Liputan6.com, Jakarta Terong ungu adalah salah satu sayuran yang paling populer di dapur Indonesia. Selain murah dan mudah ditemukan, terong juga sangat fleksibel diolah menjadi berbagai masakan, mulai dari sambal balado, tumisan, hingga terong goreng yang gurih dan menggoda. Namun di balik kelezatannya, banyak orang sering mengeluhkan satu hal: terong yang digoreng cenderung menyerap minyak dalam jumlah banyak. Hasilnya, masakan menjadi terlalu berminyak dan kurang sehat.
Masalah ini memang umum terjadi karena struktur daging terong memiliki banyak pori halus yang mudah menyerap cairan, termasuk minyak panas saat digoreng. Tetapi, jangan khawatir, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi penyerapan minyak tanpa mengorbankan cita rasa dan warna alami terong.
Liputan6.com akan membahas secara tuntas tips menggoreng terong ungu agar tidak menyerap minyak terlalu banyak, sekaligus menjawab pertanyaan umum: apakah menggoreng terong berpengaruh terhadap kandungan nutrisinya? Jumat (31/20/2025).
Advertisement
Cara Menggoreng Terong agar Tidak Menyerap Banyak Minyak dan Warnanya Tetap Ungu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4634430/original/007045900_1698995336-eggplant-6769626_1280.jpg)
1. Pilih Terong yang Segar dan Kokoh
Langkah pertama dimulai dari pemilihan bahan. Pilih terong ungu yang kulitnya mengilap, tidak layu, dan tidak memiliki bintik-bintik cokelat. Terong yang masih muda dan segar memiliki kadar air alami lebih tinggi, sehingga tidak mudah menyerap minyak saat digoreng.
2. Potong Terong dengan Tepat
Cara memotong juga berpengaruh pada hasil gorengan. Potong terong memanjang atau iris agak tipis, sekitar 0,5 cm. Potongan yang terlalu tebal membuat bagian dalam lama matang sehingga terong akan “menyedot” minyak lebih banyak.
3. Taburi Garam Sebelum Dimasak
Salah satu rahasia dapur yang terbukti efektif adalah menaburkan garam di atas irisan terong dan membiarkannya selama 30–60 menit. Garam bekerja menarik keluar kelebihan air dan menutup sebagian pori pada daging terong. Setelah itu, lap terong dengan tisu dapur untuk menghilangkan air dan sisa garam sebelum digoreng. Hasilnya, terong jadi lebih padat dan tidak terlalu menyerap minyak.
4. Gunakan Teknik “Oles Minyak”
Alih-alih merendam terong dalam minyak panas yang banyak, cukup oleskan sedikit minyak di kedua sisi potongan terong sebelum digoreng. Metode ini membantu melapisi permukaan terong sehingga tidak ada ruang bagi minyak goreng untuk masuk ke bagian dalam.
5. Rendam dengan Susu Sebelum Dimasak
Trik lain yang jarang diketahui adalah merendam potongan terong dalam susu selama 1–2 jam sebelum digoreng. Susu membantu mengisi pori-pori terong dengan protein dan lemak alami, sehingga minyak tidak mudah masuk saat proses penggorengan berlangsung.
6. Pastikan Suhu Minyak Stabil
Saat menggoreng, pastikan minyak dalam kondisi panas stabil (sekitar 170°C–180°C). Jika minyak terlalu panas, bagian luar terong akan cepat gosong sementara bagian dalam belum matang. Sebaliknya, minyak yang terlalu dingin membuat terong menyerap banyak minyak. Gunakan api sedang dan goreng sebentar saja hingga terong berubah warna menjadi kuning keemasan.
7. Gunakan Microwave Sebelum Menggoreng
Jika memiliki microwave, Anda bisa memanaskan potongan terong selama lima menit sebelum digoreng. Proses ini membantu mengecilkan pori-pori terong dan menguapkan sebagian air di dalamnya, sehingga minyak tidak mudah masuk saat digoreng.
8. Tambahkan Sedikit Asam atau Lemon
Untuk menjaga warna kulit terong tetap ungu cerah, tambahkan sedikit air perasan lemon pada adonan garam atau rendaman susu. Sifat asam dari lemon membantu mempertahankan pigmen alami antosianin yang memberi warna ungu khas pada kulit terong.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini, Anda bisa menikmati terong goreng yang renyah, tidak berminyak, dan tetap cantik warnanya.
Advertisement
Apakah Menggoreng Terong Aman untuk Nutrisinya?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3180218/original/014886100_1594791656-set-macaroni-pasta-various-nuts-spaghetti-fried-eggplants-blue-plate-dark-wooden-background-high-angle-view_176474-7911.jpg)
Pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah proses menggoreng merusak kandungan gizi dalam terong? Berdasarkan data dari USDA Food and Nutrient Database (dikutip dari NutritionValue.org), 1 porsi terong goreng seberat 220 gram mengandung sekitar 480 kalori, dengan 28 gram lemak, 8 gram protein, dan 49 gram karbohidrat. Terong goreng juga masih mengandung berbagai mikronutrien penting seperti vitamin B1, B2, B9, K, dan E, serta mineral seperti zat besi, kalsium, dan magnesium.
Namun, perlu dicatat bahwa sebagian besar peningkatan kalori pada terong goreng berasal dari minyak yang terserap selama proses memasak. Lemak total meningkat hingga 36% dari kebutuhan harian, dan kadar natrium juga cenderung tinggi jika menggunakan garam berlebihan.
Menurut The New York Times (The Great Eggplant Question: To Fry or Not to Fry?), menggoreng terong memang menghasilkan tekstur lembut dan rasa gurih yang sulit ditandingi metode lain seperti memanggang atau broiling. Tetapi, bagi yang menjaga asupan lemak harian, memanggang atau menumis dengan sedikit minyak bisa menjadi alternatif lebih sehat tanpa kehilangan banyak cita rasa.
Secara umum, menggoreng tidak menghancurkan seluruh nutrisi pada terong, terutama vitamin B kompleks dan mineral. Namun, vitamin yang larut dalam air seperti vitamin C cenderung menurun karena paparan panas tinggi. Karena itu, untuk menjaga keseimbangan nutrisi, Anda bisa mengombinasikan olahan terong goreng dengan sayuran segar atau lauk berprotein tinggi seperti tahu dan ayam tanpa kulit.
FAQ Seputar Terong
1. Apakah terong termasuk sayuran atau buah?
Secara botani, terong tergolong buah karena mengandung biji dan tumbuh dari bunga tanaman. Namun dalam kuliner, terong lebih sering dikategorikan sebagai sayuran karena penggunaannya dalam masakan gurih.
2. Mengapa terong berubah warna menjadi kecokelatan saat dimasak?
Perubahan warna disebabkan oleh oksidasi alami pada pigmen antosianin. Untuk mencegahnya, rendam terong dalam air garam atau tambahkan sedikit asam (seperti air jeruk lemon) sebelum dimasak.
3. Apakah menggoreng terong menghilangkan semua nutrisinya?
Tidak. Sebagian besar vitamin B dan mineral tetap bertahan setelah digoreng. Namun kadar vitamin C dan antioksidan bisa menurun akibat panas tinggi.
4. Bisakah terong dimasak tanpa minyak sama sekali?
Bisa. Terong dapat dipanggang di oven, dimasak dengan air (steam), atau dibroil di atas bara tanpa minyak. Rasanya tetap lezat jika dibumbui dengan rempah yang tepat.
5. Bagaimana cara menyimpan terong agar tetap segar lebih lama?
Simpan terong di tempat sejuk dan kering, tidak di dalam kulkas, karena suhu terlalu dingin bisa membuat kulitnya keriput dan cepat busuk.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5088764/original/044632300_1736499120-file-HmrCZQZjrkY6eaXr89BSii.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5408294/original/061340700_1762769002-eggplant-5902352_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5462045/original/076463000_1767501927-terong_2.jpg)