Sukses

18 Pemenang e-Kuliner Awards 2022, Ada Pengusaha Pempek hingga Pie Susu

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 18 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kuliner online memboyong penghargaan eKuliner Awards 2022 dari Paxel, Kamis, 28 Juli 2022. Ke-18 UMKM kuliner online tersebut mencatatkan jumlah transaksi terbesar dari 10 kota di Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Magelang, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya, dan Denpasar selama periode 1 Juli 2021 hingga 30 Juni 2022.

eKuliner Awards 2022 merupakan bentuk dukungan Paxel pada UMKM kuliner di Tanah Air untuk kembali bangkit di masa pemulihan pandemi. Ajang bergengsi tersebut juga turut didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Ada enam kategori dalam eKuliner Awards 2022 yakni:

1. Kuliner makanan beku dari kota besar utama

2. Kuliner makanan segar dari kota besar utama

3. Kuliner makanan tahan lama dari kota besar utama

4. Kuliner makanan beku dari kota besar lainnya

5. Kuliner makanan segar dari kota besar lainnya

6. Kuliner makanan tahan lama dari kota besar lainnya.

Co-Founder Paxel Zaldy Ilham Masita mengatakan peserta eKuliner Awards kali ini lebih beragam dibandingkan dalam ajang yang sama pada tahun sebelumnya dan tidak hanya bersal dari kota-kota besar utama.

"Pesertanya lebih beragam dari tahun lalu. Kalau kita lihat yang 102 itu kan sudah mulai tersebar di kota-kota Tier 2. Kalau dulu kan di kota-kota besar utama semua, sekarang di kota-kota Tier II dan kita lihat secara volumenya mereka hampir 60 persen lebih tinggi dibanding tahun lalu," tutur Zaldy di Gedung Sapta Pesona, Jakarta. 

Menurut Zaldi, kenaikan omzet UMKM kuliner lewat penjualan online menjadi bukti bahwa pelaku bisnis kuliner saat ini sudah mulai sadar pentingnya melek digital. Mereka juga mendapati bahwa permintaan produk kuliner banyak yang berasal dari kota-kota besar, seperti Jabodetabek, membantu ekonomi di daerah.

"Dari data Paxel, adanya kenaikan omzet para pemenang eKuliner 2021 senilai 56 persen. Ini menjelaskan secara tidak langsung bahwa UMKM kuliner di daerah sudah mampu bersaing melalui platform online," ujarnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Daftar Juara

Berikut daftar UMKM Kuliner Online pemenang penghargaan “eKuliner Awards 2022”:

1. Spencer Almond Milk – Kuliner makanan beku dari Surabaya

2. Pempek Natasya – Kuliner makanan beku dari Jakarta

3. Bakwan Sowan – Kuliner makanan beku dari Surabaya

4. Lembayung Strawberry – Kuliner makanan segar dari Bandung

5. Spikoe Resep Kuno – Kuliner makanan segar dari Surabaya

6. Bogor Raincake – Kuliner makanan segar dari Bogor

7. Empal Si Babah – Kuliner makanan tahan lama dari Bogor

8. Asinan Gedong Dalam – Kuliner makanan tahan lama dari Bogor

9. Roti Unyil – Kuliner makanan tahan lama dari Bogor

10. Asla Bird Nest – Kuliner makanan beku dari Semarang

11. Tahu Baxo Bu Pudji – Kuliner makanan beku dari Semarang

12. Ayam Pio – Kuliner makanan beku dari Solo

13. Semusim Petai – Kuliner makanan segar dari Malang

14. Poffen – Kuliner makanan segar dari Magelang

15. Lunpia Cikmeme – Kuliner makanan segar dari Semarang

16. Roti Sisir Jogja – Kuliner makanan tahan lama dari Yogyakarta

17. Pia Agung – Kuliner makanan tahan lama dari Denpasar

18. Pie Susu Asli Enaaak - Kuliner makanan tahan lama dari Denpasar.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Apresiasi Menparekraf Sandi Uno

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengapresiasi eKuliner Awards yang digagas Paxel. Menurutnya, upaya membangkitkan kembali perekonomian masyarakat pasca-pandemi adalah melalui produk UMKM kreatif seperti kuliner yang relatif mudah dan cepat berkembang.

"Selama pandemi, usaha kuliner terbukti dapat bertahan, bahkan bisa berkembang, mampu menggerakkan perekonomian bahkan menyerap tenaga kerja paling banyak. Saya secara khusus mengapresiasi ajang penghargaan 'eKuliner Awards 2022' sebagai upaya pulih bersama mengembalikan semangat pelaku UMKM di Indonesia untuk masuk ke dunia digital dalam memasarkan produknya," ujar Sandi.

Dia berharap, para juara produk UMKM kreatif lahir dari eKuliner Awards dan produknya bisa mendunia sehingga dapat menjadi lokomotif pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pasca-pandemi. "Ujungnya adalah pemberdayaan masyarakat dan UMKM, yang dapat membuka peluang usaha dan lapangan kerja seluas-luasnya demi kebangkitan ekonomi nasional," tambahnya.

Sandi berharap eKuliner Awards 2022 dapat mendukung 'Indonesia Spice Up the World' yang merupakan program pemerintah dalam upaya meningkatkan pemasaran produk bumbu atau pangan olahan dan rempah Indonesia, terutama untuk pasar Afrika, Australia, dan negara potensial lainnya. Program itu juga diharapkan dapat mengembangkan dan menguatkan restoran Indonesia di luar negeri, sebagai bagian dari gastrodiplomasi restoran.

"Kalau China punya one belt one road, kita punya Indonesia Spice Up the World. Tujuannya bahwa ada 4.000 restoran Indonesia yang bisa menjadi mitra kita di luar negeri, diaspora kita, yang Insya Allah nanti akan lebih mampu memperkenalkan kuliner-kuliner kebanggaan nusantara," kata Sandiaga.

 

4 dari 4 halaman

Kenaikan Jumlah Pelaku Usaha Kuliner

Sandi berharap penghargaan itu semakin meningkatkan semangat inovasi, adaptasi, dan kolaborasi pelaku UMKM kuliner dalam mengembangkan usaha yang salah satunya dapat dilakukan dengan masuk ke dunia digital. Penjualan dan promosi secara online, kata Menparekraf, terbukti efektif meningkatkan potensi kenaikan omzet UMKM kuliner.

"Total subsektor kuliner menyumbang 41 persen dari total kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDB nasional. Namun untuk ekspor, kuliner masih posisi ketiga. Pertama masih fesyen dan kedua kriya, tapi ke depan kita dorong dengan industri 4.0. Kita ingin pemasaran bukan hanya di seluruh Indonesia tapi juga dunia dengan aman, mudah, dan cepat," kata Menparekraf.

Biaya logistik, kata Sandiaga, menjadi salah satu kendala yang dihadapi pelaku usaha kuliner dalam mengembangkan pemasaran. "Mudah-mudahan dengan kerja sama bersama ini, kita juga bisa menghadirkan solusi karena ini yang jadi keluhan dari pelaku UMKM," kata Sandiaga.

Sejak eKuliner Awards 2021, Paxel melihat peningkatan pertumbuhan UMKM yang positif. Hal ini diharapkan dapat mendorong program Indonesia Spice Up The World yang digaungkan oleh Pemerintah.

"Kami mencatat dalam ekosistem Paxel sendiri setidaknya ada kenaikan jumlah pelaku usaha kuliner sebesar 30 persen sejak 2021. Angka ini juga diikuti dengan penyerapan tenaga kerja dari sisi UMKM Kuliner sebesar enam juta pekerja. Hal ini sejalan dengan harapan Pemerintah yang mendorong UMKM go digital, guna meraih omzet yang semakin berlipat," tutur Zaldy.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS