Sukses

5 Manfaat Beraktivitas di Alam Terbuka Bagi Kesehatan Mental

Liputan6.com, Jakarta Tak ada yang meragukan lagi bahwa suasana taman, pegunungan dan alam terbuka memberikan banyak manfaat besar bagi kesehatan tubuh, termasuk juga mental. Maka dari itu, ingatlah untuk meluangkan waktu beraktivitas di luar ruangan dan di luar rumah. 

Sesibuk apapun Anda dengan pekerjaan di dalam ruangan, menatap laptop dan smartphone, bergeraklah ke alam terbuka untuk menghilangkan stres dan mengistirahatkan otak Anda.

Berikut ini adalah manfaat menghabiskan waktu di alam bebas bagi kesehatan mental Anda

1. Bikin suasana hati yang lebih baik

Menghirup udara segar dapat meningkatkan kadar oksigen di otak Anda, yang pada gilirannya meningkatkan kadar serotonin, neurotransmitter yang mengubah suasana hati Anda.

Selain itu, berolahraga di luar ruangan seperti hiking, berlari, bersepeda, dan kayak juga dapat meningkatkan produksi endorfin. Seperti serotonin, neurotransmiter ini adalah penguat suasana hati. Mereka menciptakan sensasi yang sering disebut sebagai "runner's high". Tingkat endorfin yang lebih tinggi dapat membuat Anda merasa tenang dan berpikiran jernih.

2. Turunkan risiko depresi

Sebuah studi Universitas Stanford menemukan bahwa berjalan di alam dapat menurunkan risiko depresi. Para peneliti menemukan bahwa orang yang berjalan selama 90 menit di area alami, dibandingkan dengan mereka yang berjalan di lingkungan perkotaan dengan lalu lintas padat, menunjukkan penurunan aktivitas di bagian otak yang terkait dengan depresi.

Penelitian menunjukkan bahwa perjalanan mandi di hutan dapat secara signifikan mengurangi kecemasan, depresi dan kemarahan, di antara manfaat lainnya.

 

2 dari 2 halaman

3. Mengurangi stres di tempat kerja

Sebuah penelitian di Korea Selatan menemukan bahwa hanya dengan melihat hutan dari jendela kantor dapat meningkatkan kepuasan kerja dan menurunkan stres pada hari kerja.

4. Membantu Anda tidur lebih nyenyak

Selain mempengaruhi neurotransmitter seperti serotonin dan endorfin, yang membantu Anda rileks, berada di luar ruangan membuat Anda terpapar cahaya alami. Paparan cahaya, mempengaruhi hormon melatonin. Saat kita berada di bawah sinar matahari, melatonin di tubuh kita berkurang. Ini membantu kita bangun di pagi hari. Dengan tidak adanya sinar matahari, tingkat melatonin kita meningkat, membuat kita mengantuk atau lesu.

Mendapatkan sinar matahari pada waktu yang tepat dapat membuat tidur malam lebih nyenyak. Selain itu, vitamin D yang didapat tubuh Anda dari sinar matahari, juga berperan dalam suasana hati dan relaksasi.

5. Berikan waktu istirahat bagi otak

Sebuah studi oleh Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Universitas Wisconsin menemukan bahwa menghabiskan waktu di alam membantu orang menghilangkan stres, membuat pikiran lebih rileks dan menyegarkan. Ini memberi otak seperti tubuh kita kesempatan untuk bersantai.

Meskipun waktu Anda terbatas, cobalah untuk berjalan-jalan singkat di luar ruangan pada awal atau akhir hari Anda, atau selama istirahat makan siang Anda. Dan pertimbangkan untuk mengubah kebiasaan Anda. Daripada meraih ponsel atau remote TV di rumah, kunjungi taman atau destinasi alam terdekat. Pikiran dan jiwa Anda akan berterima kasih.

Setiap kota di Indonesia memiliki taman dan alam terbuka yang bisa Anda manfaatkan. Karena situasi pandemi, ingatkan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan.

 

(*)