Liputan6.com, Jakarta - Desainer Sapto Djojokartiko kembali menghadirkan kreasinya di panggung runway. Bertajuk SAPTO DJOJOKARTIKO Spring/Summer 2026, jenama yang berbasis di Yogyakarta itu menghadirkan 50 tampilan adibusana yang diciptakan berdasarkan refleksi sang desainer atas situasi dunia pasca-pandemi yang tidak baik-baik saja.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Rabu (15/10/2025), koleksi busana itu berharap menginspirasi manusia untuk tidak statis. Sang desainer lalu membuka kembali halaman arsip rancang lamanya dan menafsirkan ulang dalam bentuk yang lebih berlapis, presisi, dan kompleks.
Motif kotak-kotak yang pernah hadir sebagai kain jadi kini ditransformasikan menjadi bordir buatan tangan, menyerupai anyaman, dengan efek tiga dimensi dan permainan cahaya yang nyaris tak tertebak. Motif buah noni atau mengkudu yang diyakini sebagai obat dalam tradisi Nusantara muncul bersama bordir yayi-turangan berupa kuda dengan garis-garis stensil ombak.
Advertisement
Sentuhan tradisi yang menjadi tanda tangan rumah mode SAPTO DJOJOKARTIKO hadir dalam sulam halus kerancang dan corak batik kawung yang diukir pada material kulit, ditambah dengan ikat cemplong Bali dengan interpretasi segar berdampingan dengan detail appliqué dan jaket sulam bulu yang terinspirasi seni kolonial baroque.
Â
Kerumitan Detail Penuh Kesabaran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381446/original/056847000_1760505305-LOOK_24.jpg)
Sapto menyatakan bahwa setiap detail dikerjakan dengan tangan oleh para perajin, menghadirkan 'kompleksitas visual yang nyaris tak bisa disalin mesin produksi massal'. Proses yang memakan waktu ini bukan sekadar pilihan estetis, melainkan pernyataan bahwa keindahan memang menuntut kesabaran, dedikasi, serta waktu yang lebih panjang.
Seni kerajinan tinggi ini menjadi preferensi klien yang mendambakan karya adibusana satu-satunya dengan detail rumit dan aspirasi bagi pelanggan busana siap pakai SAPTO DJOJOKARTIKO. "Dalam setiap helai busana, terdapat kesadaran baru tentang relevansi, mendorong batas sambil tetap menjaga keterhubungan dengan realitas," bunyi pernyataan Sapto.
Elemen khas SAPTO DJOJOKARTIKO seperti organza transparan, bahan sifon melayang, dan bordir tetap menjadi identitas. Hanya saja, ia kali ini mengolahnya secara berbeda. Lapis demi lapis kain dipotong, disusun, lalu ditindis seperti pelindung yang memberi rasa aman sekaligus menciptakan gerak yang hidup di setiap langkah. Keseluruhan tampilan berlapis ini merefleksikan kebutuhan akan kenyamanan dan kehangatan, upaya untuk menghibur diri di tengah kondisi yang tidak nyaman.
Â
Advertisement
Palet Warna Kombinasi Bumi dan Berani
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381447/original/089608900_1760505307-LOOK_9.jpg)
Siluet koleksi menampilkan evolusi dari kelembutan menuju struktur yang lebih sadar bentuk. Jaket berpotongan jam pasir menegaskan garis tubuh tanpa kehilangan femininitas, sementara gaun pendek dengan jahitan formal halus menunjukkan keseimbangan antara seni dan fungsionalitas.
Celana hadir dalam berbagai variasi dengan tailoring, dari potongan denim hingga regular fit. Detail seperti rumbai, sulam manik-manik, dan bordir menjadi aksen yang memperkaya tekstur, menghadirkan permainan dimensi yang subtil namun berdaya pikat tinggi dalam busana dan aksesori seperti tas tangan, sepatu, dan syal segi empat.
Palet warna yang digunakan merupakan perpaduan harmoni antara ketenangan dan energi. Ada warna bumi seperti krem pasir (sahara), plum, dan cokelat tua (lava). Mewakili sisi berani adalah biru langit (capri), hijau tua (herb), merah muda (bonbon), hingga oranye cabai (sriracha) yang menjadi simbol kehangatan dan optimisme.
"Pilihan rona yang mengundang untuk melihat dunia dengan cara yang lebih berwarna, lebih hidup, lebih penuh intensi," urainya.
Â
Tata Panggung yang Sederhana tapi Menggugah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381448/original/038789900_1760505311-LOOK_5.jpg)
Sapto Djojokartiko menggandeng desainer arsitektur FFFAAARRR untuk menata panggung runway yang berkesan sederhana. Ducting penghawaan diduplikasi menjadi kursi, meja bar, dan bidang latar. Material metal monokromatik menciptakan lanskap visual yang seimbang antara kekakuan dan kelembutan.
Karpet melapisi dudukan membawa kehangatan melalui warna dan tekstur, kontras terhadap lataryang terkesan belum selesai. Nuansa tidak usai ini membuka interpretasi mengenai apa yang mungkin. Pertunjukan semakin intens dengan aktor senior Rukman Rosadi membacakan narasinya tentang eskapisme, berkolaborasi duo elektronik Mantra Vutura melalui skor orisinal dalam dentum audio yang menggema dan memperkuat atmosfer ruang.
"Koleksi ini menjadi ajakan untuk tidak menyerah pada stagnasi, untuk tetap berusaha, untuk menemukan cara dalam menghibur diri melalui pilihan gaya hidup, cara berpakaian, untuk tetap merayakan meski dalam keadaan terberat sekalipun. Karena bahkan dari rasa letih yang paling sunyi, kita dapat menemukan ketenangan dengan mengingat kembali seperti apa hidup dahulu dan bagaimana kita bisa melewatinya," ucap Sapto.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4451431/original/098394300_1685739588-Wastra_1.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381445/original/074827800_1760505303-LOOK_40.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5517131/original/032309700_1772414912-sapto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489223/original/038057600_1769831567-Sundance_Film_Festival__1___1_.jpg)