Sukses

Tampil di Turki, Sederet Desainer Indonesia Boyong Koleksi Modest Fashion

Liputan6.com, Jakarta - Berbagai upaya dilakukan untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat modest fashion dunia. Ini dilakukan secara kolektif, baik oleh pihak pemerintah maupun swasta.

Para desainer pun mencoba go international agar label lokal makin diakui. Yang terkini, Istanbul, Turki, jadi salah satu tujuan perhelatan fashion show bagi para desainer Indonesia. #Markamarie, sebagai salah satu penggerak industri modest fashion, juga sempat menggelar Modest Fashion Day di Kazan, Tatarstan, dan Rusia, April 2022.

Kini, mereka menggelar acara bertajuk "Togethere Summit: The Royal Experience" di Istanbul,  Turki, menurut keterangannya pada Liputan6.com, baru-baru ini. Sebanyak 22 desainer Indonesia dan Turki yang memamerkan koleksi berkonsep modest fashion yang elegan ala keluarga kerajaan.

Pemilihan konsep ini bertujuan menawarkan visual mewah agar bisa meningkatkan gairah industri fesyen modest. Konsep baru yang segar ini memfokuskan diri pada branding dan networking antar pelaku modest wear.

Togethere Summit sebelumnya diadakan pertama kali pada Desember 2021 secara virtual dengan 100 brand dari tujuh negara sebagai peserta, dan kala itu berhasil meraih banyak atensi. Tahun ini, #Markamarie memberanikan diri menggelar acara secara offline di dua kota sekaligus: Istanbul dan Paris. "Togethere Summit: The Royal Experience Paris" akan diadakan di akhir 2022.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Bukan Tren Semata

Brand yang ikut serta antara lain Jawhara Syari, Maisyara, Qnanz, Restu Pratiwi, Sarkis, Qaireena Hijab, PJ by Pipik Juliana, Mustbe Hijab, Mauza, Jawhara, Ready To Wear, Khazzanah X Sahla, Ar Rafi Premium, Aurakay Syari, Elin Merlin, Joza, Kaluna by Ika Rafika, Kayunie Premium, Khanza Maryam, MasnuAsrt Bride by Pinar Pehlivan (Turki), Al Tatari (Turki), dan FIDDA (Turki).

"Kalimat 'Royal Experience' identik dengan sesuatu yang indah. Dasar event ini adalah kolaborasi, yang merupakan sesuatu yang indah," terang Franka Soeria, co-founder #Markamarie yang juga dikenal sebagai modest fashion expert.

Ia menyambung, "Kami berharap masa depan industri ini juga indah, baik, sehingga industri modest fashion bisa bertahan hingga masa nanti. Bukan hanya tren semata."

Acara di Istanbul, Turki ini menghadirkan banyak nama baru dari Indonesia, yang semuanya telah melalui proses kurasi dan pendampingan. "Kami ingin membuka akses yang lebih setara buat semua pihak, baik brand yang sudah matang seperti Jawhara Syari maupun (jenama) baru. Banyak brand ingin mendapatkan kesempatan untuk bisa tampil di luar negeri dan bersanding dengan brand luar negeri," tutur Franka.

3 dari 4 halaman

Punya Potensi

Franka berkata, "Mereka punya potensi. Hanya butuh dibimbing dan diberi kesempatan. Kami akan dukung siapa pun yang ingin maju karena sudah sepatutnya begitu."

Dengan dukungan Altier Fashion & Beauty Academy, Majorette Ventures, Jawhara Syari, Sumatra Highlands, dan Council of Modest Fashion, Togethere Summit: The Royal Experience bertujuan menawarkan aura baru di acara modest fashion. Event yang diadakan di salah satu hotel di Istanbul ini juga ditayangkan secara live di kanal Youtube Togethere Summit.

Sebelum ini, tepatnya pada Maret lalu, sejumlah koleksi anak bangsa tampil di Indonesia Modest Fashion Day yang memamerkan karya dari 18 desainer maupun merek Indonesia. Acara fesyen yang digelar di Dubai Expo 2020 pada 13 Maret 2022 ini juga menghadirkan dua brand Uni Emirat Arab (UEA).

Gelaran ini berlangsung di depan Paviliun Indonesia guna merayakan keberagaman wastra Indonesia dan budayanya. Acara ini merupakan bagian dari Bank Indonesia Special Week at Expo 2020 dan Road to G20 Presidency of Indonesia 2022.

4 dari 4 halaman

Membangun Ekosistem

Bank Indonesia sebagai salah satu pendukung bisnis syariah di Indonesia menciptakan Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia sebagai platform untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan di sektor muslim, modest fashion, serta makanan dan minuman halal.

IKRA Indonesia sendiri diinisiasi Bank Indonesia dan Vivi Zubedi Indonesia Foundation. Sinergi ini guna pengembangan bisnis syariah secara holistik, penguatan branding, sertifikasi, akses pembiayaan, serta pengadaan pasar lokal dan internasional.

Peragaan busana menyuguhkan womenswear dan menswear dari berbagai penjuru Indonesia, yakni Wearing Klamby, Itang Yunasz, dan para anggota IKRA: Tethuna, Roemah Kebaya Vielga, Thiffa Qaisty, Ija Kroeng, Fatih Indonesia, Bermock, Tenun Gaya by Wignyo, Lamops, Rorokenes Indonesia, Pala Nusantara, dan Batik Chic.

Ada pula lima brand IKRA yang diikutsertakan untuk ekshibisi, yakni Anggia Syari, Sanet Sabintang, Ina Priyono, Gi Scarf by Tuty Adib, dan Charlie Bravo. Tampil pula dua brand UEA, yakni Dulce by Safiya dan Nuna Atelier, yang mengolah kain Nusantara dan memadankan koleksinya dengan aksesori buatan Indonesia.