Merajut Resiliensi Pandemi, Martabat Ilustrator Lokal Diangkat di Pasar Digital

Solvo, yang memanfaatkan penjualan digital di Tokopedia dan TikTok Shop, menyulap karya para ilustrator jadi berbagai macam barang jadi.

Diterbitkan 11 November 2025, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sederet brand lokal tentu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satunya Sovlo, jenama yang lahir saat pandemi COVID-19.

Sovlo, singkatan dari Souvenir Lokal, mentransformasi bisnisnya dari manufaktur suvenir korporat jadi brand produk seni-pakai yang berfokus pada kekayaan budaya Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya menyelamatkan puluhan penjahit, tapi juga membuka jendela baru bagi perayaan seni lokal di pasar digital.

Kelahiran Sovlo didorong oleh kondisi mendesak pada 2020. Bisnis yang sebelumnya berfokus pada manufaktur souvenir custom untuk pernikahan dan korporat mengalami penurunan tajam akibat pandemi.

Di tengah situasi sulit tersebut, nasib sekitar 40 penjahit di workshop menjadi pertaruhan. Inisiatif kemudian muncul untuk meluncurkan produk yang diklaim belum ada di pasar. Ide untuk menciptakan produk yang berfokus pada ilustrasi dan cerita pun dieksekusi. 

Tujuannya adalah agar produk tersebut dapat mengangkat kekayaan budaya Indonesia. Produk Sovlo, yang disebut sebagai "artefak sehari-hari," mencakup pakaian, tas, dan aksesori.

Sekitar 80 persen dari ilustrasi yang digunakan menceritakan keindahan Indonesia, termasuk instrumen musik tradisional. Meski persaingan di industri ini sangat ketat, Sovlo meyakini posisinya unik.

"Sampai sekarang kita sudah berjalan bersama dengan 54 ilustrator lokal dari seluruh Indonesia," ujar Afra Viena, Chief External Relation Solvo, saat jumpa pers di Jakarta, Rabu, 5 November 2025. 

Pihaknya mengklaim sebagai satu-satunya brand lokal yang paling konsisten dalam memberikan ruang bagi kolaborator dan ilustrator terbanyak selama lima tahun terakhir, sehingga dinilai tidak memiliki kompetitor yang serupa secara head-to-head.

Membuka Ruang Kolaborasi Inklusif

Menyadari bahwa seni bersifat universal dan berbasis selera, Sovlo sejak awal memutuskan menggandeng dan mengkurasi ilustrator-ilustrator dari seluruh Indonesia. Setelah proses kurasi, pihaknya membantu memonetisasi karya mereka menjadi produk jadi dan turut serta dalam pemasarannya.

Komitmen terhadap inklusivitas jadi pilar utama. Sovlo tidak membatasi latar belakang kolaboratornya, yang berasal dari rentang usia 13 hingga 58 tahun. 

Ruang kolaborasi juga dibuka bagi individu neurodivergent, penyandang autisme, bahkan ilustrator yang sebagian mengalami buta warna. Melalui model bisnis ini, ilustrator yang sebelumnya mungkin tidak dikenal luas kini dapat melihat karya mereka diproduksi dan digunakan konsumen di berbagai penjuru.

 

Kunci Pertumbuhan dan Kekuatan Narasi

Tokopedia jadi gerbang digital pertama dan satu-satunya platform penjualan Sovlo selama kurang lebih satu tahun awal. E-commerce ini memungkinkan jangkauan konsumen yang lebih luas hingga ke daerah-daerah, seperti Papua, Gorontalo, dan Kalimantan, yang sulit dijangkau melalui metode konvensional.

Pertumbuhan Sovlo di platform digital menunjukkan tren positif, berkebalikan dengan penjualan di toko luring yang mulai sedikit menurun.

“Kehadiran social commerce, seperti TikTok Shop, juga membawa Sovlo lebih dekat dengan konsumen. Karena semua produk memiliki ilustrasi yang mengandung cerita, platform digital jadi sarana efektif untuk bercerita, terutama melalui siaran langsung," ucap Afra.

Konsumen dapat memahami kisah di balik setiap gambar, bahkan mengenali ilustratornya, sehingga tercipta koneksi emosional. Dalam hal penjualan, kontribusi dari program afiliasi di TikTok Shop dan Tokopedia mencapai angka signifikan, yakni sekitar 56 persen dari total penjualan.

 

 

Strategi Naik Kelas dan Antisipasi Promo 11.11

Bagi Sovlo, konsep "naik kelas" diterjemahkan sebagai upaya berkelanjutan untuk meningkatkan standar kualitas produk secara konsisten. Ini bukan sekadar estetika, melainkan investasi pada fondasi bisnis jangka panjang.

Hal ini diwujudkan dengan membentuk tim Riset dan Pengembangan (R&D) internal yang solid. Tim ini bertugas secara spesifik mencari material terbaik, seperti jenis kain yang paling nyaman untuk iklim tropis Indonesia atau bahan tas yang terbukti awet dan tahan lama.

Di tengah tantangan ekonomi saat ini, Sovlo juga bersikap adaptif. Mereka memanfaatkan dukungan data dari e-commerce, seperti Tokopedia dan TikTok Shop. 

Menyambut momentum Promo Guncang 11.11, Sovlo telah mempersiapkan strategi masif. Ini termasuk peluncuran koleksi baru yang relevan dengan misinya, bertema "Harmony of the Sea." 

"Ada kolaborasi brand juga yang pastinya menguntungkan untuk customer karena mereka akan dapat bonus-bonus," ungkapnya. Â