Sukses

Serba-serbi Aman Berjemur untuk Anak-Anak di Masa Pandemi Corona Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki kekebalan tubuh yang baik di tengah pandemi corona Covid-19 jadi satu hal yang penting untuk diperhatikan. Ada pula beragam langkah yang dapat diterapkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, tak hanya untuk orang dewasa, tetapi juga anak-anak.

Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan mengajak anak berjemur untuk mendapatkan vitamin D. Sebenarnya, pemenuhan kebutuhan vitamin D bisa didapat dengan suplementasi hingga makanan. Namun yang paling mudah adalah dengan berjemur.

"Sinar matahari di kulit mengandung provitamin terpapar sinar ultraviolet (UV) B diubah menjadi previtamin D3 yang diaktivasi bisa bermanfaat untuk kesehatan tulang dan kinerja daya tahan tubuh," kata dokter spesialis anak, dr. Caessar Pronocitro, Sp. A, M.Sc, dalam peluncuran online aktivitas #BerjemurAsyik bersama Sakatonik ABC, Selasa (21/4/2020).

Caessar menambahkan, perlu diketahui bahwa dari sinar UVB yang maksimal dapat berefek negatif jika berjemur berlebihan adalah penuaan hingga risiko keganasan kanker kulit. Bila kadar sinar UVB indeks tinggi justru akan berakibat penurunan imunitas.

"Berjemur yang aman dengan paparan UVB tergantung dari beberapa hal mulai dari waktu di jam berapa, dipengaruhi pendekatan garis khatulistiwa, ketinggian, cuaca, struktur-struktur di sekitar," ungkapnya.

Menurut penelitian, kata Caessar, indeks UV semakin siang semakin tinggi dan menurun di pukul 3 sore. "Berjemur dilakukan di bawah pukul 10 pagi. Seberapa lama, mulai dari 5 menit dahulu dinaikan bertahap maksimal 15 menit, frekuensi sekitar 2--3 kali seminggu," jelas Caessar.

Lalu, daerah mana saja yang terpapar sinar UVB? Caessar menyampaikan yang paling mudah adalah kedua lengan, tungkai, dan kaki. "Sementara area tubuh lainnya seperti kepala, leher tetap dilindungi oleh topi dan tabir surya terutama usia anak-anak," tambahnya.

2 dari 3 halaman

Manfaat Berjemur dan Pentingnya Nutrisi

"Di usia anak, paling optimal menstimulasi anak mendapat kemampuan untuk berkembang dengan baik. Stimulasi dengan berjemur untuk kemampuan motorik gerak dari anak," kata Caessar.

Untuk balita usia 3--5 tahun direkomendasikan aktivitas fisik secara teratur untuk mendukung pertumbuhan dan perkembang. Usia 6--17 tahun direkomendasikan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat minimal 60 menit per hari.

"Perkembangan motorik sesuai usia 2--3 tahun adalah belajar berlari, melompat, lempar tangkap bola, 3--4 tahun menaiki tangga memukul dan menendang bola, 4--5 tahun berlari lebih cepat, mengendarai sepeda roda tiga, dan 5--6 tahun menggunakan alat permainan, lompat tali, olahraga permainan," jelasnya.

Selain vitamin D, anak-anak juga membutuhkan asupan vitamin-vitamin lainnya. Dikatakan Caessar, sistem daya tahan tubuh begitu kompleks sehingga membutuhkan nutrisi vitamin lain.

"Vitamin A, wortel, bayam, kangkung, kuning telur, vitamin B ikan tuna, hati, ayam, pisang, vitamin C kiwi, jambu, pepaya stroberi, jeruk, vitamin D ikan kembung, sarden, susu, sinar matahari, vitamin E minyak jagung, kedelai, kanola, kelapa," katanya.

Ada pula nutrisi dalam pertahanan tubuh seperti asam lemak omega-3, selenium, seng, hingga besi. Penting untuk mengonsumsi makanan bernutrisi lengkap dan seimbang.

"Daya tahan tubuh optimal dengan mengonsumsi lengkap, ada sayurnya, protein ikan atau daging ditunjang aktivitas dapat sinar matahari, dapat daya tahan tubuh yang baik," jelas Caessar.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: