Sukses

Ivan Gunawan Puas Detil Karyanya Terlihat Jelas di IPMI Trend Show 2021

Liputan6.com, Jakarta -  Ikatan Perancang Mode Indonesia atau IPMI Trend Show untuk pertama kalinya diadakan sepenuhnya dalam formal virtual. Namun yang menarik, ajang yang diadakan untuk ke-34 kalinya ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Kemenparekraf.

IPMI Trend Show 2021 berlangsung selama dua hari yaitu Sabtu, 21 November 2020 dan Minggu, 22 November mengangkat tema gabungan, "Time" dan "Space” dengan menampilkan karya 21 desainer terkemuka Indonesia. Untuk mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi corona Covid-19, IPMI menggelar fashion film dengan gaya presentasi White Cube dan disiarkan secara live streaming di vidio.com.

Time dan Space menggambarkan waktu dalam ruang gerak yang terbatas. Tema ini terinspirasi dari perasaan semua orang akan keterbatasan dalam beraktivitas di tengah pandemi ini.

Acara ini terlihat layaknya presentasi White Cube dalam acara Trend Show di tahun-tahun sebelumnya, yaitu kreatif dan menggugah kebanggaan tersendiri bagi yang berkarya dan yang melihat.

Di hari pertama ini, IPMI Trend Show 2021 menghadirkan Denny Wirawan, Yongki Budisutisna, Carmanita, Hian Tjen,Rusly Tjohnardi Eridani, Era Soekamto, Chossy Latu, dan Yogie Pratama. Tiap desainer menampilkan 2-3 look yang menonjolkan masing-masing keunikan mereka.

Sementara, 10 desainer lainnya akan tampil di IPMI Trend Show 2021 pada hari kedua, Minggu, 22 November 2020. Mereka adalah Tri Handoko, Ivan Gunawan, Liliana Lim, Didi Budiardjo, Ghea Panggabean, Priyo Oktaviano, Andreas Ondang, Stella Rissa, Danny Satriadi, dan Sebastian Gunawan.

Bekerja sama dengan Didi Budiardjo, selaku salah satu Dewan Pembina IPMI, Creative Director yang ditunjuk untuk memproduksi deretan fashion film dalam presentasi ini adalah Andandika Surasetja. Hasilnya sangat memukau dan seperti menyaksikan video klip atau potongan adegan film dengan pengambilan gambar dari berbagai sudut, konsep dan nuansa warna yang beragam dan artistik.

2 dari 3 halaman

Bangga Buatan Indonesia

Tentunya sangat berbeda dengan fashion show pada umumnya yang hanya menampilkan para model berjalan bergantian di catwalk. Konsep ini juga disukai sejumlah desainer, salah satunya Ivan Gunawan

"Fashion show virtual ini ternyata membuat baju rancangan saya bisa dilihat lebih detil dibandingkan fashion show runaway. Mulai dari cutting, look sampai makeup nya bisa terlihat lebih jelas dan customer saya juga bisa melihat keseluruhan koleksi saya secara lebih jelas," ucap pria yang akrab disapa Igun ini.

Sementara menurut Tri Handoko, tidak ada perbedaan yang besar antara fashion show virtual dengan runaway. "Kalau bagi saya sama saja, format koleksinya juga tidak jauh beda. Karena ini semua tentang bagaimana telling our story to audience, jadi bagi saya treatment-nya juga hampir sama," terang Tri Handoko.

Melalui peragaan busana virtual ini pula, IPMI mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia dari Kemenparekraf untuk mendorong masyarakat dan pecinta mode Indonesia, yang meliputi perancang, pemakai, dan penikmat mode, untuk lebih mencintai dan mendukung fesyen dalam negeri.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: