Sukses

Cerita Akhir Pekan: New Normal dan Protokol Perawatan Kecantikan di Masa Pandemi

Liputan6.com, Jakarta - Canangan new normal tengah ramai bergaung. Sebagai respons, berbagai sektor pun tengah mengantisipasi fase ini dengan mempersiapkan sederet protokol demi memastikan semua pihak seaman mungkin dari risiko infeksi virus corona baru masih di masa pandemi, tak terkecuali sektor bisnis perawatan kecantikan.

Menurut Ita Utamiwati sekalu General Manager PT. Cantika Puspa Pesona (Martha Tilaar Group), sembari tetap menunggu keputusan pemerintah untuk bisa kembali membuka outlet, pihaknya telah melakukan webinar bersama asosasi spa.

"Dari situ protokol sudah dipersiapkan. SOP juga sudah diturunkan," kata Ita lewat video call pada Liputan6.com, Kamis, 28 Mei 2020.

Lebih lanjut Ita mengelaborasi, dalam praktik perawatan kecantikan nantinya bakal ada tempat cuci tangan di dekat pintu yang disediakan untuk tamu. "Pun tidak ada, tamu akan segera diarahkan untuk cuci tangan di dalam," tuturnya.

Kemudian, hand sanitizer harus tersedia di setiap ruangan dan selalu melakukan cek temperatur sebelum masuk. "Maksimal 37,3 derajat (celcius), lebih dari itu kami mohon maaf belum bisa terima," ungkapnya.

Layanan di Martha Tilaar Salon Day Spa, Martha Tilaar Spa Express, dan Sariayu Halal Beauty Centre dikatakan akan diprioritaskan bagi tamu yang sudah reservasi supaya tidak terjadi penumpukan.

"Kami harus tetap terapkan social distancing. Maksimal hanya 10 orang dalam area (seluas) 200 meter persegi. 10 orang itu lima tamu dan lima terapis," ujarnya. Lalu, juga bakal ada kuesioner yang harus diisi tamu berisi riwayat perjalanan dan data lain.

Sementara, CEO sekaligus founder Moz5 Salon Muslimah Yulia Astuti menjelaskan, pihaknya pun telah mempersiapkan protokol ketat untuk diterapkan saat nantinya salon sudah boleh beroperasi kembali.

"Kami bekali (terapis) APD lengkap. Kemudian, ada juga SOP yang diadaptasi dengan new normal, termasuk penyediaan hand sanitizer, serta peralatan dan ruangan salon yang secara berkala dibersihkan dengan disinfektan," katanya lewat pesan pada Liputan6.com, Kamis, 28 Mei 2020.

Kemudian, terapis Moz5 juga bakal dibekali surat bebas COVID-19 selama masa pandemi yang merupakan hasil pemeriksaan di rumah sakit.

2 dari 4 halaman

Ikut Rapid Test Secara Berkala

Mengacu pada Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19) yang dikeluarkan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI, Amriel Aditya, Senior Manager Public Relation ERHA Clinic Indonesia, mengatakan bahwa protokol kesehatan telah dijalankan ERHA.

Kebijakan yang diterapkan meliputi pengukuran suhu tubuh untuk setiap pengunjung dan tim klinik, penyediaan hand sanitizer di area klinik, desinfeksi permukaan dan udara secara berkala, serta penyediaan dan penggunaan APD.

Pihaknya juga melakukan rapid test berkala untuk tim klinik, bahkan pasien bila diperlukan, penyediaan layanan konsultasi secara daring dan delivery produk, serta penerapan physical distancing dengan pembatasan jumlah personel klinik dan sistem reservasi bagi pasien.

"Seperti anjuran dari pemerintah maupun dari Perdoski mengenai menahan diri ke klinik kulit, kami juga menyediakan telemedicine bagi konsumen yang ingin melakukan konsultasi online," tutur Amriel lewat pesan pada Liputan6.com, Jumat, 29 Mei 2020.

"Tapi, jika sampai konsumen harus datang langsung ke klinik, kami sudah menyiapkan protokol yang ketat sehingga konsumen, karyawan, dan dokter kami merasa aman, serta nyaman," imbuhnya.

Ita menjelaskan, sebagai persiapan new normal, Martha Tilaar Group juga sudah melakukan rapid test pada para terapis.

"Nantinya sepanjang bekerja harus pakai masker dan cuci tangan rutin. Tamu yang datang dalam kondisi berkeringat pun bakal kami sarankan mandi dulu, apalagi yang mau melakukan perawatan badan," ucapnya.

3 dari 4 halaman

Bertahan di Masa Pandemi

Yulia tak menampik bahwa penyebaran corona COVID-19 berdampak besar pada sektor bisnis perawatan kecantikan seperti yang dijalaninya. "Moz5 sendiri sudah tutup mulai 16 Maret 2020. Karena memang mengikuti anjuran social distancing, makanya berinisiatif tutup salon," tuturnya.

Langkah serupa juga diambil Martha Tilaar Group yang dijelaskan Ita mulai menutup operasional pada akhir Maret lalu. Sebelumnya, sejak awal Maret, pihaknya telah menjalankan protokol berupa pengadaan hand sanitizer dan pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk outlet.

Selama tutup outlet, Ita menyebut pihaknya melakukan survei dan menemukan keinginan pelanggan akan layanan perawatan kecantikan di rumah. "Akhirnya kami rilis Home Care. Tapi, hanya untuk tamu langganan. Antara terapis dan tamu sudah kenal, jadi lebih nyaman buat dua-duanya," ucap Ita.

Dalam praktiknya, Home Care mengadakan beberapa penyesuaian supaya kontak fisik bisa jadi seminimal mungkin. Misal, perawatan rambut, pelanggan sudah lebih dulu mencuci rambut sendiri. "Kami juga menawarkan bed khusus untuk perawatan body massage," tuturnya.

Kemudian, peralatan terapi akan disemprot disinfeksi sebelum dibawa. "Termasuk juga mobil kantor yang dipakai menuju rumah pelanggan. Terapis pakai APD dan face shield, terutama kalau perawatannya ke area wajah dan rambut. Lalu, selalu cek suhu tamu, terapis, dan driver," papar Ita.

Langkah serupa juga dilakukan Moz5 selama tiga minggu ke belakang lewat layanan Mozbile, tentu dengan protokol yang kurang lebih sama untuk memastikan keamanan dan kenyamanan perawatan.

"Sekarang, kami sedang menunggu instruksi pemerintah (kapan bisa beroperasi lagi). Bila sudah ada kepastian, kami pasti akan info lewat media sosial, e-mail, maupun WhatsApp ke pelanggan," tandas Yulia.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: