Sukses

6 Oleh-Oleh Khas Garut yang Populer, dari Dodol sampai Batik

Liputan6.com, Jakarta - Jawa Barat punya banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya Garut. Kawasan yang dikenal sebagai Kota Dodol ini sudah dikenal sebagai tujuan wisata sejak awal abad ke-20.

Berkunjung ke kota Garut tak lengkap rasanya jika tidak membawa oleh-oleh makanan khasnya. Kota yang juga dijuluki Kota Intan itu menjadi incaran para wisatawan karena keindahan alamnya.

Selain itu, Garut juga memiliki berbagai oleh-oleh atau buah tangan yang unik dan legendaris untuk dibagikan kepada teman atau keluarga, termasuk di saat libur Lebaran seperti sekarang ini. Ada cukup banyak daftarnya. Liputan6.com merangkum enam di antaranya seperti dilansir dari berbagai sumber.

1. Dodol Garut

Salah satu oleh-oleh khas Garut yang sudah tidak diragukan lagi kepopulerannya yaitu Dodol Garut. Dodol Garut diproduksi pertama kali dengan skala produksi kecil rumahan di tahun 1800-an. Di zaman penjajahan Belanda, dodol Garut sudah terkenal luas dikalangan para meneer dan noni Belanda yang pandai membuatnya.

Tidak hanya terkenal di dalam negeri, produk oleh-oleh khas Garut yang satu ini ternyata telah mendunia dan berhasil diekspor ke berbagai negara. Beberapa negara itu seperti Malaysia, Singapura, bahkan merambah hingga ke Timur Tengah dan Eropa.

Rasa dan aroma yang khas tidak heran jika dodol Garut diminati berbagai wisatawan. Harga dodol Garut ini bervariatif tergantung macamnya yang berkisar antara Rp14 ribu/kg–Rp 28 ribu/kg.

2 dari 4 halaman

2. Bakso Aci

Oleh-oleh khas Garut berikutnya adalah Bakso Aci yang merupakan jajanan yang sudah lama populer di Jawa Barat. Jajanan ini berbentuk seperti bakso pada umumnya. Namun, tidak menggunakan daging dan terbuat dari tepung kanji atau aci.

Baso Aci memiliki tekstur yang lebih kenyal dan rasanya yang gurih. Tidak hanya bakso saja, tetapi terdapat isian lain yang biasa disajikan, seperti sukro, cuanki siomay, batagor kering, dan masih banyak lagi. Baso Aci dijual dengan kemasan yang bisa dibawa pulang dan tahan lama. Harganya pun terjangkau sekitar Rp15 ribu sampai Rp 30 ribu.

3. Emplod

Oleh-oleh khas Garut selanjutnya yaitu emplod. Emplod sendiri menurut bahasa Sunda artinya telur lewo. Tapi bukan berarti makanan ini terbuat dari telur lewo. Dinamakan emplod karena bentuknya yang bulat seperti telur.

Emplod berasal dari bahan dasar singkong yang digiling, kemudian diperas dan didiamkan hingga 24 jam. Setelah itu, adonan tersebut dicampur dengan parutan kelapa dan bumbu-bumbu lainnya. Lalu, adonan dibentuk bulat bulat kecil seperti kelereng.

Camilan ini biasanya disajikan dengan dua rasa yaitu rasa original dan rasa pedas. Emplod cocok untuk dijadikan oleh-oleh saat Lebaran bersama keluarga atau kerabat terdekat.

3 dari 4 halaman

4. Jeruk Garut

Berbeda dari jeruk pada umumnya, jeruk Garut memiliki ciri khasnya tersendiri yang membuat wisatawan ingin membawa buah ini sebagai oleh-oleh.

Jeruk garut sangat dicari konsumen karena rasa asamnya yang membuat segar dan buahnya yang besar. Penjualannya kebanyakan ke luar daerah seperti Jakarta, Bandung, dan Bogor.

Di Kota Garut sendiri banyak sekali pick-up truck yang nongkrong di pinggir jalan utama yang menjual jeruk Garut. Harganya pun beragam tergantung kualitasnya, yaitu sekitar Rp9.000–Rp10.000/kilogram.

4 dari 4 halaman

5. Dorokdok dan Kerupuk Kulit

Oleh-oleh khas Garut yang satu ini cocok untuk wisatawan yang mencari camilan asin. Camilan itu adalah Dorokdok dan Kerupuk Kulit. Keduanya berbeda bahan dasar pembuatannya. Dorokdok dibuat dari kulit sapi sedangkan kerupuk kulit dibuat dari kulit kerbau atau kulit sapi.

Kulit kerbau terbaik itu akan ditambahkan dengan berbagai rempah-rempah sehingga menghasilkan rasa yang lezat. Oleh oleh satu ini hanya mampu bertahan hingga satu minggu sehingga harus segera dikonsumsi. Harganya pun terjangkau yaitu sekitar Rp8.000an--Rp 10.000an.

6. Batik Garut

Selain camilan, batik Garut cocok untuk wisatawan yang ingin membawa buah tangan lainnya dengan perjalanan yang lama atau jauh. Batik yang satu ini punya ciri khasnya tersendiri dengan motif dan desain yang unik.

Awalnya, batik Garut berasal dari warisan nenek moyang yang berlangsung secara turun-temurun dan telah berkembang cukup lama sebelum masa kemerdekaan Indonesia. Hingga tahun 1945, batik Garut semakin populer dengan sebutan batik tulis garutan yang mengalami masa kejayaan antara tahun 1967 hingga 1985.

Proses pembuatannya pun bermacam-macam seperti batik tulis, batik cap, batik kombinasi tulis dan cap, dan batik lukis .Untuk motif batik Garutan terdapat 80an motif bahkan hingga ratusan dan memiliki ciri khasnya tersendiri dibandingkan dengan daerah penghasil batik lainnya. Harganya pun tergantung sesuai dengan jenisnya sekitar Rp50 ribu sampai Rp 200 ribu.  (Natalia Adinda)