Sukses

Dita Karang Flexing Disambut Bak Putri Kerajaan dan Naik Helikopter di Bali

Program Pick Me Trip In Bali yang sempat bikin heboh di Indonesia akhirnya tayang. Dita Karang menjadi salah satu member idol yang ikut serta, di antara nama-nama top lainnya seperti Lim Nayoung, Hyoyeon SNSD, Bomi A Pink dan Choi Hee.

Liputan6.com, Jakarta - Program dari KBS yang bertajuk 'Pick Me Trip In Bali' dan sempat bikin heboh di Indonesia akhirnya tayang. Dita Karang menjadi salah satu member idol yang ikut serta, di antara nama-nama top lainnya dari Korea Selatan seperti Lim Nayoung, Hyoyeon SNSD, Bomi A Pink dan Choi Hee.

Menariknya, sebagai gadis kelahiran Bali, episode awal Pick Me Trip In Bali menonjolkan Dita Karang sebagai tuan rumah yang menyambut para member lainnya. Dari sini terlihat, jika personel grup Secret Number tersebut bukanlah berasal dari latar belakang keluarga sembarangan.

Dita pun sempat mencuri perhatian ketika dirinya beberapa kali flexing sebagai keluarga kerajaan. Misalnya di momen ia sudah melakukan reservasi untuk makan malam dan diharuskan tampil cantik dan rapi.

"Aku sudah reservasi makan malam, karena aku selalu dress up karena aku keluarga kerajaan," katanya dalam unggahan di akun TikTok @aellead pada Jumat, 14 Juni 2024. Begitu pula saat Dita mengunjungi beberapa tempat yang sering ia datangi sewaktu masih kecil di Bali.

Ia mengatakan sudah tahu di mana tempat-tempat cantik dan indah untuk mengambil foto. "Di sini banyak sekali tempat buat mengambil foto-foto bagus, tapi karena waktu masih kecil aku sering banget foto-foto di sini, jadi aku bisa langsung 'tak-tak-tak', langsung selesai mengambil fotonya," ujarnya.

Ia bahkan sempat mengajak para member terbang menggunakan helikopter dari Ubud ke Uluwatu untuk memangkas waktu. Helikopter itu kabarnya milik perusahaan travel sang ayah.

"Aku bisa bikin perjalanan itu jadi hanya 35 menit saja. Ini kan 'Dita Day' serahin semuanya sama aku," terangnya pada semua member yang penasaran dengan apa mereka akan pergi ke Uluwatu.

Bukan itu saja, saat mengunjungi Puri Agung Karangasem, para member Pick Me Trip In Bali juga sempat ditolak masuk oleh seorang penjaga pintu VVIP di kawasan tersebut. Untungnya saat itu Dita langsung muncul dan mengungkap jika keluarganya yang diketahui merupakan keturunan bangsawan Karangasem itu sudah menunggu di dalam.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

a

Begitu tahu status Dita sebagai anggota keluarga kerajaan, penjaga pun langsung membukakan pintu VVIP dan mengizinkan mereka untuk masuk. Momen-momen ini langsung mengundang decak kagum dari member lainnya di program tersebut.

"Wah kamu beneran anak raja," ucap seorang member. Begitu pula dengan warganet yang menonton program tersebut. Meski sedang flexing, Dita tetap terlihat imut dan tidak menyebalkan.

"Itu member yang lain pasti terkagum-kagum dengan yang namanya "the power of orang dalam"," komentar seorang warganet.

"Dia flexing tapi gk bikin illfeel, malah lucu sama seneng bngt liatnya hahaha," sebut warganet lain.

"Keturunan raja jadi idol 😭 dita doang keknya 🤣,” ujar warganet yang lain.

"Semoga bsa secepat nya di upload full episode di ytb KBS, biar yg msh meragukan Dita itu keturunan kerajaan bsa ikut nonton jg 😊,” timpal warganet lainnya.

Beberapa waktu lalu syuting program Pick Me Trip in Bali yang diproduksi Korea Selatan dikabarkan berbuntut panjang. Nama Dita Karang atau Dita Secret Number hingga Hyoyeon SNSD dilaporkan ditahan, dilarang meninggalkan Bali karena syuting dilakukan tanpa izin.

3 dari 4 halaman

a

Namun para pemain dan kru program Pick Me Trip in Bali sudah dibolehkan untuk pulang dan kembali ke negaranya. Informasi itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Tjok Bagus Pemayun dalam The Weekly Bried yang digelar secara hybrid di jakarta, Senin, 29 April 2024.

"Para pemain dan kru tidak ada yang ditahan dan mereja sudah pulang. Hanya penanggung jawab acara yang masih berada di Bali untuk mengurus permasalahan izin ini karena mereka terkena sanksi administratif," ungkap Tjok Bagus Pemayun.

Salah satu artis yang dikabarkan sudah tiba kembali di Korea adalah Bomi Apink yaitu pada Sabtu, 27 April 2024. "Bomi telah tiba di Korea dengan selamat," tulis akun Twitter atau X, @bomi_mic pada Sabtu.

Di sisi lain, Pemayun mengakui program tersebut merupakan promosi gratis bagi pariwisata Korea. Meski begitu soal perizinan harus mengikuti aturan yang ada. Menurut Tjok Bagus, penanggung jawab program sebenarnya sudah mengajukan izin untuk syuting di Bali pada pihak KBRI di Seoul, Korea Selatan untuk mendapatkan izin syuting dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), tapi ada ketentuan yang tidak mereka laksanakan.

4 dari 4 halaman

a

"Kalau izin untuk syuting sudah didapat dari Kemendikbudristek, tapi ternyata mereka tidak mengajukan visa khusus untuk keperluan syuting yang tentu saja berbeda dengan visa untuk wisata. Jadi itu yang membuat mereka kena masalah," jelasnya.

Tjok Bagus menambahkan, ada jenis visa tersendiri bagi warga negara asing (WNA) yang ingin mengambil gambar atau syuting di Indonesia untuk pembuatan film atau program televisi,m yaitu visa indeks C13 (single entry) dan D14 (multiple entry). Visa yang diterbitkan oleh Dirjen Imigrasi itu dan dapat diajukan secara online melalui laman evisa.imigrasi.go.id.

"Prosesnya memang sudah dipemudah oleh Dirjen Imigarasi dan visa khusus ini bisa diajukan secara online," sambungnya. Hal itu juga diakui oleh Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama, Nia Niscaya.

Ia mengakui syuting program tersebut bisa berdampak positif terutama bagi pariwisata Indonesia. Meski begitu, para WNA yang melalukan syuting di Indonesia harus memiliki izin termasuk visa untuk keperluan syuting.

"Jadi para pemain dan kru Pick Me Trip in Bali ini sudah pulang, ada yang di tanggal 26 (April) dan ada yang di tanggal 27 (April) kenarin. Kita tentunya mendukung usaha yang dilakukan negara lain untuk mempromosikan pariwisata Indonesia termasuk Bali, tapi tetap harus mengikuti prosedur perizinan yang sudah ditetapkan," ujar Nia.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.