pegunungan, maupun saat cuaca buruk (hujan lebat, kabut, angin kencang, atau guntur).Â
"Sehingga keberadaan kereta api tidak dapat terdengar atau terlihat dengan jelas," sambung KAI.
Â
Sampai Dikomentari dr. Tirta
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5464243/original/001752300_1767683801-WhatsApp_Image_2026-01-06_at_14.11.42.jpeg)
Atas protes tersebut, pihak KAI menutup penjelasan dengan meminta maaf kepada yang bersangkutan. "Sekali lagi Railmin mohon maaf apabila kondisi tersebut membuat Kakak kurang nyaman," pungkasnya.
Akun yang bersangkutan belakangan diatur mode privat sehingga tidak bisa lagi terpantau di publik. Meski begitu, sejumlah warganet sudah sempat men-capture unggahan tersebut.
Unggahan itu sontak membuat warganet lain terusik. Mayoritas menegurnya karena dianggap tidak memahami fungsi semboyan menggunakan nalar. Salah satunya disampaikan influencer dr. Tirta.
"Kupingmu yg ga terbiasa, kok kereta apinya yg disuru ngikutin. Justru itu tujuannya buat safety agar semua tau ada kereta lewat. Sorry banget. Kamu bukan pusat dunia. Mengingatkan aja," tulisnya menanggapi unggahan tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa stasiun bukan tempat meditasi kedap suara. "Heran aja ada orng dewasa ga bisa berpikir sederhana. Bahkan anakku yg sd aja tau, dan skrng jadi railfans," imbuhnya.
Advertisement
Berapa Desibel Suara Semboyan Kereta?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5423178/original/078521300_1764055612-WhatsApp_Image_2025-11-25_at_12.38.59.jpeg)
Suara lokomotif diatur dalam Permenhub Nomor 153 Tahun 2016 tentang Standar Keselamatan Perkeretaapian. Dalam pasal 30, suara yang dihasilkan dari lokomotif kereta itu berasal dari suling. Itu termasuk dalam salah satu peralatan keselamatan, selain peralatan komunikasi; penghapus kaca; lampu sorot (lampu utama); alat pemadam api ringan (APAR); speedometer; deadman device; lampu kabin; pengganjal roda;rem darurat; dan perekam data (event recorder/data logger).
Suara suling diatur dengan standar kekuatan suara minimm 85 dBA diukur pada jarak 100 meter di depan lokomotif dan maksimum 135 dBA pada jarak 1 meter untuk memastikan keselamatan dan kejelasan sinyal tanpa membahayakan masinis. Dengan kekuatan suara itu, diharapkan para pengguna jalan lainnya juga waspada akan kehadiran kereta.
Kecelakaan di Perlintasan Kereta
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3389050/original/054740400_1614517680-PERLINTASAN_KERETA-Muhamad_Ridlo.jpg)
Di sisi lain, kasus kecelakaan di perlintasan sebidang masih terbilang tinggi. Menurut data KAI dalam empat tahun terakhir, jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang yang tidak dijaga terjadi sebanyak 245 kali pada 2022 dengan korban jiwa 110 orang. Angkanya naik pada 2023 dengan jumlah kecelakaan mencapai 274 kali dan korban meninggal dunia 94 kali.
Pada 2024, jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang turun menjadi 213 kali dengan korban jiwa 123 orang. Sementara hingga November 2025, jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang yang tidak terjaga mencapai 171 kali dengan korban meninggal dunia 106 orang.
"Ini angka yang cukup memprihatinkan. Setiap bulan rata-rata ada sekitar 9 orang menjadi korban di pelintasan sebidang, itu belum di tambah lagi dengan korban yang mengalami luka berat dan ringan, maka KAI bersama pemerintah wajib terus bersinergi untuk meningkatkan keselamatan di pelintasan sebidang melalui berbagai upaya," ujar Joni Martinus, pengamat transportasi publik bidang perkeretaapian, dikutip dari kanal Bisnis Liputan6.com.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4618206/original/085062900_1697800818-Info_1.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/393222/original/019783400_1521185025-20140414_160634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411164/original/062884700_1763003921-WhatsApp_Image_2025-11-13_at_08.26.58.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/342404/original/077297200_1734360117-IMG_3333.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776149/original/009414100_1782856874-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8593999/original/023505700_1782562806-ekuador.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776135/original/014006000_1782843284-063_2284049459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299157/original/094356500_1605660408-AP20322768020969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4509373/original/060048900_1689911239-male-chef-kitchen-cooking-dish-frying-pan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4028433/original/003857100_1653031215-top-view-delicious-borsch-ukranian-beet-soup-with-greens-white-space.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5405597/original/000916300_1762489193-pexels-marceloverfe-13059602.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5464217/original/064106900_1767682920-Seoulsatu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463978/original/080308100_1767675581-makanan_kukus.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463942/original/055204600_1767674278-Gemini_Generated_Image_86diuw86diuw86di.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5464064/original/037111800_1767678631-rambut1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463733/original/034920500_1767669544-Membuat_Nasi_Kuning_dengan_Magic_Com_yang_Pulen_dan_Wangi.jpg)