Sukses

Awal Mula Pesulap Merah Bongkar Ilmu Kedukunan, dari Santet hingga Pelet

Liputan6.com, Jakarta - Marcel Radhival atau yang dikenal dengan Pesulap Merah baru-baru ini sukses menyedot perhatian publik. Pria berusia 26 tahun tersebut sempat viral di jagat maya setelah membongkar ilmu sulap Gus Samsudin.

Namun jauh sebelum itu, Marcel Radhival tahun lalu sempat membongkar terkait ilmu kedukunan. Pesulap ini menganggap bahwa ilmu yang dipraktekan dukun hanya bohong belaka.

"Kalau kita ngaku ini sulap dianggap bohong, sulap itu mainan anak-anak, padahal kalau kita lihat dukun-dukun jual jimat juga mainan anak-anak, bohongan," kata Marcel dikutip dari channel YouTube TonightShowNet, Rabu (3/8/2022).

Ia mengaku tak jarang mendapat ancaman karena membongkar ilmu kedukunan. "'Kalau misalnya besok lu masih bongkar rahasia dukun, perut lu isinya paku semua'" ungkapnya memeragakan kembali ancaman yang didapatkan.

"Gue tambahin 'ya udah ditunggu kalau bisa pakunya sekilo biar gue bisa jual'" balasnya atas ancaman tersebut.

Awalnya, Marcel mulai menguak ilmu kedukunan karena sempat booming sebuah acara bakat televisi Indonesia yang menandingkan kemampuan para pesulap sekitar 2009 lalu. Namun ia menyebut bahwa acara ini dan sulap mulai meredup pada 2012.

"Itu banyak teman-teman pesulap gue pindah ke perdukunan. Akhirnya gue cari tahu jangan-jangan dunia perdukunan beneran pakai jin, ada enggak sih? Gue pelajari semua tentang perdukunan dari mulai santet, pelet," terang Marcel Radhival. "Sampai saat ini pembuktian santet yang kiriman ada benda di dalam tubuh enggak ada pembuktiannya sampai saat ini."

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Alat-Alat Dukun

Pesulap Merah juga membawa beberapa 'alat-alat' yang biasa digunakan dalam praktik dukun. Pertama adalah kantupadang macan yang disebut-sebut menurut kepercayaan sebagian orang dapat membuat seseorang berlari cepat.

"Zaman dulu dipakai sebelum ada kendaraan katanya pakai ini buat keluar kota. Ini di toko alat dukun banyak dijual, ini yang palsunya dan terbuat dari kulit kambing," ujarnya.

Marcel menambahkan, "Jadi memang alat-alat dukun zaman sekarang kebanyakan yang palsu, karena yang asli pun enggak ada efek apa-apa."

Alat kedua adalah tasbih yang dikatakan Marcel biasanya digunakan dukun-dukun berkedok agama. "Dukun-dukun sekarang kalau ngaku dukun enggak ada yang percaya, makanya mereka ngakunya berkedok agama biar dianggapnya ilmu baik," lanjutnya.

Ia pun mempraktikkan tasbih ini biasanya dicelupkan ke air hangat dan air akan berubah warna menjadi merah. Biasanya, dukun seakan-akan akan doa dan mencelupkan tasbih tersebut.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Bicara soal Pelet

"Ini terbuat dari kayu secang, yang biasa dipakai bir pletok dan kalau dipakai lama-lama habis (warnanya). Kayu secang ada khasiat kesehatannya sendiri. Ini diminum sama pasien dibilangnya air doa," ungkap Pesulap Merah.

Marcel menjelaskan melalui hal yang ia kuak ini, ia pada prinsipnya ingin menolong orang yang ingin ditolong. "Kalau emang lo lebih nyaman ditipu ya terserah lo," katanya.

Selain itu, alat dukun ketiga yang dibawanya adalah semar mesem. Ia menyampaikan bahwa semar mesem menjadi yang paling terkenal di Indonesia, bahkan sampai dibuatkan lagu.

"Semar mesem mitosnya bisa buat pelet, membuat lawan jenis tertarik," tambah Marcel. "Sebenarnya ini merchandise untuk penggemarnya semar."

Semar, dikatakan Marcel, dikenal sebagai raja jin di dalam cerita wayang. "Dengan badannya yang terlihat gendut, tapi dia dikenalnya di cerita wayangnya itu kalau turun ke Bumi disukai banyak wanita," kata. Pesulap Merah ini mengungkapkan bahwa sebenarnya pelet itu digunakan oleh mereka yang kurang percaya diri.

4 dari 4 halaman

Semar Mesem

"Yang tadinya malu, dikasih ini (semar mesem) sama dukunnya jadi pede, setiap manusia punya believe system atau sistem kepercayaan bisa mengubah kenyataan, cara berpikir akan mengubah tindakan, tindakan akan mengubah kebiasaan, kebiasaan akan mengubah karakter, karakter akan mengubah kenyataan," terang Pesulap Merah

Di toko alat dukun, disebutnya, semar mesem dijual sekitar Rp10 ribu--Rp30 ribu. Selain itu, ada pula alat wesi kuning yang dipercaya dapat membuat kebal.

Marcel bahkan memeragakan 'menggunting' lengannya dengan gunting. Namun, tak tampak bekas luka setelah ia melakukannya.

Ia pun membocorkan alasan di balik hal itu bisa terjadi dan trik menggunakannya. "Gunting tajam kalau atas dan bawahnya kena," terangnya.

Sementara, melalui akun TikTok rannoentertainment, Pesulap Merah menunjukkan aslinya. Ia tampak menanggalkan celana, jas merah, sampai rambut palsu merah yang kerap ia kenalkan ketika tampil.

"wajah asli pesulap merah yang bikin para dukun ketar ketir," demikian bunyi keterangan Pesulap Merah dalam unggahan tersebut.