Sukses

Social Fair Day, Berkegiatan Sosial Tak Harus dari Luar Rumah

Liputan6.com, Jakarta - Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, seluruh kegiatan masyarakat harus dilakukan dari rumah masing-masing, termasuk aktivitas pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) mendata ada 68 juta peserta didik terpaksa mengikuti pembelajaran secara virtual pada April  2020. Hal ini menyebabkan minimnya interaksi antar-sesama dalam berbagai kegiatan akademis, ekstrakulikuler, hingga kegiatan sosial secara fisik.

Untuk itu, social startup Campaign.com yang didirikan pada 2015 lalu, berupaya menjembatani sekolah dan komunitas sosial untuk meningkatkan kepekaan sosial pada para pelajar. Hal itu dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan meluncurkan aplikasi Campaign #ForChange yang berbasis social tracker untuk membantu penggunanya mengukur banyaknya aktivitas sosial yang dilakukan.

Lebih jauh lagi, sejak Oktober, mereka memulai program “Social Fair Day” agar lebih mudah menjangkau generasi muda untuk peduli akan isu sosial. Siswa tak hanya dapat melakukan ratusan aksi sosial secara daring, tetapi juga dapat berdiskusi langsung dengan berbagai komunitas yang tergabung dalam kegiatan tersebut.

Founder dan CEO Campaign.com, William Gondokusumo, menyampaikan bahwa penting bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk tetap berempati dan ikut berkontribusi untuk memberikan solusi terhadap isu-isu sosial yang terjadi di sekitarnya. Kegiatan yang dilakukan Campaign.com diharapkan dapat membuka kesempatan bagi para pelajar untuk berbuat baik dan terus berkegiatan sosial meski di tengah pandemi.

"Kami sangat bangga karena hingga saat ini sudah ada hampir 80.000 aksi yang diambil, berkolaborasi dengan 850 komunitas, dan lebih dari Rp930 juta (donasi) telah dicairkan ke komunitas-komunitas. Untuk itu, kami ingin melanjutkan aktivitas ini dengan mengadakan kegiatan Social Fair Day, yang dapat menjadi alternatif kegiatan tambahan bagi pelajar, dan tentunya bersifat sosial," imbuhnya dalam sesi diskusi virtual Social Fair Day, Kamis, 8 Oktober 2020.

Ahmad Aziz, selaku Community Engagement Officer Campaign.com dan Ketua Program Social Fair Day, mengungkapkan bahwa acara itu merupakan kegiatan virtual kolaboratif yang dilakukan Campaign.com dengan institusi pendidikan untuk memperkenalkan beragam isu sosial kepada anak muda, khususnya isu pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan kesetaraan.

"Kita berharap bahwa para pelajar di seluruh jajaran pendidikan bisa lebih berempati dan berkontribusi secara langsung untuk mendukung komunitas yang ada, karena nanti kita juga membawa beberapa komunitas tersebut ke dalam kegiatan kami di institusi-institusi pendidikan," ujarnya.

2 dari 4 halaman

Anak Muda sebagai Agen Perubahan

Aziz mengatakan bahwa kegiatan tersebut penting dilakukan karena anak muda dapat menjadi agen perubahan sosial, terutama di masa pandemi, yang mana masalah sosial mulai tenggelam dan teralihkan dengan isu-isu Covid-19. "Yang paling penting kita dapat menghubungkan institusi sosial dengan komunitas-komunitas yang ada, lalu nantinya mereka bisa berkolaborasi agar peserta bisa berkontribusi langsung dalam isu-isu sosial," ungkapnya.

Sebelumnya, kegiatan ini telah lebih dulu dilaksanakan di SMA Budi Cendekia Islamic School, Depok pada 1--2 Oktober pekan lalu. Jayus Riyadi Solikhin, Kepala Sekolah SMA Budi Cendekia Islamic School mengatakan bahwa kegiatan ini dapat membantu siswa didiknya untuk tetap cerdas secara sosial meski berkegiatan secara virtual.

"Sebetulnya, siswa itu tidak boleh hanya cerdas secara akademik, tetapi juga cerdas secara sosial. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti kegiatan seperti ini," katanya.

Solikhin juga mengatakan bahwa sekolahnya itu sebelumnya memiliki program community service yang rutin dilakukan sebelum masa pandemi, tapi sekarang kegiatan itu menjadi sulit dilakukan. Namun dengan kolaborasi dalam kegiatan Social Fair Day, siswanya dapat berkontribusi dalam lingkup yang lebih luas lagi meski secara virtual.

"Dari sisi aksinya jadi lebih banyak dan beragam, misalnya dengan melakukan satu kegiatan sama dengan donasi Rp20 ribu, jadi walaupun mereka belum punya kerjaan tapi bisa tetap membantu lewat aksi-aksi tersebut. Ini akan mengubah mindset mereka," imbuhnya.

3 dari 4 halaman

Ragam Kegiatan Menarik

Selain talk show komunitas, Azis  kemudian mengungkapkan bahwa akan ada kegiatan lain yang dilakukan seperti ice breaking, interaksi dengan booth komunitas, dan lainnya. “Kalau teman-teman sudah berhasil menyelesaikan kegiatan-kegiatan yang ada di aplikasi Campaign, ini juga bisa berarti ikut berdonasi untuk komunitas terkait, dan nanti juga akan ada hadiah, dan e-certificate,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat mereka akan mengadakan kegiatan tersebut di salah satu perguruan tinggi, tetapi tentunya dengan pendekatan yang berbeda pula. "Pastinya treatment untuk teman-teman di SMA dan di universitas juga akan berbeda. Kita akan menyesuaikan dari segi konten dan penyampaiannya. Kita juga akan lebih dulu berdiskusi dengan pihak institusi terkait, karena biasanya pihak sekolah atau kampus memberikan tugas wajib kepada peserta, seperti membuat mereka aktif membantu memberi solusi akan isu tertentu," tambahnya.

Meskipun saat ini program Social Fair Day hanya difokuskan bagi siswa SMA dan mahasiswa, Aziz mengatakan tidak menutup kemungkinan bahwa di masa depan akan ada kolaborasi dengan sekolah di jenjang SMP, SD, atau lainnya. "Kita mengajak sebanyak mungkin anak muda dan institusi pendidikan di Indonesia untuk berkontribusi langsung kepada isu-isu sosial yang saat ini dikampanyekan oleh teman-teman komunitas melalui kolaborasi dengan Campaign.com,” tutupnya. (Brigitta Valencia Bellion)

 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: