Sukses

Banjar Nagi di Ubud Masuk Daftar Lingkungan Terkeren di Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Menempati posisi terakhir, kawasan Banjar Nagi, Ubud, Bali masuk dalam daftar top 40 lingkungan paling keren di dunia versi Time Out. "Dengan sawah bergelombang dan seruan jangkrik memenuhi udara, Banjar Nagi adalah alternatif dari klub Pantai Kuta yang sedang berkembang pesat," begitu keterangan yang tertulis di laman resminya dilansir Jumat (9/10/2020).

"Setelah pembatasan perjalanan tahun ini, resor seperti Viceroy Bali telah mempekerjakan orang-orang yang tinggal di sekitar daerah tersebut dan memberi dukungan keuangan bagi masyarakat. Aperitif, restoran hotel Eropa-Indonesia, telah memindahkan staf perhotelan untuk bekerja di kebun atau renovasi sehingga tak ada yang kehilangan pekerjaan," sambung pihaknya.

Keterangan tersebut berlanjut ke narasi banyaknya komunitas berkumpul mendonasikan kebutuhan sehari-hari bagi mereka yang paling membutuhkan. Juga, dukungan penduduk setempat akan warung favorit mereka.

"Seperti Warung Sunda yang menjual karedok, salad sayuran mentah dengan saus kacang, dan Warung Surabaya yang menjajakan ayam bakar," tandas pihaknya.

Bersama Banjar Nagi di Ubud, ada beberapa kawasan lain di Asia Tenggara yang masuk dalam daftar ini. Mereka adalah Chula-Samyan, Bangkok, Thailand di posisi ke-16, dan menyusul Bugis, Singapura, di peringkat 29.

Kemudian, ada pula Binh Tanh, Ho Chi Minh, Vietnam di peringkat ke-32. Juga, CityTaman Paramount, Kuala Lumpur, Malaysia yang menempati urutan ke-36.

Sementara, posisi lima besar daftar lingkungan paling keren di dunia ditempati Esquerra De L'Eixample, Barcelona; Downtown, Los Angeles; Sham Shui Po, Hong Kong; Bedford-Stuyvesant, New York; dan Yarraville, Melbourne.

2 dari 3 halaman

Perbedaan Faktor Penilaian Tahun Ini

Daftar top 40 lingkungan paling keren di dunia disurvei Time Out pada 38 ribu penduduk kota di seluruh dunia. Sebelumnya, mereka telah berpartisipasi dalam survei Indeks Time Out tahunan yang mengumpulkan opini tentang tempat paling disukai penduduk setempat untuk menghabiskan waktu di kota mereka.

Tempat-tempat tersebut dinilai berdasarkan keseimbangan antara budaya lokal, makanan, dan kesenangan. Juga, dengan faktor tambahan tahun ini, yakni dukungan dan kebaikan untuk komunitas mereka selama pandemi.

"Kuatnya rasa kebersamaan dan bisnis mandiri yang unik selalu membuat lingkungan jadi menyenangkan. Tapi, sekarang hal itu jadi sangat diperlukan. Jadi, dalam tahun tak seperti yang lain, kami melakukan banyak hal dengan sedikit berbeda," jelasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: