Lelang Barang Pribadi Ratu Elizabeth II, SIM Militer hingga Pakaian Dalam

Lelang barang pribadi mendiang Ratu Elizabeth II akan digelar pada 8--9 November 2022.

Diperbarui 04 November 2022, 11:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah lelang barang-barang pribadi mendiang Ratu Elizabeth II akan digelar pada 8--9 November 2022. Penggemar kerajaan dapat memperoleh sepotong barang bersejarah unik, termasuk pakaian dalam berenda Ratu yang akan dijual dengan harga yang sangat mahal.

Rumah lelang Reeman Dansie Auctioneers di Colchester, Inggris, berharap bisa mendapatkan hampir dua ribu dolar AS (sekitarRp31,4 juta) atau lebih untuk salah satu rok satin merah muda Ratu Elizabeth II dari tahun 1950-an, yang disulam dengan inisialnya, "ER." Rok itu awalnya dibeli di pesta taman amal di Euston Hall di Suffolk. 

Mengutip dari NYPOST, Jumat (4/11/2022), gaun itu akhirnya diberikan pada Ann Fortune FitzRoy, yang juga menjabat sebagai Lady of the Bedchamber dan menghadiri penobatan Ratu Elizabeth II. Barang lain yang akan dilelang adalah surat izin mengemudi militernya yang digunakan selama Perang Dunia II.

Juga, koleksi foto-foto dari karier militer Ratu. Saat itu, Ratu Elizabeth II jadi anggota aktif Angkatan Bersenjata Kerajaan Inggris. Pada 1945, Elizabeth adalah anggota wanita pertama dari keluarga kerajaan yang bertugas di angkatan bersenjata.

Lisensi itu dikeluarkan ketika ia masih jadi Putri Elizabeth, yang ditandatangani dan diberi tanggal secara pribadi olehnya pada 1 Maret 1945. Kartu dilengkapi dengan tulisan tangan tentang layanannya dan foto-foto dari instruktur mengemudinya di Auxiliary Territorial Service, mendiang Mayor Violet Wellesley.

Kartu Lisensi Menyetir

Di kartu lisensi mengemudi Ratu juga tertera bahwa Yang Mulia Putri Elizabeth memiliki tinggi 5 kaki, 3 inci, bermata biru dan memiliki rambut coklat muda. Benda itu ditaksir akan dilepas sekitar 2.200 dolar AS atau lebih.

Benda-benda lain termasuk sederet kartu Natal yang ditandatangani keluarga kerajaan selama beberapa dekade. Harganya berkisar dari sekitar 57 hingga 220 dolar AS (setara Rp897 ribu hingga Rp3,4 juta).

Penguasa yang meninggal pada 8 September 2022 dalam usia 96 tahun itu juga memiliki sebuah gips seukuran tangan Putri Diana yang juga akan dimasukkan dalam koleksi lelang. Benda ini diharapkan bisa dijual hingga 46 ribu dolar AS atau setara Rp724 juta.

Gips tangan sepanjang 24cm itu dibuat pematung Kroasia Oscar Nemon, yang sering bekerja dengan anggota keluarga kerajaan Inggris lainnya, termasuk mendiang Ratu. Ia menempa model tangan kiri Diana tepat sebelum kematiannya pada 1985 dan delapan tahun sebelum kematian tragis sang putri. Rumah lelang menyebut potongan itu "sangat langka dan diyakini unik."

Koleksi Ratu Lainnya

Ratu Elizabeth II dikenal sebagai pemilik barang koleksi seni terbanyak di dunia. Sebagian dari barang koleksi itu berkaitan dengan Kerajaan Inggris.

Koleksi barang-barang tersebut dikelola Royal Collection Trust (RCT). Itu adalah badan amal yang memelihara koleksi seni monarki dan didanai dari penerimaan pengunjung ke istana kerajaan.

Belum lama ini mereka mengurasi benda-benda seni yang dianggap menyinggung soal ras, perbudakan, kedikdatoran, dan disabilitas. Entah kebetulan atau tidak, keluarga Kerajaan Inggris mendapat tekanan tentang masa lalu mereka yang dinilai berkaitan dengan isu-isu tersebut, terutama perbudakan.

Barang-barang yang dianggap menghubungkan pihak kerajaan Inggris dengan keempat isu tersebut bakal disingkirkan, diremajakan, atau diubah jadi lebih modern. Dilansir dari The Sun, selama setahun terakhir, ada lebih dari 2.500 lukisan, foto, dan karya seni lain, termasuk yang dipajang di Istana Buckingham dan Kastil Windsor, telah dikurasi.

Hasinya, beberapa koleksi dianggap dapat menyinggung atau memprovokasi pihak-pihak tertentu. sehingga perlu dicabut atau diubah.

Koleksi Foto

Sementara, salah satu sumber mengatakan, untuk beberapa barang, mereka hanya mengubah nama atau keterangannya jadi terkesan lebih modern agar tidak menyudutkan pihak kerajaan. Tapi kabarnya mereka menyertakan foto Sir Thomas Picton yang dijuluki "The Hero of Waterloo" yang dikaitkan dengan perdagangan budak dalam daftar kurasi.

Lalu, ada tulisan karya seniman Italia Domenichino yang diubah dari "Epileptic Boy (bocah epilepsy)" menjadi "Boy with Epilepsy (Bocah dengan Epilepsy)." Koleksi lain yang masuk daftar kurasi adalah sekitar 1.500 foto bertema Imperium Britania yang memperlihatkan perjalanan Pangeran Edward dari Waes ke India pada 1921 yang jadi negara jajahan mereka. Koleksi ini disingkirkan karena dikhawatirkan bisa menyinggung pihak-pihak tertentu.

Para kurator mengungkap, mereka butuh riset lebih lanjut untuk mengurasi sejumlah foto, termasuk potret sekelompok pria di Singapura pada 1901 dan tamu dari Tiebt di Calcutta Turf Club pada 1905. Potret lain yang juga dinilai berpotensi jadi polemik, yaitu potret mantan Menteri Dalam Negeri Inggris Henry Dundas yang pernah menunda aturan penghapusan perbudakan. Hal serupa juga akan terjadi pada potret mantan Perdana Menteri Inggris Sir Robert Peel yang anti-penghapusan perbudakan dan William Beckford yang pernah memiliki budak.