6 Makanan yang Berbahaya Bagi Kesehatan Jika Dimakan Mentah, Salah Satunya Telur

Tidak semua makanan cocok dikonsumsi dalam keadaan mentah. Bahkan ada beberapa makanan yang justru berbahaya bagi kesehatan hingga bisa menyebabkan keracunan, sampai gangguan pencernaan yang serius.

OlehHenry
Diterbitkan 19 Mei 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menu makanan sehari-hari sudah semakin beragam, Seiring dengan maraknya hal tersebut, banyak yang menggaungkan gerakan untuk kembali mengonsumsi makanan organik, termasuk tren raw food atau makanan mentah.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa tidak semua makanan cocok dan baik dikonsumsi dalam keadaan mentah. Bahkan ada beberapa makanan yang justru berbahaya bagi kesehatan hingga bisa menyebabkan keracunan, infeksi bakteri, sampai gangguan pencernaan yang serius,

"Dalam beberapa kasus, menyantap makaan mentah bisa menyebabkan muntah-muntah, diare, demam bahkan membuat sel darah merah pecah dan berujung pada gagal ginjal," menurut Dr Ellen Muhammad selaku fonder dari Nutrition and Beyond.

Apa saja makanan tersebut? Dilansir dari laman Good Housekeeping, Selasa, 13 Mei 2025, setidaknya ada enam makanan dan minuman yang harus diperhatikan dan jangan dikonsumsi dalam keadaan mentah.

1. Kentang

Kentang sebaiknya jangan dimakan pada saat mentah atau belum diolah. Sebab kentang mentah mengadung senyawa solanin. Solanin ini merupakan senyawa beracun alami yang terbentuk ketika kentang terpapar cahaya dan berubah warna menjadi hijau.

Mengonsumsi kentang yang masih mentah cukup berbahaya karena kandungan solanin yang ada di dalamnya dapat menyebabkan berbagai gejala, mulai dari rasa terbakar pada tenggorokan, sakit kepala, mual, muntah, hingga gangguan sistem saraf.

Bukan itu saja, tekstur kentang mentah yang keras juga dapat menyebabkan perut kembung dan rasa tidak nyaman lantaran sistem pencernaan kesulitan untuk memprosesnya. Konsumsilah kentang yang telah direbus, dipanggang, atau digoreng hingga matang sempurna untuk menghilangkan kandungan solanin sehingga aman disantap.

 

 

2. Kacang Merah

Kacang merah yang masih mentah atau bahkan setengah matang ternyata mengandung racun phytohaemaglutinin, yakni lektin yang bisa mengganggu sistem pencernaan serta menyebabkan keracunan akut dengan gejala seperti mual, muntah, diare hebat, sampai keram perut hanya beberapa jam usai mengonsumsinya.

Agar terhindar dari racun ini, kacang merah sebaiknya direndam terlebih dahulu minimal selama lima jam, lalu direbus dalam air mendidih selama minimal sepuluh menit sebelum disajikan dan dikonsumsi. Proses perendaman dan pendidihan ini dapat menghancurkan racun sehingga kacang merah menjadi aman dikonsumsi.

3. Adonan Kue Mentah

Meski aromanya menarik dan menggoda, sebaiknya jangan tergoda untuk mencicipi adonan kue yang masih mentah. Adonan kue mentah biasanya mengandung telur mentah dan tepung yang belum mengalami proses pemanasan.

Tepung mentah bisa jadi mengandung E. Coli dan telur mentah dapat membawa Salmonella. Kombinasi ini sangat berbahaya bagi kesehatan hingga menyebabkan keracunan makanan. Adonan kue mentah dapat mengiritasi sistem pencernaan. Jadi lebih baik tunggu hingga kue matang sempurna.

4. Telur

Telur ternyata juga sangat berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam keadaan mentah. Telur mentah menjadi tempat ideal bagi bakteri Salmonella, yaitu bakteri penyebab infeksi saluran cerna untuk berkembang biak.

Gejala yang muncul jika terkena infeksi ini antara lain demam, diare, sampai nyeri perut yang berlangsung selama beberapa hari. Risiko terinfeksi bakteri ini akan semakin besar jika penyimpanan telur dilakukan dengan cara yang salah atau cangkang telur telah rusak.

Agar tetap aman, pilihlah telur pasteurisasi jika memang ingin mengonsumsinya dalam keadaan mentah. Namun, lebih baik lagi jika dimasak terlebih dahulu.

5. Daging Sapi Giling

Pada beberapa budaya kuliner, steak tartare atau daging sapi giling mentah termasuk menu yang populer. Namun dii sajian yang unik ini, terdapat potensi bahaya kesehatan besar yang mengintai. Permukaan luar daging sapi yang mungkin telah terpapar bakteri dapat ikut tercampur ke seluruh bagian daging.

Bakteri tersebut di antaranya E. Coli, Listeria, serta Salmonella yang punya kemampuan berkembang biak cepat. Untuk menghindari bakteri jahat ini, daging sapi giling sebaiknya dimasak sampai mencapai suhu internal 71 derajat celcius.

Hal ini sangat penting terutama bagi ibu hamil, orang yang sedang sakit, serta lansia karena mereka cenderung lebih rentan terhadap infeksi bakteri berbahaya dari daging mentah.

6. Susu Unpasteurized

Susu Unpasteurized (unpasteurized milk) adalah susu mentah, atau susu yang belum melalui proses pasteurisasi. Pasteurisasi adalah proses pemanasan susu pada suhu tertentu untuk membunuh bakteri berbahaya. Susu mentah berarti susu yang diambil langsung dari sapi (atau hewan lainnya) tanpa pemanasan untuk mematikan bakteri.

Untuk memperpanjang masa simpan, susu sapi maupun susu lainnya sebaiknya dipasteurisasi juga menjaga kualitas susu dan mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya, seperti Salmonella atau E. coli.

Dokter spesialis gizi klinik Marya Haryono mengatakan bahwa untuk mencukupi kebutuhan gizi seimbang, masyarakat tidak harus mengonsumsi makanan mentah. Marya mengiyakan bahwa memasak dengan metode pemasakan apapun yang semakin lama dan semakin panas, pasti ada unsur nutrisi yang rusak. Namun, bukan berarti harus makan mentah terus seperti sayuran mentah.

Menurut dia, memasak dengan cara apapun  berpotensi untuk merusak kandungan nutrisi yang ada di dalam makanan tersebut.  "Kita tidak bisa memaksa kita harus makan makanan yang mentah karena kondisi buruk yang kita belum tentu tahan nantinya," kata Marya Haryono, melansir kanal Health Liputan6.com,

Lebih lanjut, ia mengatakan asalkan makanan diolah dengan cara yang baik dan tidak basi maka masih bisa berharap ada nilai gizinya. Terpenting saat makan porsi makanan yang disajikan memenuhi unsur dari “Isi Piringku” yang menjadi pengganti slogan dari “4 Sehat 5 Sempurna” guna memenuhi gizi seimbang.

Pada umumnya "Isi Piringku" menggambarkan porsi makan yang dikonsumsi dalam satu piring yang terdiri atas 50 persen buah dan sayur, dan 50 persen sisanya terdiri atas karbohidrat dan protein.