Olivier Rousteing Hengkang dari Balmain Setelah 14 Tahun, Suksesornya Masih Misterius

Olivier Rousteing merupakan orang kulit hitam pertama yang ditunjuk sebagai pemimpin kreatif rumah mode warisan Prancis di semua kategori desainnya.

Diterbitkan 06 November 2025, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Olivier Rousteing mengundurkan diri sebagai direktur kreatif Balmain setelah 14 tahun, menurut pengumuman perusahaan tersebut, Rabu, 5 November 2025. Keputusan ini menandai salah satu masa jabatan desainer terpanjang, paling disruptif, dan paling dikenal publik dalam dunia mode abad ke-21.

"Saya sangat bangga dengan semua yang telah saya capai, dan sangat berterima kasih pada tim saya yang luar biasa di Balmain, keluarga pilihan saya, di tempat yang telah menjadi rumah saya selama 14 tahun terakhir," ujar Rousteing dalam sebuah pernyataan, melansir Vogue, Kamis (6/11/2025), 

"Terima kasih saya sampaikan pada Bapak Rachid Mohamed Rachid dan Matteo Sgarbossa atas kepercayaan mereka yang tidak tergoyahkan pada saya dan mempercayakan kesempatan luar biasa ini pada saya. Saat saya menatap masa depan dan babak selanjutnya dalam perjalanan kreatif saya, saya akan selalu menyimpan momen berharga ini di hati saya."

Sementara itu, CEO Balmain, Matteo Sgarbossa, mengatakan, "Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya pada Olivier atas kontribusinya yang begitu penting dalam sejarah Balmain House. Kontribusi dan semangat Olivier selama beberapa tahun terakhir akan meninggalkan jejak tidak terhapuskan dalam sejarah mode."

Ketika Rousteing ditunjuk jadi kepala Balmain pada April 2011, di usia 25 tahun, ia jadi desainer non-pendiri termuda yang memimpin rumah mode besar di Paris sejak Yves Saint Laurent ditunjuk di Dior. Ia juga merupakan orang kulit hitam pertama yang ditunjuk sebagai pemimpin kreatif rumah mode warisan Prancis di semua kategori desainnya.

Perjalanan Olivier Rousteing

Saat itu, Rousteing tidak dikenal di luar industri—bahkan sebagian besar tidak dikenal di dalam industri—namun telah bekerja di studio Balmain di bawah pendahulunya, Christophe Decarnin, sejak 2009. Penunjukannya didukung pemilik Balmain saat itu, Alain Hivelin, yang telah menyelamatkan perusahaan tersebut dari ambang kebangkrutan.

Ketika Decarnin tiba-tiba pergi, Hivelin mengambil risiko dengan menunjuk Rousteing sebagai kepala baru rumah mode tersebut. "Saya akan selamanya berterima kasih pada Alain Hivelin atas visi, dukungan, dan persahabatannya," ujar Rousteing setelah Hivelin meninggal dunia pada 2014.

Meski sempat "takut" saat debut koleksi Spring/Summer 2012, Rousteing perlahan membangun kepercayaan dirinya. Sejak awal kariernya, ia mencirikan dirinya sebagai penjaga warisan Pierre Balmain, sekaligus pengganggu konservatisme mode yang lebih luas.

Balmain Army

Selain koleksi-koleksi yang berdampak tinggi, penuh hiasan, dan sering kali kontroversial, Rousteing mengembangkan apa yang ia sebut Balmain Army. Itu merupakan komunitas kolektif berbasis media sosial yang dibangun di atas keberagaman, visibilitas, dan koneksi langsung dengan publik.

"Ketika saya mulai memiliki banyak keragaman dalam pemilihan pemain, dan ketika saya mulai memainkan musik hip-hop, beberapa orang mulai mempertanyakan apa yang saya lakukan," kenangnya. "Lalu Rihanna datang ke belakang panggung dan berkata, 'Kalian mengubah aturan dunia mode ini.'"

Penyanyi itu bukan satu-satunya nama yang ia sebutkan dengan gembira. Persahabatannya dengan tokoh-tokoh, seperti Kim Kardashian dan Gigi Hadid, menciptakan periode pengaruh budaya pop bagi Balmain.

Pengaruh Kim Kardashian

"Pertemuan pertama saya dengan Kim sungguh mengejutkan, penuh kejutan dan cinta," ujar Rousteing tentang pertemuan mereka di Met Gala 2013. Karya pertama yang ia rancang untuk Kim adalah gaun bertabur mutiara untuk pesta lajangnya.

Hubungan tersebut membantu Balmain bertransformasi dari label elit Decarnin, IYKYK Paris, jadi simbol glamor kontemporer yang diakui secara global dan mencolok. Berbicara setelah pertunjukan terakhirnya di ballroom Hotel Intercontinental pada 1 Oktober 2025, Rousteing mengenang kembali penampilannya di tempat pertunjukan pertamanya sebagai direktur kreatif Balmain.

"Saya sangat takut dan malu," ujarnya tentang debutnya di sana pada 2011. Ia juga seolah mengisyaratkan harapannya untuk tetap di sana, dengan mengatakan, "Musim ini, semua orang membicarakan era dan awal yang baru, tapi saya percaya kita dapat membangun era baru, dan menciptakan awal yang baru, dengan jadi diri sendiri di tempat yang sama dan menantang diri sendiri."

Suksesornya belum diumumkan─atau diisyaratkan─sampai artikel ini ditulis.