Apakah Telur Seharusnya Dicuci Sebelum Dimasak?

Apakah mencuci telur sebelum dimasak justru meningkatkan risiko kontaminasi atau menjamin keamanan pangan?

Diterbitkan 13 November 2025, 04:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perdebatan seputar apakah perlu mencuci telur sebelum dimasak telah jadi topik hangat di kalangan masyarakat dan ahli pangan. Banyak orang masih bingung mengenai praktik terbaik untuk memastikan keamanan dan kebersihan telur yang akan dikonsumsi.

Melansir Times of India, Jumat, 7 November 2025, beberapa pihak berpendapat bahwa mencuci telur adalah langkah higienis yang esensial untuk menghilangkan bakteri berbahaya dari permukaan cangkang. Namun, pandangan lain justru menyarankan untuk tidak mencuci telur, khawatir tindakan tersebut dapat menghilangkan lapisan pelindung alami yang justru menjaga integritas telur.

Sebuah studi peer-review yang diterbitkan dalam Food Control meneliti dampak pencucian telur terhadap kontaminasi bakteri dan integritas cangkang. Para peneliti menemukan bahwa pencucian yang tidak tepat dapat menghilangkan kutikula alami cangkang telur, lapisan pelindung yang mengurangi penetrasi bakteri.

Ketika kutikula rusak, bakteri, seperti Salmonella, dapat lebih mudah masuk ke dalam telur. Bukti ini menunjukkan bahwa mencuci telur bukanlah tindakan pengamanan yang mudah dan harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan. 

Telur yang diproses secara komersial di pabrik umumnya sudah melalui proses pencucian dan sanitasi yang ketat. Setelah dicuci, telur-telur ini seringkali dilapisi kembali dengan lapisan minyak mineral yang dapat dimakan untuk mengembalikan perlindungan yang hilang. Maka itu, pencucian tambahan di rumah tidak hanya tidak perlu, tapi juga berpotensi membahayakan keamanan telur.

Risiko Kontaminasi Akibat Pencucian yang Tidak Tepat

Para ahli kesehatan menegaskan bahwa mencuci telur sebelum dimasak dengan cara yang tidak tepat justru dapat mendorong bakteri masuk ke dalam telur. Cangkang telur memiliki struktur berpori, dan perubahan suhu atau tekanan air saat mencuci dapat menciptakan efek vakum yang menarik bakteri dari permukaan ke bagian dalam telur.

Penelitian menunjukkan bahwa telur yang dicuci tanpa pengeringan yang memadai atau kontrol suhu yang tepat dapat mempermudah penetrasi bakteri Salmonella. Bakteri ini merupakan salah satu penyebab utama keracunan makanan yang terkait dengan konsumsi telur.

Kombinasi antara hilangnya kutikula pelindung dan penanganan yang tidak tepat setelah pencucian menciptakan risiko kontaminasi yang jauh lebih tinggi. Kondisi ini lebih berbahaya daripada membiarkan telur tidak dicuci namun disimpan dengan benar dalam kondisi dingin dan kering.

Kapan Seharusnya Anda Mencuci Telur?

Meski mencuci telur komersial tidak disarankan, ada pengecualian untuk telur segar yang berasal dari peternakan lokal atau ayam halaman belakang. Telur-telur ini mungkin belum melalui proses sanitasi komersial dan sering kali memiliki jejak kotoran, bulu, bahkan feses yang terlihat pada cangkangnya.

Untuk telur semacam ini, mencuci telur sebelum dimasak dengan hati-hati dapat bermanfaat. Bakteri umum yang ditemukan pada cangkang telur dari sumber lokal, meliputi Salmonella, E. coli, dan Campylobacter. Membersihkan kotoran yang terlihat dapat mengurangi risiko pemindahan bakteri permukaan ke tangan, peralatan dapur, atau makanan lain saat telur dipecahkan.

Penting untuk diingat bahwa pencucian ini bertujuan menghilangkan kotoran fisik, bukan mensterilkan telur secara menyeluruh. Telur dari sumber lokal yang kotor harus ditangani dengan hati-hati dan dimasak hingga matang sempurna untuk meminimalkan risiko kesehatan.

Cara Mencuci Telur yang Tepat

Jika Anda memutuskanmencuci telur sebelum dimasak karena adanya kotoran yang terlihat, ada beberapa pedoman yang harus diikuti. Pertama, gunakan hanya air hangat. Air dingin dapat menyebabkan cangkang telur berkontraksi, menciptakan efek vakum yang menarik bakteri ke dalam telur.

Kedua, segera keringkan telur setelah dicuci. Kelembapan yang tertinggal pada cangkang dapat jadi lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri. Pengeringan yang cepat membantu mengurangi risiko bakteri masuk melalui pori-pori cangkang yang mungkin terbuka.

Ketiga, hindari penggunaan sabun atau deterjen. Bahan kimia ini dapat merusak kutikula lebih lanjut dan meninggalkan residu yang tidak aman untuk dikonsumsi. Setelah dicuci dan dikeringkan, telur harus segera didinginkan di lemari es karena lapisan pelindungnya telah dihilangkan.