Sukses

Billie Eilish Lebih Pilih Mati Ketimbang Tak Bisa Punya Anak

Liputan6.com, Jakarta - Musisi muda berbakat Billie Eilish kembali menyita perhatian publik. Hal itu lantaran Billie baru saja mengungkap pengakuan menarik dalam wawancara dengan sebuah media Inggris.

Ia menyebut lebih baik mati ketimbang tidak merasakan menjadi ibu, alias dirinya mau punya anak. Pernyataan ini tentu segera jadi bahan perbincangan publik dan viral di media sosial.

Dilansir dari laman Daily Mail, Rabu (22/6/2022), pernyataan ini diungkap Billie saat wawancara eksklusif dengan Sunday Times Magazine. Pada wawancaranya tersebut, ia memberi pandangan tentang anak-anak, terutama di Amerika Serikat (AS).

Awalnya, ia menyoroti peristiwa mengerikan yang terjadi di AS selama satu tahun terakhir.  Bukan hanya kekerasan pada anak-anak, tapi juga banyaknya penembakan massal di sekolah yang mencatat banyak korban jiwa.

Billie sendiri memang tidak pernah bersekolah di lembaga formal dan menghabiskan waktu dengan kakaknya, Fiennes, di rumah. Dibandingkan sekolah formal, orangtuanya lebh memilih homeshooling untuk anak-anak mereka.

Meski begitu, ia tetap merasa prihatin dengan apa yang dialamianak-anak sekolah di negaranya. Baginya, hal yang wajar jika banyak yang ketakutan untuk pergi ke sekolah sekarang ini.

"Mengapa tidak apa-apa untuk takut pergi ke sekolah? Kamu pergi ke sekolah dan bersiap untuk pengalaman traumatis yang mengubah hidup atau kematian. Apa? Siapa? Di mana logikanya?" tanya Billie.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Sudah Lama Ingin Jadi Ibu

Billie Eilish pun mengungkap bahwa dirinya sangat menyukai anak dan sejak lama ingin jadi seorang ibu. Meskipun masih berusia 20 tahun saat ini, ia tidak pernah mengubah keinginannya tersebut.

"Semakin tua saya, semakin mengalami banyak hal, saya hanya berpikir, apa yang akan saya lakukan ketika anak saya berpikir bahwa ini adalah hal yang benar untuk dilakukan dan saya, seperti, tidak, tidak! Dan mereka tidak mau mendengarkan saya. Tapi itu rasanya terjadi pada banyak orangtua," tutur Billie.

Baginya, menjadi seorang ibu adalah hal yang terpenting. "Aku lebih baik mati ketimbang tidak pernah menjadi ibu," lanjut Billie.

Billie sendiri mengaku sempat kesulitan berada jauh dari orangtuanya. Ia bahkan mengungkap dahulu tidur satu ranjang dengan orangtua dan kakaknya sampai usia 11 tahun. Billie mengakui bahwa saat itu ia kesulitan tidur sendiri.

3 dari 4 halaman

Tak Bisa Tidur Sendiri

Billie Eilish bercerita, ia merasa tak nyaman saat bangun dan mendapati orangtuanya tak ada di sisinya. Billie mengenang, ia akan berteriak sekencang mungkin sampai kedua orangtuanya menghampiri.

Penyanyi kelahiran Los Angeles, AS ini mengaku takut sendiri, terutama saat lampu dimatikan. Bulan lalu, ia juga mengungkap bahwa dirinya hidup dengan Sindrom Tourette (TS). Dilansir dari BBC, TS adalah suatu kondisi yang menyebabkan seseorang mengeluarkan suara dan gerakan tidak disengaja yang disebut tics, atau orang Indonesia menyebutnya latah.

Tics biasanya mulai terlihat selama masa kanak-kanak, tapi tics dan gejala lain biasanya membaik setelah beberapa tahun dan terkadang hilang sama sekali. Billie mengaku mengalami tics di depan kamera ketika berbicara di acara My Next Guest karya David Letterman di Netflix.

 

4 dari 4 halaman

Hilang Seiring Waktu

"Jika Anda merekam saya cukup lama, Anda akan melihat banyak tics," kata Billie Eilish, dilansir dari kanal Disabilitas Liputan6.com. Billie mengatakan selama wawancara bahwa ia tidak mengalami tics saat tampil dan beberapa tics tertentu telah hilang seiring waktu, tetapi yang lain masih terjadi secara teratur.

"Ini adalah hal-hal yang tidak akan pernah Anda sadari jika hanya mengobrol dengan saya," katanya, menambahkan, "Tapi bagi saya, itu sangat melelahkan."

Menurut Tourette's Action, lebih dari 300 ribu anak-anak dan orang dewasa hidup dengan TS di Inggris. Billie sendiri mengatakan dirinya sangat suka setiap membahas pengalamannya dengan TS, sekaligus mengaku bingung karenanya. Pasalnya, ia mengakui bahwa orang-orang tidak selalu bereaksi baik ketika ia mengalami tics.

"Cara paling umum orang bereaksi adalah mereka tertawa karena mereka pikir saya mencoba melucu. Saya selalu sangat tersinggung dengan itu," katanya.