Liputan6.com, Jakarta Tidak bisa dipungkiri, sambal merupakan bagian penting dari budaya kuliner Indonesia. Hampir setiap daerah memiliki varian sambalnya masing-masing, baik yang dibuat secara mentah maupun dimasak. Menurut catatan Negeri Rempah (negerirempah.org), terdapat lebih dari 300 jenis sambal yang tercatat di Nusantara, menjadikannya identitas kuat dalam sajian lokal. Rasa pedas yang dihasilkan bukan hanya menambah selera makan, tapi juga mencerminkan kekayaan tradisi kuliner yang diwariskan lintas generasi.
Kehadiran sambal tidak terlepas dari eksistensi cabai di Nusantara. Sejarawan Wijaya, seperti dikutip dalam Cerita Akhir Pekan: Asal-usul Sambal di Indonesia, menyebut cabai sudah dikenal sejak abad ke-10, bahkan sebelum pedagang Portugis membawa varietas cabai dari Amerika Selatan pada abad ke-16. Sebelumnya, masyarakat lokal sudah memanfaatkan rempah lain seperti jahe, kencur, dan cabai jawa untuk menghasilkan sensasi pedas. Perkembangan inilah yang menjadikan sambal bagian tak terpisahkan dari hidangan sehari-hari.
Menariknya, sambal tidak mengenal batas status sosial. Baik bangsawan, rakyat jelata, maupun etnis berbeda di Nusantara sama-sama menggemari pedasnya sambal. Dari sambal matah khas Bali hingga sambal lado ijo Minangkabau, setiap daerah mengadopsi sambal sesuai tradisi lokalnya. Dalam kesempatan kali ini, Liputan6.com akan mengulas salah satu varian sambal yang populer di meja makan masyarakat modern Resep Sambal Cumi Asin. Kombinasi rasa pedas sambal dengan gurihnya cumi asin menjadikannya pasangan sempurna untuk nasi hangat, Minggu (17/8/2025).
Advertisement
Resep Sambal Cumi Asin
Resep berikut diadaptasi dari buku "Resep Makanan Rumahan Ala Dapur Isna" (2018) karya Isna Sutanto, terbitan PT Gramedia Pustaka Utama.
Bahan-bahan:
- 250 gram bawang merah
- 250 gram cabai rawit merah-oranye
- Garam secukupnya
- Gula pasir secukupnya
- 1 sdm kaldu bubuk
- 200 ml minyak goreng
- 150 gram cumi asin
Cara Membuat:
- Rendam cumi asin dengan air panas selama 30 menit, lalu tiriskan.
- Kupas bawang merah dan cuci bersih cabai rawit serta bawang.
- Panaskan minyak, lalu goreng bawang merah dan cabai utuh (tanpa diiris) hingga harum.
- Haluskan bawang dan cabai goreng, cukup sampai hancur, jangan terlalu halus.
- Panaskan kembali minyak, masukkan bumbu halus, lalu tambahkan cumi asin. Aduk rata.
- Bumbui dengan garam, gula pasir, dan kaldu bubuk.
- Masak hingga minyak berubah warna kemerahan dan aroma wangi sambal keluar. Angkat, sajikan.
Sambal cumi asin ini sangat cocok disantap bersama nasi hangat, tahu goreng, atau tempe sebagai lauk sederhana namun nikmat.
Advertisement
Tips Menyimpan Sambal Cumi Asin Agar Awet
Sambal cumi asin bisa disimpan sebagai stok makanan tahan lama jika penanganannya tepat. Merujuk pada panduan penyimpanan saus dan sambal dari Love Food Hate Waste (lovefoodhatewaste.ca), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar sambal tetap segar dan tahan lebih lama:
- Gunakan wadah kedap udara:Â Setelah sambal dingin, simpan dalam stoples kaca atau wadah plastik tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi udara.
- Simpan di dalam kulkas: Sambal buatan rumah paling aman disimpan di kulkas dan dikonsumsi dalam 3–5 hari. Letakkan di bagian belakang kulkas karena suhunya lebih stabil.
- Bisa dibekukan:Â Jika membuat dalam jumlah banyak, sambal dapat dimasukkan ke dalam wadah atau plastik tahan beku. Beri label tanggal pembuatan agar mudah dipantau. Saat ingin digunakan, cairkan di kulkas semalaman atau panaskan langsung di wajan.
- Perhatikan tanda kerusakan:Â Jika sambal berubah warna, berbau asam, atau muncul bercak jamur, sebaiknya jangan dikonsumsi lagi.
Dengan penyimpanan yang tepat, sambal cumi asin bisa menjadi stok lauk praktis yang tetap aman dan lezat untuk keluarga.
Â
Â
Sumber Rujukan:
- Cerita Akhir Pekan: Asal-usul Sambal di Indonesia – negerirempah.org
- Sutanto, Isna. Resep Makanan Rumahan Ala Dapur Isna. PT Gramedia Pustaka Utama, 2018.
- Best Ways To Store And Use Sauce – lovefoodhatewaste.ca
Â
FAQ Seputar Sambal Cumi
1. Apakah sambal cumi asin bisa disimpan tanpa kulkas?
Bisa, tetapi hanya bertahan sekitar 1–2 hari di suhu ruang. Untuk ketahanan lebih lama, sebaiknya disimpan di kulkas.
2. Apakah perlu merendam cumi asin sebelum dimasak?
Ya. Merendam cumi asin membantu mengurangi kadar garam berlebih sekaligus membuat teksturnya lebih empuk saat dimasak.
3. Bisa tidak menggunakan cabai rawit, diganti cabai merah besar?
Bisa, namun rasa pedasnya akan berkurang. Anda bisa mencampur cabai rawit dan cabai merah besar untuk keseimbangan rasa dan warna.
4. Bagaimana cara agar sambal tidak cepat berbau tengik?
Gunakan minyak goreng baru dan pastikan sambal dimasak hingga benar-benar matang. Minyak yang berwarna merah menandakan bumbu sudah tercampur sempurna.
5. Apakah sambal cumi asin cocok untuk stok makanan saat bepergian?
Ya, cocok dibawa bepergian dalam waktu singkat. Simpan dalam wadah kedap udara dan hindari paparan panas berlebihan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5317745/original/070991900_1755404031-sambel_cumi_asin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)