Sukses

Menyiapkan Anak untuk Sekolah Tatap Muka, dari Pemahaman hingga Jaga Imunitas

Liputan6.com, Jakarta - Melepas anak kembali sekolah tatap muka bukan hal yang mudah di tengah pandemi Covid-19. Namun, kekhawatiran orangtua dapat diredam dengan mengetahui dan memerhatikan beberapa hal penting.

Dokter spesialis anak dr. Natasya Ayu Andamari, SpA, menyampaikan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menyarankan anak-anak untuk kembali sekolah tatap muka agar tidak kehilangan masa sosialisasi. Catatannya, ada sederet persiapan yang perlu dilakukan orangtua.

"Pertama, (beri) pemahaman dahulu terhadap anak. Apa sih Covid itu, kira-kira apa saja yang dihadapi di masa Covid ini, dampaknya bagaimana, sebelum anak pergi ke sekolah kita bisa briefing anak, jadi dia benar-benar paham," kata dr. Natasya dalam bincang daring bersama Mama's Choice, Selasa (28/9/2021).

dr. Natasya melanjutkan, jika anak-anak sudah paham mengenai Covid-19, orangtua dapat membawa anak-anak kembali belajar tata muka. Persiapan lain yang tak kalah penting adalah bekal.

"Karena di sekolah jam makan dibatasi, jadi kita bawakan bekal secukupnya buat anak. Jangan sampai anak nanti kelaparan dan karena waktunya yang singkat, mereka jadi makannya buru-buru. Benar-benar disiapkan bekal yang cocok buat anak di masa pandemi," tambahnya.

Orangtua juga perlu mempersiapkan masker tambahan untuk anak. Ini merupakan antisipasi mulai dari masker anak-anak tak jarang terlepas, antisipasi masker kotor, sampai jadwal pergantian masker secara berkala selama di sekolah.

"Yang juga penting untuk dipersiapkan adalah anak sehat secara fisik maupun mental, sehingga mereka nanti bisa mengikuti pelajaran sekolah dengan waktu sesingkat mungkin, tetapi apa yang didapatkan bisa semaksimal mungkin," ungkap dr. Natasya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Menjaga Imunitas

Orangtua juga perlu menjaga imunitas anak untuk kembali sekolah tatap muka. dr. Natasya menyarankan untuk memberi makanan yang bernutrisi, bisa pula diterapkan dengan membawakan bekal yang diperhatikan komposisi nutrisinya.

"Kita juga perlu melengkapi imunisasi. Kalau misalnya IDAI memang menyarankan anak-anak yang disekolahkan anak-anak yang sudah lebih dari 12 tahun karena berdasarkan mereka sudah imunisasi Covid. Cuma ada kelompok usia 6--11 tahun yang sudah membuka sekolah ini bisa dibantu dengan melengkapi imunisasi lainnya," jelasnya.

Dokter yang praktik di RSU Bunda Jakarta ini menambahkan, kalau diperlukan, boleh ditambahkan dengan konsumsi suplemen vitamin. Adapun vitamin yang bisa diberikan ke anak, yakni vitamin D.

"Vitamin D ini sudah ada penelitiannya bahwa aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang, maksudnya jika ingin diminum bertahun-tahun," tutur dr. Natasya. Tak ada waktu ideal untuk anak mengonsumsi vitamin D. Itu dapat diberikan sebelum atau sesudah makan.

3 dari 4 halaman

Tindakan Preventif

Tindakan-tindakan preventif yang dapat dilakukan orangtua sebelum menyekolahkan anak secara tatap muka juga perlu diperhatian. dr. Natasya menyebut, orangtua dapat mengevaluasi kembali aturan yang ditetapkan sekolah.

"Kita lihat dulu aturan sekolah. Kira-kira cukup aman apa tidak untuk anak, seperti paling tidak semua staf sudah divaksin Covid-19, lalu bagaimana mereka menerapkan jaga jarak, regulasi anak keluar masuk sekolah, regulasi saat jam istirahat, sistem pengajaran, jumlah murid di kelas. Jika dirasa sudah ideal, silakan menyekolahkan anak (secara tatap muka)," katanya.

Langkah pencegahan selanjutnya adalah melengkapi imunisasi, memantau positivity rate atau angka kejadian, menyekolahkan anak tanpa komorbid, dan tetap membatasi lingkaran pertemuan. Orangtua juga harus menjaga kebersihan barang yang dibawa untuk memutus transmisi Covid-19 dari benda ke manusia.

4 dari 4 halaman

Infografis 10 Jurus Cegah Klaster Sekolah Tatap Muka