Sukses

Konsep Dapur Rumah Terbuka vs Tertutup, Mana Lebih Baik?

Liputan6.com, Jakarta - Dapur jadi salah satu komponen krusial di rumah. Apalagi, selama pandemi banyak orang menghabiskan waktu dengan memasak beragam sajian dari dapur rumah masing-masing.

Menambah kenyamanan, desain dapur pun perlu disesuaikan dengan preferensi penghuni rumah, sebagaimana ruang lain. Perdebatan panjangnya hampir selalu tentang konsep dapur terbuka atau tertutup.

Mengutip laman AsiaOne, Selasa, 22 September 2020, setidaknya ada beberapa pertimbangan dalam menentukan layout dapur. Poinnya mencakup mulai dari privasi sampai bujet.

Privasi

Dapur terbuka dengan sedikit dinding dan pintu tentu tak memiliki privasi. Jadi, jika Anda tidak ingin diganggu saat memasak, konsep dapur tertutup merupakan pilihan terbaik. 

Karena tak ada privasi, Anda mungkin akan mendengar semua yang terjadi di dapur, entah dengungan pelan lemari es atau suara mixer yang keras. Dengan dapur terbuka, Anda harus segera membersihkan meja dapur atau menjaga agar wastafel bebas dari tumpukan piring kotor.

Ketersediaan Ruang

Dapur terbuka cocok untuk rumah berukuran kecil. Ketiadaan dinding dapat membuat ruangan tampak lebih luas dan mengundang lebih banyak cahaya yang juga memberi efek lega pada ruangan.

Jika suka masak bersama pada satu waktu, dapur terbuka adalah tata letak yang lebih baik. Pasalnya, Anda memiliki lebih banyak ruang untuk berjalan.

Namun, dapur tertutup punya keunggulan dalam hal ruang penyimpanan. Lebih banyak dinding berarti Anda dapat membangun lebih banyak lemari penyimpanan dan rak.

2 dari 4 halaman

Interaksi Sosial

Dapur tertutup dapat terasa terisolasi dari bagian rumah lain. Jadi, ini bukan tata letak terbaik jika Anda menyukai gagasan menyiapkan makanan dan memasak sambil bercakap-cakap dengan tamu atau anggota keluarga lain.

Sementara, dapur terbuka menawarkan suasana ramah untuk kumpul santai. Konsep ini pun cocok untuk mengajak tamu berbaur saat memasak hidangan. Bisa juga tetap terhubung dengan pasangan meski kalian melaksanakan tugas berbeda.

Keamanan

Jika perlu memasak sambil menjaga anak-anak, dapur terbuka memungkinkan Anda selalu melihat mereka dengan jelas. Anak-anak pun tetap dalam jangkauan pendengaran, jadi Anda tahu apa yang sedang terjadi dan di mana mereka berada.

Tapi, tata letak terbuka juga berarti anak-anak dapat masuk ke dapur kapan pun. Tangan kecil yang kotor memegang pisau dan peralatan saat Anda tidak melihat bisa berbahaya. Solusinya, Anda bisa menambahkan pintu lipat yang memungkinkan Anda membuka atau menutupnya tergantung kebutuhan.

3 dari 4 halaman

Pertimbangan Desain

Dengan dapur terbuka, Anda harus lebih sadar akan pilihan desain dan warna. Anda ingin palet ruangan konsisten atau setidaknya kohesif untuk aliran visual lebih baik di seluruh rumah.

Jika ingin memiliki ruangan berbeda di rumah, dapur tertutup cocok untuk Anda. Di balik tembok, Anda jadi lebih eksperimental karena tak akan terlalu memengaruhi desain rumah secara keseluruhan.

Dapur tertutup juga punya keuntungan tambahan, yaitu merasa lebih nyaman. Tambahkan sedikit pojok tempat makan untuk menciptakan suasana hangat dan nyaman.

Bujet

Dapur adalah salah satu bagian rumah yang paling mahal untuk direnovasi. Bahan, pekerjaan pertukangan, dan peralatan benar-benar bisa menguras kantong. Jadi, jika ingin mengubah dapur tertutup jadi dapur terbuka atau sebaliknya, pertimbangan bujet harus benar-benar matang.

Meruntuhkan atau memasang dinding menambah biaya struktural, pipa ledeng, bahkan biaya listrik. Pertahankan saja apa yang Anda miliki jika punya anggaran ketat. Ada solusi tanpa harus mengubah struktural.

Dengan dapur terbuka, pasang pintu lipat atau dinding kaca yang akan membantu membuatnya tetap tertutup saat Anda menginginkannya. Untuk tata letak dapur tertutup, sediakan area dapur kering terpisah di luar dapur tertutup untuk memberi nuansa dapur terbuka yang dapat Anda gunakan sebagai ruang komunal.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: