Sukses

6 Cara Minimalkan Sampah Plastik dari Aktivitas Pesan Makanan Online dan Takeaway

Liputan6.com, Jakarta - Selama pandemi Covid-19, terlebih pada saat PPKM Level 4 saat ini, makan di tempat bukanlah opsi yang disarankan. Sebagai alternatif jajan di luar, konsumen pun beralih ke metode takeaway (bawa pulang) atau memesan makanan secara daring.

Keduanya bisa bermanfaat ganda, yakni menghemat waktu memasak sekaligus mendukung bisnis lokal. Bukan berarti cara itu tak berisiko, terutama dari dampak lingkungannya. Sampah plastik menumpuk karena aktivitas demikian.

Lalu, bagaimana cara meminimalisir sampah plastik dari pesanan makanan kita? Berikut trik yang dibagikan sejumlah greenfluencer asal Singapura, dilansir dari womensweekly.com.sg, Selasa, 13 Juli 2021.

1. Pesan dari outlet yang gunakan wadah guna ulang

Sebagai alternatif dari pengiriman menggunakan plastik biasa, seorang aktivis lingkungan, Woo Qiyun, merekomendasikan agar beralih ke layanan pengiriman makanan yang mengantarkan makanan dalam wadah yang dapat digunakan kembali. Wadah yang dapat digunakan kembali bisa dimanfaatkan untuk pengiriman lainnya.

"Saya tahu ini akan memakan waktu untuk membiasakan diri, tetapi ini adalah perubahan budaya yang saya yakin kita harus membiasakan diri," kata Woo.

Ide berbagi peralatan makan ini juga disarankan oleh ahli limbah makanan dan ekonomi sirkular, Pengji Wang. Dia merujuk hasil riset yang menunjukkan bahwa ekonomi sirkular dapat mengurangi sampah plastik hingga 92 persen.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

2. Tolak peralatan makan sekali pakai

Bila memungkinkan, hindari peralatan makan sekali pakai. Bila memesan lewat aplikasi, Anda bisa meninggalkan pesan agar tidak diberikan peralatan makan plastik. Toh, Anda menyantap makanan itu di rumah yang memiliki peralatan makan sendiri yang lebih baik. 

"Bahkan jika kita benar-benar membutuhkan wadah makanan plastik dari restoran, setidaknya kita bisa mencoba meminimalkan penggunaan peralatan makan plastik sekali pakai," kata Wang.

3. Bawa wadah sendiri

Aktivis lingkungan, Pamela Low, merekomendasikan penggunaan botol atau gelas yang dapat digunakan kembali saat membeli minuman. Sebagai alternatif untuk wadah makanan, Woo menyarankan menggunakan rantang.

"Penjaja dan restoran biasanya senang mengikuti karena mereka bisa menghemat kemasan dan mereka juga berterima kasih karena telah menghemat sampah," kata Low.

 

3 dari 5 halaman

4. Jangan gunakan wadah kertas sekali pakai

Kantong dan gelas berbahan kertas tampak seperti alternatif yang baik daripada plastik. Namun, ternyata kemasan itu juga relatif sama negatifnya terhadap lingkungan. Dibandingkan plastik sekali pakai yang lebih sirkular, Wang menjelaskan kemasan berbahan kertas menghasilkan lebih banyak limbah kertas, nitrogen oksida, dan menggunakan lebih banyak air.

5. Manfaatkan kembali wadah sekali pakai

Low menyarankan untuk membersihkan wadah sekali pakai sebelum digunakan kembali, misalnya untuk menyimpan barang-barang di rumah atau jadi wadah tanaman. Namun, Low dan Woo memperingatkan bahwa kemasan plastik sekali pakai tidak diperuntukkan bagi makanan panas. Penggunaan styrofoam juga sangat dilarang untuk menyimpan makanan.

6. Pisahkan dan berikan ke pihak yang tepat

Selalu pisahkan wadah anorganik dari sampah-sampah organik, dan berikan ke pihak yang tepat, seperti pemulung. Jangan membuangnya ke tempat sampah yang tak sesuai dengan kategorinya sehingga mempermudah proses daur ulang. (Jihan Karina Lasena)

4 dari 5 halaman

Cara Aman Pesan Makanan via Online

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: