Sukses

3 Jurus Kemenparekraf Bangkitkan Pariwisata Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, pandemi Covid-19 sangat memengaruhi perkembangan pariwisata dunia. Itu juga berdampak pada kompetitor pariwisata internasional Indonesia, seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dan Vietnam.

"Respons pemerintah dalam penanganan suatu wabah berpengaruh positif terhadap peningkatan angka kunjungan, serta devisa negara. Perkembangan pariwisata global juga sangat dinamis dan sangat bergantung pada penanganan pandemi," ujar Sandi dalam webinar "Location Intelligence Covid19 Solutions And The Economic Recovery," Rabu, 23 Juni 2021.

Khusus pariwisata Indonesia, Sandi menjelaskan kondisi mobilitas masyarakat di lima destinasi super prioritas (DSP) dan Bali. Kelimanya adalah Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT); Likupang, Sulawesi Utara; Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB); Danau Toba, Sumatra Utara; dan Borobudur (Jawa Tengah).

"Mobilitas penduduk di lima Destinasi Super Prioritas masih rendah dan Bali merupakan destinasi yang paling rendah mobilitasnya," ujarnya. Sandi menambahkan, dari segi retail dan rekreasi Bali minus 27 persen. Sementara itu, pusat transportasi umum minus 55 persen dan taman minus 35 persen.

2 dari 5 halaman

Tiga Platform Program

Untuk memulihkan pariwisata Indonesia di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memiliki tiga platform program, yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Inovasi meliputi lima destinasi super prioritas dan 360 desa wisata.

Sementara, adaptasi, berupa implementasi CHSE untuk produk, usaha, dan destinasi pariwisata. Selain itu, vaksinasi bagi tenaga kerja kreatif dan pemanfaatan teknologi digital.

"Kolaborasi dengan semua pihak untuk memulihkan sektor pariwisata dan industri kreatif, membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya," ujar Sandi.

3 dari 5 halaman

Pemulihan Pariwisata

Kunci keberhasilan tiga platform tersebut, kata Sandi, perlu adanya revitalisasi destinasi dan peningkatan kepercayaan pasar agar tercipta rasa aman berwisata. Rasa aman berwisata itu dilakukan dengan percepatan program vaksinasi untuk penciptaan kekebalan komunal pada destinasi prioritas.

"Di samping itu, perluasan sertifikasi CHSE, kampanye IndonesiaCare, dan peningkatan resiliensi bagi industri melalui dukungan permodalan," terang mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Sementara untuk pemulihan permintaan domestik, pihaknya mendorong produk wisata bernilai tambah, seperti MICE, wisata olahraga, dan event. Selain itu, digaungkannya bangga berwisata di IndonesiaAja, Work From Bali, dan rencana wisata vaksin.

"Untuk pemulihan permintaan internasional meliputi uji coba di rute dan zona prioritas destinasi aman berwisata, penyesuaian regulasi visa dan perjalanan internasional, asuransi perjalanan wisata, termasuk Covid-19, serta bidding internasional untuk MICE dan event," tegas Sandi.

4 dari 5 halaman

Infografis Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Jawa - Bali Jilid II

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: