Sukses

Satu Keluarga Buka Dapur Umum 24 Jam untuk Bagikan Makanan Gratis

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi corona Covid-19 membuat banyak orang saling peduli untuk membantu satu sama lain. Salah satunya dilakukan keluarga Gall dari Wisconsin, Amerika Serikat (AS).

Mereka membangun dapur umum yang berisi aneka makanan dan kebutuhan sehari-hari.Aksi keluarga Gall mendapatkan banyak pujian dari orang-orang di sekitarnya setelah mendirikan dapur umum yang buka selama 24 jam.

Berbeda dengan dapur umum lainnya, dapur umum milik keluarga Gall dipenuhi dengan berbagai produk makanan instan serta kebutuhan sehari-hari. Dilansir dari Storypick, aksi kebaikan ini dibagikan oleh salah seorang anggota keluarga, Terry Uribe Gall di Facebook.

Ia menjelaskan kalau kedua orangtuanya memutuskan untuk membuka dapur umum dengan aneka makanan gratis di depan rumah mereka. Hal ini dilakukan setelah melihat banyak orang yang tidak mendapatkan bahan makanan setelah fenomena 'panic buying'. Banyak juga yang kesulitan membeli makanan karena dampak dari pandemi.

"Kedua orangtua saya memutuskan untuk membuka dapur umum dengan makanan gratis di depan rumah. Ide ini didapat dari perpustakaan gratis," terang Terry.

Dapur umum ini berlokasi di wilayah Milwaukee, Wisconsin, AS. Dari foto yang dibagikan terlihat keluarga Gall mendirikan tenda putih dengan beberapa meja.

Tampilannya mirip seperti toko atau bazar makanan, dan setiap kategori makanan sampai minuman dipisahkan oleh meja yang berbeda. Terry awalnya mengira dapur umum yang dibuka sejak pertengahan April ini tidak akan bertahan lama.

Alasannya, akan ada orang-orang yang merusaknya dan menjarah semua makanan yang ada. Tapi kekhawatiran Terry tidak terbukti. Nyatanya, banyak orang yang justru meninggalkan makanan dan menyumbangkan apa yang mereka punya ke dapur umum keluarga Gall.

2 dari 3 halaman

Tetap Menjaga Jarak

Banyaknya warga sekitar yang ikut mendonasikan bahan-bahan makanan membuat keluarga Terry kini tidak menerima donasi makanan segar. Seperti daging, sayuran, susu, buah sampai makanan yang gampang basi.

Kini mereka hanya menerima makanan kemasan, makanan kaleng, jus, air mineral, minuman bersoda hingga peralatan mandi. Keluarga Gall juga sering menaruh permen, cokelat dan boneka untuk anak-anak yang bisa dibawa pulang oleh orangtua mereka.

Namun mereka mengingatkan orang-orang untuk tidak membawa anak-anak ke dapur umum ini dan tetap menjaga jarak dengan orang lain.

"Keluargamu dan tetangga yang ada di sana semuanya orang baik. Kalian semua menyebarkan kebaikan dan membantu sesama," puji seorang warganet di akun Facebook Terry.

"Keluargamu sangat baik dan luar biasa. Kalian semua memiliki hati yang terbuat dari emas," tulis warganet lainnya memuji kontribusi keluarga Gall di tengah pandemi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Unik, Potret Kompakan Baju Lebaran Ala Netizen