Sukses

Roti Gandum, Roti Tawar, atau Sourdough, Mana yang Paling Sehat?

Liputan6.com, Jakarta - Siapa tidak tahu roti? Kendati jadi favorit banyak orang, makanan ini telah berkali-kali dipertanyakan nutrisinya. Terlebih, ada beberapa diet harian yang secara ekstrem memotong tingkat konsumsi roti dan karbohidrat.

Melansir CNN, Selasa, 27 September 2022, setidaknya itulah yang ditemui Natalie Mokari, ahli diet yang berbasis di Charlotte, North Carolina, Amerika Serikat (AS). Ia berkata, "Saya melihat banyak klien yang berpikir mereka tidak boleh makan roti, padahal roti adalah sumber biji-bijian yang bagus."

Ia menegaskan bahwa roti dapat jadi bagian dari diet seimbang. "Karbohidrat sangat penting untuk kesehatan yang baik," katanya. Ini bisa jadi ide yang baik untuk mendapatkan dua hingga tiga porsi biji-bijian setiap hari, yang dapat ditemukan dalam roti.

Konsumsinya dapat mencegah diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, serta kanker kolorektal, pankreas, dan lambung, menurut sebuah studi tahun 2017. "Kita membutuhkan karbohidrat untuk berfungsi sebagaimana mestinya," kata Mokari.

Ia menjelaskan bahwa karbohidrat adalah makanan otak. "Jika diperhatikan, setiap kali Anda tidak makan makanan mengandung karbohidrat, Anda merasa sangat lesu, Anda mungkin tidak dapat berpikir jernih. Secara keseluruhan, Anda tidak memiliki banyak energi."

Jika mencari roti yang paling sehat, ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, seperti jenis apa yang Anda beli. Juga, apa yang Anda makan dengannya, dan seberapa seimbang hubungan Anda dengannya, kata Mokari. Dalam ulasan kali ini, tiga jenis roti: roti gandum, roti tawar, dan sourdough, pun dibandingkan. Mana yang lebih sehat?

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Mana Paling Sehat?

"Penting untuk menentukan tujuan kesehatan Anda," kata Steph Grasso, ahli diet berbasis di Washington, DC. "Apa artinya sehat?"

Roti gandum menawarkan lebih banyak vitamin, biji-bijian, dan serat. Mokari juga menyebut roti jenis ini berdampak lebih sedikit negatif pada gula darah, yang dapat membantu orang yang memiliki resistensi insulin. Namun, ia juga tidak sepenuhnya menghalangi konsumsi roti tawar.

"Jika Anda memecahnya dan meletakkan labelnya berdampingan (roti gandum dan roti tawar), mereka tidak terlalu berbeda," katanya.

Bagi mereka yang memiliki kekhawatiran tentang kesehatan usus atau yang ingin menangkap rasa roti putih tanpa tingkat pemurnian yang sama, Mokari menyarankan untuk mencoba sourdough. Sourdough difermentasi, sebuah proses yang dapat membantu usus mikrobioma.

Di luar jenis roti, Mokari merekomendasikan untuk melihat cara pembuatannya. Carilah bahan-bahan sederhana, seperti tepung, air, garam, dan ragi, katanya, terutama karena gula dan natrium yang lebih tinggi mudah dimasukkan ke dalam produk roti.

 

3 dari 4 halaman

Bagaimana dengan Diet atau Roti Rendah Karbohidrat?

Jika mencari lebih banyak serat, biji-bijian utuh adalah cara yang tepat, kata Grasso. Demi menghindari label yang menyesatkan, periksa daftar bahan, dengan kata pertama harus "utuh" jika itu benar-benar roti gandum, tambahnya.

Untuk sedikit tambahan serat, carilah roti dengan biji di bagian kulitnya, kata Grasso. Jika memungkinkan, ia menyarankan untuk membeli dari toko roti lokal dapat membantu Anda menemukan roti segar berkualitas baik dengan bahan-bahan sederhana.

Bagaimana dengan diet atau roti rendah karbohidrat? Mokari bukan penggemar makanan itu. Mereka biasanya memiliki lebih banyak bahan tambahan dan tidak perlu untuk membuatnya terasa lebih enak, katanya.

"Tapi, saya menghormati keinginan orang jika mereka benar-benar merasa bahwa rendah karbohidrat adalah yang terbaik untuk mereka," katanya.

Mengingat jarang orang hanya makan roti saja, jadi penting untuk memikirkan nutrisi dari seluruh makanan. Jika khawatir dengan gula darah, roti bisa jadi bagian dari makanan seimbang jika Anda menambahkan lemak dan protein yang sehat, kata Mokari.

Misalnya, jika membuat sarapan, coba padukan roti panggang dengan telur, alpukat, atau selai kacang, tambahnya. "Ini tentang keseimbangan," kata Grasso. "Pada akhirnya itu (karbohidrat) akan memberi Anda energi. Itu akan membuat Anda merasa baik."

4 dari 4 halaman

Mengubah Stigma

Lebih dari menemukan label bahan terbaik, penting untuk mengetahui apa yang cocok untuk Anda, kata Grasso. "Mahal tidak berarti selalu lebih baik,” kata Grasso.

Jika menyukai roti, makanlah dengan cara yang Anda sukai, karena membatasi diri dari makanan yang Anda sukai dapat jadi bumerang. "Sama seperti apa pun, semakin Anda membatasi, semakin Anda menginginkannya," kata Mokari.

Mungkin ada beberapa kecemasan seputar makanan kaya karbohidrat seperti roti, karena budaya diet telah membuat banyak orang berpikir bahwa itu membuat orang bertambah gemuk, kata Grasso. Tapi, karbohidrat memiliki tujuan yang penting, dan tanpanya Anda mungkin akan merasa lesu dan mudah tersinggung, tambahnya.

"Singkirkan stigma itu dari roti dan makanan berkarbohidrat lain yang dianggap jahat dan sertakan itu sebagai bagian dari diet seimbang,” kata Mokari.

"Anda harus merawat tubuh Anda dengan baik," kata Grasso. "Lebih sehat untuk memiliki pola pikir yang tidak membatasi dan menyeimbangkannya sepanjang hari Anda."

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.