Huda Beauty Jadi Sponsor Miss Universe Palestina Nadeen Ayoub Setelah Bosnya Dirujak karena Mengkritik Israel

Bos Huda Beauty, Huda Kattan, telah terang-terangan mendukung Palestina dan menggunakan platform-nya untuk meningkatkan kesadaran tentang genosida di Gaza

Diterbitkan 28 Oktober 2025, 18:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bos Huda Beauty, Huda Kattan, menunjukkan dukungannya pada Nadeen Ayoub, Miss Universe Palestina pertama, yang akan berkompetisi di kontes Miss Universe 2025. Rangkaian acara kontes kecantikan itu akan bertempat di Pak Kret, Thailand, bulan depan.

"Di usianya yang baru 27 tahun, Nadeen Ayoub lebih dari sekadar model dan advokat kesehatan. Ia adalah seorang pemimpin yang memiliki misi," bunyi rilis yang dimuat di PR Newswire, seperti dikutip Selasa (28/10/2025).

"Setelah dinobatkan sebagai Miss Universe Palestina, Nadeen dengan bangga akan mewakili negaranya di kontes kecantikan Miss Universe ke-74, di mana ia akan bersaing dengan lebih dari 130 kontestan dari seluruh dunia."

"Di luar sorotan, Nadeen adalah pendiri Olive Green Academy dan Sayidat Falasteen Foundation, platform yang didedikasikan untuk keberlanjutan, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan. Melalui inisiatif yang menggabungkan teknologi, kesadaran lingkungan, dan dampak sosial, karyanya membentuk kembali cara masyarakat memandang kesehatan, tanggung jawab lingkungan, dan peluang bagi perempuan."

"Bersama-sama, Huda Beauty dan Nadeen Ayoub mendefinisikan ulang apa artinya menjadi benar-benar cantik—kuat, autentik, dan tanpa menyesali diri sendiri—sambil menyoroti kekuatan wanita untuk menciptakan perubahan, selangkah demi selangkah dengan berani."

Di unggahan Instagram-nya, pekan lalu, Kattan menulis, "Kami sangat bangga mendukung Miss Palestine pertama @nadeen.m.ayoub untuk berkompetisi di Miss Universe. Momen ini jauh lebih besar daripada kontes kecantikan. Ini tentang kekuatan, kebanggaan, dan representasi."

Dukungan untuk Palestina

Kattan telah terang-terangan mendukung Palestina dan menggunakan platform-nya untuk meningkatkan kesadaran tentang genosida di Gaza, rangkum Arab News. Ia rutin membagikan rekaman dan kabar terbaru dari wilayah kantong tersebut di akun media sosialnya untuk meningkatkan kesadaran.

Pada 2023, Kattan mengumumkan donasi sebesar 1 juta dolar AS pada dua organisasi kemanusiaan yang bekerja di wilayah tersebut: Human Appeal dan Doctors Without Borders. Pada Juli 2025, ia bekerja sama dengan penyanyi Palestina yang berbasis di AS, Saint Levant, untuk mendukung Palestina.

Kemitraan ini memperkenalkan warna baru faux filler lip oil yang populer dari merek tersebut, dengan hasil penjualannya disumbangkan pada organisasi yang mendukung perjuangan Palestina. Bernama "Kalamantina," warna ini merujuk pada lagu Saint Levant dengan judul yang sama, yang dirilis awal tahun ini. Lip oil ini juga memiliki aroma jeruk clementine.

Miss Universe Palestina Nadeen Ayoub

Nadeen Ayoub, mantan finalis Miss Earth yang akan mewakili Palestina di Miss Universe 2025. Ini akan jadi pertama kalinya Palestina "mengirim wakil" ke kontes kecantikan tersebut.

Melansir The National, 14 Agustus 2025, Ayoub, yang tinggal di antara Dubai dan Ramallah di Tepi Barat, dinobatkan sebagai Miss Palestina pada 2022. Ia mencetak sejarah tahun itu dengan jadi perwakilan pertama dari negaranya yang mengikuti kontes Miss Earth, di mana Ayoub berhasil jadi salah satu dari lima finalis teratas.

Ia mengaku menunda partisipasinya di kontes kecantikan internasional karena krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Palestina. Dibesarkan di Palestina, Amerika Serikat (AS), dan Kanada, Ayoub memiliki gelar sastra dan psikologi, serta merupakan pelatih kesehatan dan nutrisi bersertifikat, rangkum India Times. Ia berfokus pada kesehatan perempuan, kesadaran lingkungan, dan menantang stereotip tentang Palestina dan Arab.

Kecaman terhadap Bos Huda Beauty

Dukungan Huda Beauty datang setelah Kattan dikecam karena sebuah video, yang kini telah dihapus, di TikTok. Menurut CNN dan BBC, melansir People, 6 Agustus 2025, ia membagikan klip berisi tuduhan bahwa Israel harus disalahkan atas Perang Dunia I, Perang Dunia II, serangan teroris 11 September, dan serangan Hamas-Israel pada 7 Oktober 2023.

Perang Dunia I (1914─1918) dan Perang Dunia II (1939─1945), keduanya terjadi sebelum Israel didirikan pada 1948. Tidak ada bukti yang menunjukkan hubungan antara Israel dan serangan 11 September, pun tuduhan Israel menyerang warganya sendiri pada 7 Oktober 2023, kendati teori liar memang beredar di media sosial.

"Semua teori konspirasi, dan banyak bukti di balik mereka, bahwa Israel telah berada di balik Perang Dunia I, Perang Dunia II, 11 September, 7 Oktober. Mereka membiarkan semua hal ini terjadi. Apakah ini gila?" Kattan mengatakan dalam video. "Seperti, aku punya perasaan — aku seperti, 'Apakah mereka berada di balik setiap perang dunia?' Iya."