5 Tren Parfum pada 2025, Ada Wewangian yang Bisa Dijilat

Preferensi pelanggan muda telah memengaruhi transformasi tren parfum tahun 2025.

Diterbitkan 14 Mei 2025, 04:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mulai dari aroma alkohol hingga tidur dan parfum solid, tren terbaru menyoroti efek transformasional yang dibawa konsumen Gen Z ke industri parfum. Survei Circana, baru-baru ini, menemukan bahwa 55 persen konsumen berusia 18─34 tahun telah mengubah "perilaku wewangian" mereka selama enam bulan terakhir.

Perbedaannya adalah, melansir Cosmetics Business, Senin, 12 Mei 2025, mereka sekarang membeli lebih banyak body mist. Direktur Kecantikan Circana, Mathilde Lion, mengatakan, "Kita melihat penggunaan wewangian baru, yang dibawa oleh generasi muda."

"Ada jenis aplikasi parfum baru, seperti semprotan tubuh, tapi juga minyak tubuh, parfum solid, dan parfum bebas alkohol," imbuhnya. Melampaui semata format baru, tren utama seperti premiumisasi dan konsentrasi yang lebih kuat tetap populer, dengan versi yang intens dan ekstrait yang terus menarik pelanggan.

Kepala Wawasan dan Citra Pemasaran Global Fine Fragrance Givaudan, Arnaud Guggenbuhl, menjelaskan, "Parfum tahan lama dengan sillage yang kuat masih sangat dicari, dan di TikTok, tren saat ini adalah memperpanjang keawetan dan penyebaran jejak aroma seseorang."

"Sebagai tanggapan, banyak merek memperkenalkan versi terkonsentrasi dari parfum paling ikonik mereka," sebut dia. Hubungan emosional, dan khususnya kemampuan wewangian memengaruhi suasana hati, adalah poin utama lain yang jadi dasar pengembangan tren parfum.

Tren parfum gourmet yang penuh nostalgia juga terus berkembang, dengan berbagai aroma buah favorit. Ceri tetap sangat populer, dan raspberry telah muncul sebagai tren, seperti yang digunakan dalam Chance Eau Splendide terbaru dari Chanel.

 

Tren Parfum 2025

Guggenbuhl mencatat bahwa stroberi mungkin akan jadi tren aroma buah merah selanjutnya. "Aroma stroberi membangkitkan nostalgia dan kegembiraan, sementara tekstur sensual dari biji-biji kecil dan daging buahnya yang manis dan asam menciptakan asosiasi alami dengan cinta," jelasnya.

Konsumen, khususnya dari generasi muda, sedang memasuki era baru dalam parfum, di mana aturan-aturan tradisional seputar wewangian sudah tidak berlaku lagi, dan eksperimen malah mulai populer. Secara lengkap, berikut lima tren parfum yang diperkirakan akan terus berkembang sepanjang tahun ini:

1. Aroma alkohol

Tepat ketika Anda mengira wewangian telah mencapai puncaknya di kalangan pecinta makanan, tren yang manis dan "dapat dimakan" menginspirasi gelombang aroma baru. Kini, ada juga minat yang meningkat pada aroma lebih gurih, dengan sentuhan halus dari aroma alkohol, seperti Cognac, wiski, dan rum.

Meski penggunaan aroma alkohol bukanlah hal baru dalam dunia wewangian, peluncuran parfum baru yang terinspirasi alkohol mulai bermunculan pada akhir 2024 dan terus berlanjut hingga tahun ini. 

2. Parfum untuk Tidur

Tidur telah jadi pusat tren kecantikan dan kesehatan, dan bagi banyak perusahaan, hal itu telah berkembang jadi fokus utama. Bulan lalu, Estée Lauder menunjuk Penasihat Sains Tidur Global pertamanya, sementara merek-merek lain merilis parfum untuk tidur menyusul peningkatan minat konsumen.

Wewangian fungsional telah jadi bagian penting dari rutinitas malam hari banyak orang, dan TikTok telah berperan penting dalam memopulerkan tren ini, menarik generasi baru konsumen wewangian. Namun, wewangian untuk tidur lebih dari sekadar sensasi TikTok yang viral.

Sebaliknya, tren ini mencerminkan perubahan sikap konsumen terhadap alasan orang memakai parfum dan untuk siapa kita memakainya. Wewangian untuk tidur, karena hampir pasti dipakai untuk diri sendiri, disebut akan "lebih jujur dan sangat personal."

3. Parfum padat

Salah satu area pertumbuhan utama bagi konsumen Gen Z di industri ini adalah minat yang semakin besar terhadap format wewangian baru. Parfum padat memenuhi sejumlah prioritas utama dalam pertimbangan pembelian konsumen yang lebih muda, mulai dari keberlanjutan hingga personalisasi.

Selain itu, wewangian ini menawarkan manfaat, seperti portabilitas dan harga yang kompetitif, dibandingkan dengan wewangian eau de parfum atau eau de toilette pada umumnya. Baik merek mapan maupun merek baru telah memperhatikan hal ini, dan tengah mencari peluang di ruang yang sedang berkembang ini.

4. Parfum yang Bisa Dijilat

Parfum yang bisa Anda cicipi, sekaligus cium, hadir dengan segala kemegahan sensualnya. Sementara wewangian gourmet terus memikat konsumen, dengan merek-merek mewah dan terjangkau menciptakan parfum terinspirasi cita rasa makanan, tren ini membuka jalan bagi kategori parfum baru bagi pecinta kuliner: parfum yang bisa dijilat.

Tren ini mengeksplorasi bagaimana merek menciptakan pengalaman multisensori yang sesungguhnya. Harapannya, pendekatan ini dapat memikat konsumen yang menyukai perpaduan yang "kaya dan lengket" dari wewangian yang terinspirasi makanan.

5. Aldehida modern

Aldehida telah digunakan dalam wewangian selama lebih dari 100 tahun, tapi kini menarik perhatian khalayak baru dengan sentuhan modern. Aldehida memberi kesegaran yang memukau pada wewangian, dan ketika pertama kali dipopulerkan Chanel No5, itu memicu revolusi dalam wewangian.

Aspek "segar dan bersih yang luar biasa" inilah, menurut Guggenbuhl, yang secara khusus diposisikan dengan baik untuk menarik minat konsumen muda yang mungkin menemukan wewangian aldehida untuk pertama kalinya. Tren ini mengeksplorasi apakah peluncuran aldehida terbaru, yang menawarkan ide-ide yang sangat bersih, hedonistik, dan vintage, dapat memberi kenyamanan yang diinginkan Gen Z.