Sukses

Produk Daging Babi Vegan, Apakah Itu Halal?

Liputan6.com, Jakarta - Daging babi vegan bernama Impossible Pork telah tersedia di Singapura sejak pertengahan bulan lalu. Menu tersebut, mengutip Motheship, Sabtu (4/12/2021), telah tersedia di lebih dari 120 restoran di Negeri Singa.

Dijelaskan bahwa daging babi vegan terbuat dari air, konsentrat protein kedelai, minyak kelapa, minyak bunga matahari, perasa alami, 2 persen atau kurang dari methylcellulose, cultured dextrose, food starch modified, garam, dan soy leghemoglobin. Ada juga campuran tokoferol (Antioksidan) dan soy protein isolate.

Juga, zinc gluconate, thiamine hydrochloride (vitamin B1), niacin, pyridoxine hydrochloride (vitamin B6), riboflavin (vitamin B2), dan vitamin B12 yang mengandung kedelai. Karena semua bahannya adalah turunan tumbuhan, bagaimana Impossible Pork bisa terasa seperti daging?

Ini bermuara pada bahan utama yang disebut heme, yang menurut Impossible Foods, produsen Impossible Pork, adalah kunci untuk membuat daging vegan terasa seperti daging. Heme adalah protein yang ditemukan di setiap organisme hidup seperti tumbuhan dan hewan, dan hewan memilikinya dalam bentuk hemoglobin dan mioglobin.

Karena Impossible Pork terbuat dari tumbuhan, ia mengandung leghemoglobin, heme nabati yang diproduksi Impossible Foods dengan memfermentasi ragi yang direkayasa secara genetik. Fakta lainnya, leghemoglobin, seperti hemoglobin, juga berwarna merah.

Terlepas dari teknis pembuatan daging tanpa daging, apakah Impossible Pork halal? Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) mengatakan, prinsip-prinsip Islam melarang umat Islam mengonsumsi makanan yang mengandung daging yang tidak dipotong, seperti babi dan turunannya, dan minuman beralkohol.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Imbauan terkait Konsumsi Daging Babi Vegan

Impossible Pork sendiri dimaksudkan agar terasa seperti daging babi, tapi tidak mengandung babi. Namun demikian, MUIS telah menyarankan umat Islam untuk tidak mengonsumsinya.

"Hal ini dapat menyebabkan kebingungan bagi masyarakat Muslim dari penggunaan nama makanan yang jelas dilarang menurut hukum Islam," sebut MUIS.

Menegaskan hal itu, situs web Impossible Foods juga menyatakan bahwa Impossible Pork, bersama Impossible Chicken Nuggets dan Impossible Meatballs, tidak bersertifikat halal. Ini terjadi setelah beberapa pertimbangan. 

"Meski Impossible Pork pada awalnya dirancang untuk (mendapat) sertifikasi halal, kami tidak melanjutkan sertifikasi tersebut karena ingin terus menggunakan istilah 'Pork' dalam nama produk kami," kata Juru bicara Impossible Foods.

3 dari 4 halaman

Lebih Ramah Lingkungan?

Terlepas dari itu, menu Impossibe Pork dianggap lebih sehat dari yang berbahan daging. Satu porsinya, 113 gram, memiliki total lemak 59 persen lebih sedikit, kalori 37 persen lebih sedikit, dan sedikit lebih banyak protein daripada daging babi yang sebenarnya.

Impossible Pork juga dinilai lebih berkelanjutan daripada versi dagingnya. Dalam keterangannya, produsen mencatat produk ini menggunakan 81 persen lebih sedikit air, 66 persen lebih sedikit lahan, dan menghasilkan 77 persen lebih sedikit emisi gas rumah kaca, berdasarkan Penilaian Siklus Hidup yang sesuai dengan ISO.

Sebelumnya, Impossibe Foods merilis versi daging ayam vegan dan daging sapi vegan. Ini merupakan ekspansi pihaknya dalam memberikan alternatif sajian nabati yang dinilai lebih ramah lingkungan.

 

4 dari 4 halaman

Infografis 7 Penyebab Sampah Makanan