Sukses

Menabrak Dinding Kaca yang Sangat Bersih, Seorang Pelanggan Diberikan Diskon dan Makanan Gratis

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pelanggan di Singapura menabrak dinding kaca yang mengelilingi restoran Putien di Raffles City karena permukaannya terlalu bersih. Saking bening, dinding kaca ini tidak menunjukkan bahwa itu sebenarnya penghalang untuk masuk dan keluar.

Insiden itu terjadi pada 1 Mei 2022 sekitar pukul 15.45, waktu setempat, menurut laporkan Shin Min Daily News, seperti dikutip dari Mothership, Minggu (8/5/2022). Wanita itu, yang diidentifikasi sebagai Xu, sedang dalam perjalanan ke toilet setelah memesan makanan di restoran tersebut.

Ia bertanya pada staf tentang ke mana harus pergi dan diarahkan ke arah keluar, lalu berbelok ke kanan. Pelanggan 53 tahun tersebut kemudian berjalan lurus ke dinding kaca. Karena insiden itu, wajahnya bengkak dan mulutnya berdarah.

Si pelanggan restoran bercerita bahwa itu merupakan pertama kalinya ia makan di restoran tersebut dan akhirnya terluka. Ia juga mengatakan pada surat kabar China tersebut, ia tidak berjalan sambil menggunakan ponselnya saat itu, tapi ia tetap tidak melihat dinding kaca menghalangi jalan.

"Manajer restoran datang untuk segera merawat luka saya dan meminta saya mencari perawatan medis di klinik sebelah, tapi saya pikir cedera itu tidak serius, jadi saya tidak pergi," tuturnya.

Sebagai kompensasi atas kejadian tersebut, pihak restoran meminta maaf, bahkan memberikan makanan gratis pada wanita itu. Putien juga memotong 10 persen dari total tagihan pelanggan tersebut.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Bersihnya Permukaan Dinding Kaca

Publikasi tersebut mengunjungi restoran yang dimaksud dan menemukan mobile retractable barricades ditempatkan di depan dinding kaca sebagai penghalang bagi pengunjung yang mungkin cenderung melewatkan permukaan tembus pandang.

Fotografer surat kabar juga mengambil foto dari dalam area restoran untuk menunjukkan betapa bersihnya permukaan dinding kaca tersebut. Restoran menjelaskan bahwa mobile retractable barricades tidak ada pada hari itu karena pemasok tidak dapat memasangnya tepat waktu karena masa libur nasional yang diperpanjang.

Putien juga mengatakan kursi biasanya akan ditempatkan di dekat dinding kaca, tapi dipindahkan karena lonjakan pelanggan selama periode liburan.

Sebelum ini, cerita pelanggan mendapat makanan gratis juga sempat beredar luas di jagat maya. Namun, itu bukan merupakan bentuk kompensasi dari kejadian kurang menyenangkan.

Kondisi yang seharusnya menyusahkan justru jadi sedikit menyenangkan bagi seorang pelanggan restoran hot pot di China. Kendati terjebak di tempat yang sama selama tiga hari, ia justru bisa mendapat makanan gratis, menurut laporan World of Buzz.

3 dari 4 halaman

Kronologi Kejadian

Kejadian tersebut berawal pada 18 Maret 2022, ketika pelanggan bernama Wang ini makan malam dengan empat teman lainnya di sebuah restoran hot pot setelah mereka bekerja sekitar pukul 22.30, menurut video Wu Tong. Tiga temannya pergi setelah selesai makan.

Tapi, Wang tinggal dengan satu teman karena sudah tidak lama bertemu dan ingin mengobrol lebih lama. Setelah mengobrol selama lebih dari 20 menit, mereka membayar tagihan dan turun untuk keluar dari gedung mal tempat restoran hot pot itu berada.

Namun, mereka dihentikan karena kasus COVID-19 baru terdeteksi dan orang yang positif telah mengunjungi restoran hot pot tersebut. Termasuk Wang dan temannya, ada lebih dari 10 staf dan 30--40 pelanggan yang terpaksa terjebak di restoran hot pot.

Untungnya, pemilik restoran sangat akomodatif karena mengizinkan semua pelanggan memakan hot pot secara gratis. Selain itu, mereka membagikan makan malam gratis pukul 3 pagi di malam pertama, dan makan siang yang juga dibagikan cuma-cuma.

4 dari 4 halaman

Lockdown Ketat

Meski ini tentu saja merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan, Wang berkata, "Saya sudah makan hot pot selama tiga hari sekarang dan saya tidak berpikir bisa memakannya lagi. Ini adalah pengalaman yang sangat nyata."

Sebagaimana diketahui, pendekatan China selalu cukup ketat dalam penanganan COVID-19. Ketika kasus baru terdeteksi, mereka akan segera menutup tempat-tempat yang pernah dikunjungi orang terinfeksi, bahkan jika ada orang di dalamnya.

Sejak Maret 2022, CNBC melaporkan, China daratan telah memerangi wabah COVID-19 varian Omicron yang sangat menular dengan menggunakan lockdown cepat dan pembatasan perjalanan. Strategi yang sama telah membantu Negeri Tirai Bambu dengan cepat kembali ke pertumbuhan pada 2020, sementara seluruh dunia berjuang menahan transmisi virus.

Sekarang, lockdown di Shanghai telah berlangsung selama lebih dari sebulan dengan hanya sedikit kemajuan menuju melanjutkan produksi penuh. Sementara itu, Beijing telah menutup sementara beberapa bisnis jasa untuk mengendalikan lonjakan kasus COVID-19 baru-baru ini.