Sukses

CDC Tambah 22 Destinasi Perjalanan dalam Kategori Risiko Tinggi Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memasukkan 22 destinasi perjalanan ke dalam kategori berisiko tertinggi untuk Covid-19, Selasa, 17 Januari 2022. Ada dua negara dipindahkan ke Level 4, atau risiko "sangat tinggi", minggu lalu.

CDC juga memindahkan 22 negara tambahan ke kategori Level 3, yang dianggap berisiko "tinggi" Covid-19. Di antara negara-negara yang dipindahkan ke Level 4 minggu ini adalah Argentina dan Australia, yang telah mempertahankan beberapa kontrol perbatasan yang paling ketat selama sebagian besar pandemi.

CDC menempatkan tujuan di Level 4 ketika lebih dari 500 kasus per 100.000 penduduk tercatat dalam 28 hari terakhir. CDC menyarankan para pelancong untuk menghindari perjalanan ke negara-negara Level 4.

Ke-22 destinasi yang masuk Level 4 itu adalah Albania, Argentina, Australia, Bahama, Bahrain, Bermuda, Bolivia, British Virgin Islands, Tanjung Verde, Mesir, Grenada, Guyana, Israel, Panama, Qatar, Saint Kitts dan Nevis, Saint Lucia, São Tomé dan Príncipe, St. Maarten, Suriname, Kepulauan Turks dan Caicos, dan Uruguay.

Kepulauan British Virgin Island di Karibia mengalami peningkatan level yang paling drastis. Destinasi itu masih berada di Level 1 atau risiko "rendah" pada minggu lalu. Sementara, Granada, pulau Karibia lainnya, dan São Tomé dan Príncipe di lepas pantai Afrika, berada di Level 2 atau risiko "sedang" pada minggu lalu.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Situasi Eropa

Dalam daftar itu, CDC hanya memasukkan satu entri baru di Level 4 pada minggu ini, yakni Albania. Itu karena sebagian besar negara-negara Eropa lain berada di Level 4 CDC selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Negara dimaksud termasuk negara-negara besar, seperti Prancis, Jerman, Yunani, Islandia, Irlandia, Italia, Spanyol, Britania Raya.

Destinasi populer lainnya, seperti Kanada dan Afrika Selatan, juga berada di Level 4. Dengan tambahan 22 destinasi baru, daftar Level 4 kini melampaui lebih dari 100 tempat. Anda dapat melihat tingkat risiko CDC untuk tujuan global di halaman rekomendasi perjalanan CDC.

CDC tidak memasukkan Amerika Serikat dalam daftarnya, tetapi diberi kode warna di Level 4 pada 18 Januari di peta tingkat risiko perjalanan. Dalam panduan perjalanannya yang lebih luas, CDC telah merekomendasikan untuk menghindari semua perjalanan internasional sampai seluruh pelancong divaksinasi lengkap. 

Sementara, Indonesia hingga minggu ini masih dikategorikan CDC sebagai Level I atau destinasi dengan risiko perjalanan rendah Covid-19. Namun, pelancong tetap diminta untuk memvaksinasi diri penuh sebelum berkunjung ke Indonesia. Di sisi lain, pemerintah menerapkan aturan karantina selama tujuh hari untuk menekan penyebaran Omicron di dalam negeri.

3 dari 4 halaman

Tambahan Level 3

Kategori Level 3 berlaku untuk tujuan yang memiliki antara 100 dan 500 kasus per 100.000 penduduk dalam 28 hari terakhir.  Destinasi perjalanan tersebut adalah Kosta Rika, Pantai Gading, Kuba, Fiji, Gabon, Ghana, Jamaika, Kuwait, Madagaskar, Malawi, Mauritania, Maroko, Mozambik, Nigeria, Paraguay. Selain itu, Filipina, Saba, Saint Barthelemy, Saint Pierre dan Miquelon, Sint Eustatius, Togo, Uganda.

Ada sedikit kabar baik dari tetangga Afrika tenggara, Malawi dan Mozambik, yang keduanya turun dari Level 4. Perpindahan ke Level 3 adalah berita buruk bagi Pantai Gading, Ghana, Maroko, dan Uganda di Afrika, yang semuanya naik dua langkah dari Level 1.

Kepulauan Karibia Saba, Saint Barthelemy, dan Sint Eustatius juga naik dari Level 1, seperti yang dilakukan Paraguay di Amerika Selatan dan Filipina di Asia Tenggara. Setengah dari tempat baru masuk ke Level 3 minggu ini naik dari Level 2, yaitu Kosta Rika, Kuba, Gabon, Jamaika, Madagaskar, Mauritania, Nigeria, Saint Pierre dan Miquelon, Togo, Fiji, dan Kuwait. Sekarang ada hampir 60 destinasi perjalanan di Level 3.

 

4 dari 4 halaman

Infografis Ayo Jadikan 2022 Tahun Terakhir Indonesia dalam Masa Pandemi Covid-19