Menanti Keseruan Turnamen Kapan Padel Open 2025 di Tengah Penolakan Pajak 10 Persen

Kapan Padel Open 2025 dijanjikan menghadirkan pertandingan dengan berbagai teknik pukulan, ketekunan dalam setiap poin, dan momen-momen servis yang akurat.

Diterbitkan 04 Juli 2025, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Turnamen Kapan Padel Open 2025 akan berlangsung di Kemang, Jakarta, besok, Sabtu, 5 Juli 2025. Melibatkan 140 peserta yang terbagi dalam 15 grup putra dan dua grup putri, ajang ini diperuntukkan bagi pemain padel kategori bronze.

Hakri Pradipa, pendiri KapanPadel sebagai komunitas tuan rumah, mengatakan melalui rilis pada Lifestyle Liputan6.com, Jumat (4/7/2025), "Kapan Padel Open 2025 merupakan salah satu dari serangkaian turnamen padel yang telah diselenggarakan KapanPadel."

"Kami berupaya untuk terus mengadakan kompetisi yang dapat mendukung perkembangan olahraga padel rekreasional di Indonesia," imbuhnya. "Tujuan kami adalah menumbuhkan minat dan kebersamaan di antara para penggemar padel."

Kapan Padel Open 2025 dijanjikan menghadirkan pertandingan dengan berbagai teknik pukulan, ketekunan dalam setiap poin, dan momen-momen servis yang akurat. "Lebih dari sekadar kompetisi, turnamen ini menekankan nilai sportivitas di antara seluruh partisipan," sebut dia.

Sementara itu, Prima, selaku penyelenggara, menyampaikan bahwa ia berharap Kapan Padel Open 2025 dapat jadi wadah bagi para pemain padel pemula untuk merasakan pengalaman bertanding, mengasah kemampuan, serta memperluas jejaring dalam komunitas padel.

Tolak Pajak 10 Persen

Prima berkata, "Setiap pemain akan bermain lebih banyak di turnamen ini, karena akan ada babak play-off dan consolation bagi yang tidak lolos grup," ucapnya.

Mengenai kabar penerapan pajak 10 persen untuk padel dan 20 olahraga lainnya, Prima, yang juga seorang padel enthusiast, mengaku tidak setuju. Menurut dia, pembangunan sarana olahraga yang murah dan dapat diakses secara publik seharusnya jadi tanggung jawab pemerintah.

"Pengenaan pajak justru menambah biaya pada kita-kita yang malas berolahraga ini. Saya yang sudah hampir 20 tahun tidak olahraga, sejak tahun lalu rajin dan aktif padel membuat saya semakin sehat, berat badan turun 28kg dalam empat bulan."

"Mungkin kalo olahraga semakin mahal, akan mengurangi intensitas saya dalam bermain padel. Lalu, bukankah kalau rakyatnya sehat akan mengurangi beban negara di BPJS Kesehatan?" tandasnya.