Sukses

Singapura Bakal Kembali Mengizinkan Layanan Makan di Tempat, tapi...

Liputan6.com, Jakarta - Gerai F&B di Singapura kembali diizinkan memberi layanan makan di tempat per Senin, 21 Juni 2021. Tapi, aturan ini hanya berlaku untuk grup maksimal dua orang.

Melansir Mothership, Sabtu, 19 Juni 2021, aturan ini merupakan pengurangan dari ukuran grup makan yang dulunya diperbolehkan hingga lima orang. Kementerian Kesehatan (MOH) Singapura mencatat bahwa rencana pembukaan kembali, termasuk kegiatan makan di tempat, sedang dikalibrasi karena masih adanya kasus penularan virus yang tidak terdeteksi.

Aturan baru ini ditegaskan berarti rombongan lebih dari dua orang yang tidak berasal dari rumah yang sama tidak diperbolehkan makan bersama di restoran, bahkan jika mereka harus dibagi dalam beberapa meja. Jadi, siapa saja yang boleh makan langsung di tempat?

Kategorinya terdiri dari satu orang, dua orang dari rumah yang sama, dan dua orang dari rumah berbeda, misalnya orang berkencan. Juga, rombongan berjumlah lebih banyak orang, misal ayah, ibu, dan anak mereka, asal dari rumah yang sama, namun tetap harus dibagi dua orang per meja.

Kemudian, siapa saja yang tidak bisa makan langsung di tempat sesuai aturan baru di Singapura? Pertama, sekelompok terdiri dari tiga orang, tapi dari rumah berbeda. Misalnya, saudara laki-laki, saudara perempuan, dan pacar saudara perempuan yang tinggal di rumah lain.

Kedua, rombongan berjumlah lebih besar dari rumah tangga berbeda, bahkan jika dibagi di beberapa meja. Misalnya, lima teman yang bertemu.

2 dari 5 halaman

Aturan Lain

Demi lebih mengurangi risiko penularan dari pelanggan yang berbicara keras, rekaman musik tidak akan diizinkan di tempat F&B. Ini termasuk pemutaran video atau TV dan hiburan langsung di sana.

Perusahaan F&B juga diingatkan untuk secara ketat menjaga jarak aman setidaknya satu meter antara kelompok pengunjung, tidak lebih dari dua orang per kelompok, untuk menurunkan risiko penularan. Penegakan akan ditingkatkan dan pihak berwenang akan mengambil tindakan penegakan lebih tegas untuk setiap pelanggaran.

Pelanggan juga harus memakai masker setiap saat, kecuali saat makan atau minum. Sementara, resepsi pernikahan tetap dilarang hingga pertengahan Juli 2021 karena merupakan kegiatan berisiko tinggi.

3 dari 5 halaman

Tes Secara Berkala

Staf di tempat makan juga akan diminta menjalani Fast and Easy Tests (FET) secara reguler. Persyaratan FET per 14 hari untuk staf di pengaturan ini akan diwajibkan mulai sekitar pertengahan Juli 2021.

Sebagian besar FET dapat dilakukan melalui sistem swab yang diawasi pemilik usaha. Untuk mendukung perusahaan dalam upaya memulai FET, Departemen Kesehatan (Depkes) Singapura menyiapkan program pelatihan yang dapat dimanfaatkan perusahaan untuk melatih pengawas di perusahaan mereka melakukan tes antigen pada staf.

Program pelatihan supervisor ini akan diberikan tanpa biaya pada perusahaan selama tiga bulan ke depan. Kit ART juga akan tersedia untuk tempat tes COVID-19 yang diawasi pemilik bisnis F&B.

Beberapa perusahaan F&B telah mengirimkan karyawannya untuk mengikuti pelatihan dan siap menerapkan pengujian reguler secara progresif mulai 21 Juni 2021.

Sementara, untuk usaha kecil yang tidak dapat mengatur tes ini, pemerintah juga akan mendirikan Quick Test Center (QTC). Ini akan dimulai dengan masing-masing satu di Tekka dan Yishun, dan akan beroperasi mulai 21 Juni 2021. Lebih banyak QTC akan disiapkan secara bertahap.

Untuk meminimalkan risiko penularan lebih lanjut di rangkaian ini, pemerintah juga akan memfasilitasi vaksinasi dini bagi individu yang bekerja di rangkaian ini.

4 dari 5 halaman

Infografis Diplomasi Lewat Jalur Kuliner

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: