Sukses

Seruan untuk Tidak Berolahraga di Batu Caves: Ini Adalah Kuil untuk Berdoa

Liputan6.com, Jakarta - Batu Caves telah jadi salah satu destinasi wajib kunjung ketika menyambangi Malaysia. Terlepas dari popularitasnya, seorang penunjung hendak mengingatkan bahwa pada dasarnya itu adalah "kuil untuk berdoa."

Says melaporkan, Selasa, 23 Februari 2022, pelampiasan kekesalan ini diungkap seorang pengunjung kuil setelah melihat sejulmlah orang berolahraga di tangga kuil yang berlokasi di Selangor tersebut. Lewat unggahan Facebook, ia mengatakan mengunjungi kuil terkenal Sri Subramaniam yang didedikasikan untuk dewa Hindu Dewa Murugan itu setiap hari Minggu.

Ia mengaku muak dengan orang-orang yang berolahraga di tempat ibadah. "Saya ke kuil setiap Minggu pagi dan hari ini saya benar-benar tidak bisa menerimanya," tulisnya, beberapa waktu lalu. Unggahan itu juga menyertakan foto orang-orang dengan pakaian olahraga menaiki 272 tangga multi-warna gua batu kapur yang terkenal.

"Harapannya semua orang bisa mengingat bahwa ini adalah kuil dan bukan tempat untuk jogging dan hiking," ia menambahkan.

Menurut si pengunjung kuil, pihak pengelola juga telah berusaha mengatasi masalah tersebut, namun belum ada perubahan yang terlihat. Ia menulis, "Saya pergi ke konter di sebelah tangga dan berbicara dengan salah satu wanita yang duduk di konter. Saya bertanya mengapa ada orang yang jogging di sini dan tidak ada tindakan yang diambil. Ini adalah kuil."

Sebagai tanggapan, manajemen mengatakan bahwa mereka secara pribadi telah memberi tahu banyak pelari dan pejalan kaki untuk tidak berolahraga di daerah tersebut, tapi semua orang masih melanjutkannya. Pengguna Facebook itu mengatakan ia menyarankan kuil untuk memasang papan pemberitahuan tentang perilaku tidak pantas.

"Semoga manajemen akan melakukan sesuatu untuk ini. Jangan lupa bahwa ini adalah kuil kami dan untuk kami berdoa!" ia menegaskan.

Unggahan tersebut telah dibagikan lebih dari 2,5 ribu kali, dengan warganet memberi beragam tanggapan terkait masalah ini. Beberapa mendukung pandangan si pengunjung kuil dan meminta penghormatan terhadap tempat ibadah.

Sementara yang lain mengatakan mereka tidak memiliki masalah dengan orang-orang yang menggunakan tangga kuil untuk berolahraga karena ini adalah ruang publik. "Ya, saya juga tidak setuju. Itu tempat untuk berdoa, bukan tempat untuk jogging dan menurunkan berat badan. Cari tempat yang layak. Hargai orang lain," komentar seorang pengguna.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Ragam Komentar

Seorang warganet berkomentar, "Apakah Malaysia sekecil itu? Apakah benar-benar tidak ada tempat lain untuk jogging?" Ada juga yang menulis, "Saya seorang Hindu. Saya tidak tahu Tuhan atau kitab suci atau hukum suci mana pun yang melarang berlari naik dan turun tangga kuil. Apakah Tuhan secara khusus melarang ini? Jika ya, tolong tunjukkan di mana itu ditulis oleh Tuhan."

Yang lain berkata, "Saya mendukung jika orang ingin menggunakan tangga untuk berolahraga. Mereka menggunakan sumber daya dengan bijak untuk manfaat kesehatan. Mereka memakai pakaian olahraga yang sesuai dan tidak mengganggu para pengunjung kuil. Jangan terlalu sensitif. Pokoknya gua itu milik semua orang, bukan otoritas kuil saja."

3 dari 5 halaman

Sejak Awal Abad ke-19

Melansir Wonderful Malaysia, Batu Caves sendiri terletak sekitar 12 kilometer sebelah utara Kuala Lumpur. Namanya berasal dari Sungai Batu yang mengalir di sepanjang bukit. Kuil Hindu batu kapur dibangun di dalam gua, yang dalamnya sekitar 400 meter dan setinggi 100 meter.

Setelah menaiki 272 anak tangga, pengunjung akan tiba di pintu masuk gua. Ini adalah pemandangan yang indah dari dalam, terutama ketika sinar matahari masuk dari atap gua. Gua-gua tersebut diubah jadi tempat pemujaan pada awal abad ke-19 oleh seorang saudagar India bernama K. Thamboosamy.

4 dari 5 halaman

Pembangunan Bertahap

Pada 1891, kuil pertama di Batu Caves dibangun di dalam gua. Tangga besar menuju kuil dibangun pada 1920. Gua Katedral adalah gua terbesar dan dipenuhi altar. Pada 2006, pembangunan patung Dewa Murugan setinggi 42 meter selesai.

Di waktu normal, sejumlah festival maupun upacara berlangsung di gua setiap tahun, misalnya perayaan Thaipusam pada bulan Januari atau Februari (bulan ke-10 dalam kalender Hindu). Ini adalah perayaan untuk putra bungsu Siwa (Subramanian), serta penyatuan bintang Pusan dan Brihaspati

Lebih dari satu juta umat Hindu biasanya datang ke gua ini. Pada 2006, lebih dari 1,5 juta peziarah Hindu mengunjungi perayaan ini yang kemudian tercatat sebagai salah satu pertemuan terbesar dalam sejarah.

5 dari 5 halaman

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah COVID-19