Mengenal Rompi Taktis yang Bikin Verrell Bramasta Dinilai Saltum Saat Bantu Korban Banjir Sumatera

Rompi taktis, yang dipakai Verrell Bramasta saat mendatangi wilayah terdampak banjir Sumatera, berbeda dengan rompi antipeluru.

Diterbitkan 02 Desember 2025, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Selebritas, sekaligus anggota DPR RI, Verrell Bramasta, turun langsung membantu korban banjir Sumatera, tepatnya di Padang, Sumatra Barat. Saat itu, ia mengenakan kaus hitam pas tubuh berlapis rompi taktis, aksesori yang membuatnya dianggap salah kostum alias saltum oleh warganet.

Apa sih sebenarnya rompi taktis itu? Melansir Go Militar, Selasa (2/12/2025), ini adalah salah satu perlengkapan yang paling serbaguna bagi penegak hukum, personel militer, pemain airsoft, pemburu, dan penggemar survival.

Rompi taktis adalah pakaian yang dikenakan di badan dan dirancang untuk menyimpan barang-barang vital, seperti peralatan medis, radio, dan lainnya. Rompi ini memberikan mobilitas dan perlindungan, sekaligus menjaga Anda tetap siap tempur dan terorganisir.

Rompi taktis, berbeda dengan rompi atau ransel standar, dirancang agar tahan lama, mudah diakses, dan serbaguna. Perbedaan paling signifikan antara rompi taktis dan rompi antipeluru terletak pada fungsi dan tujuannya, menurut Feyachi.

Rompi taktis dirancang untuk membawa peralatan dan meningkatkan efisiensi operasional, sementara rompi antipeluru memberi perlindungan balistik. Rompi taktis berfokus pada modularitas dan kapasitas penyimpanan.

Rompi ini dirancang dengan banyak kantong dan titik pemasangan. Sebaliknya, rompi antipeluru mengutamakan perlindungan dan dibuat dengan material balistik untuk menangkal peluru dan pecahan peluru.

Rompi antipeluru dinilai berdasarkan kemampuannya menahan berbagai kaliber peluru. Di sisi lain, rompi taktis tidak menawarkan perlindungan semacam ini, tapi dapat dikenakan di atas rompi antipeluru untuk memberikan manfaat tambahan.

Beda Rompi Taktis dengan Antipeluru

Rompi taktis umumnya lebih ringan dan lebih nyaman dipakai dalam waktu lama, karena tidak memiliki panel balistik. Rompi antipeluru, meski dirancang seringan mungkin, lebih berat karena mengandung bahan pelindung.

Rompi taktis ideal untuk situasi yang membutuhkan akses cepat ke peralatan dan perkakas, seperti operasi pencarian dan penyelamatan, latihan, dan kegiatan rekreasi. Rompi antipeluru sangat penting dalam situasi berisiko tinggi terjadi tembakan, seperti pertempuran militer, tugas penegakan hukum, dan tugas keamanan berisiko tinggi.

Terjun langsung ke area terdampak banjir, kanal Showbiz Liputan6.com merangkum, Verrell terlihat berinteraksi dengan para korban, dan menyaksikan sendiri kondisi sulit yang mereka alami. Ia memberi bantuan pribadi, termasuk sebuah sepeda motor pada seorang wanita paruh baya.

Kerugian Akibat Banjir Sumbar

Wali Kota Padang, Fadly Amran mengatakan, pihaknya sudah memperkirakan nilai infrastruktur yang rusak akibat banjir di wilayahnya. "Cukup banyak infrastruktur yang rusak akibat bencana hidrometeorologi ini. Tidak saja infrastruktur, tapi juga korban jiwa dan lainnya," kata dia, seperti dilansir kanal News Liputan6.com dari Antara, 30 November 2025.

Kerusakan yang paling menekan kerugian cukup besar dan parah adalah putusnya Jembatan Gunung Nago yang merupakan akses penghubung antara Kecamatan Pauh dengan Kecamatan Lubuk Kilangan. "Kerusakan jembatan itu menelan kerugian yang mencapai Rp 45 miliar," jelas Fadly.

Selain itu, nilai kerugian terbesar lainnya, yakni akibat putusnya Jembatan Kalawi Limau Manis yang diperkirakan mencapai Rp 35 miliar. Sementara, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Hendri Zulviton menyebut, terdapat enam jembatan yang terkena imbas banjir.

Kerugian yang Masih Dihitung

Dari keenam jembatan tersebut, ujar dia, empat di antaranya putus, sedangkan dua lainnya mengalami rusak berat. Kerusakan infrastruktur seluruh jembatan tersebut menelan kerugian hingga Rp 127 miliar.

Selain itu, kerusakan fasilitas umum lainnya meliputi bendungan dan intake yang rusak berat, serta sejumlah jalan maupun tebing juga tercatat turut rusak imbas hujan dan tanah longsor yang terjadi beberapa hari sebelumnya. "Jalan di Batu Busuk bahkan putus total," ungkap Hendri.

Begitu pula dengan sarana PDAM yang mengalami kerusakan, yakni sebanyak 10 intake rusak berat, termasuk putusnya pipa distribusi dan pompa air baku terendam air. Jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat banjir masih terus dicatat pihaknya.