Sukses

Brand Fesyen Malaysia Sulap Sabuk Pengaman Jadi Tas Keren

Liputan6.com, Jakarta - Industri fesyen tiada henti menghadirkan kejutan. Salah satunya dipersembahkan oleh brand asal Malaysia yang menyulap barang-barang tak terpakai seperti sabuk pengaman jadi koleksi yang menarik.

Melansir dari South China Morning Post, Selasa (18/2/2020), brand kreatif yang menciptakan koleksi hampir seluruhnya dari bahan-bahan daur ulang atau sampah bernama Biji Biji. Mereka menampilkan koleksi-koleksi di basement di sebuah pusat perbelanjaan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Bahan-bahan itu termasuk kelebihan sabuk pengaman hingga spanduk plastik yang dibuang. Mereka mengolahnya dari bahan lama dan tak terpakai menjadi barang baru. Di workshop kecil, tim menggunakan mesin jahit untuk membuat tas, tote bag, hingga aksesori lainnya.

"Biji Biji dimulai sebagai teman yang hidup bersama dan ingin berkontribusi pada masyarakat, lingkungan," kata Ambika Sangaran, managing partner Biji Biji.

Perusahaan berfokus lebih dari sekadar fesyen. Brand yang dinamai berdasarkan kata dari Bahasa Melayu yang berarti "benih" ini memulai dengan misi luas untuk mengeksplorasi keberlanjutan melalui daur ulang, misalnya dengan membuat furnitur dari palet kayu dan bahan industri lainnya.

Tetapi ketika mereka ditugaskan untuk membuat tas upcycled untuk World Innovation Forum pada 2013, tim menyadari ada pasar untuk aksesori fesyen. Kini ada tim khusus yang terdiri dari empat orang yang bekerja pada fashion line sendiri di bawah inisiatif Biji-Biji yang lebih luas.

"Kami mulai dengan uji coba dan pengujian. Kami mencari ide secara online dan penjahit in-house kami merekayasa beberapa produk." jelas Sangaran, yang sebelumnya mempelajari pariwisata berkelanjutan.

2 dari 3 halaman

Harga Tas dari Sabuk Pengaman

Tim ini juga bergabung dengan desainer terlatih yang berbagi visi untuk fesyen berkelanjutan. Karena Biji Biji bekerja hampir secara eksklusif dengan bahan limbah, itu berarti mereka selalu harus menyesuaikan desain dengan bahan, bukan sebaliknya.

Tidak semua bahan bersumber dari produksi industri. Biji diberi dorongan ketika produsen tekstil Jepang Nakakoma Orimono, didirikan pada 1947, menyumbangkan pengiriman kain kimono vintage. Kain, dari stok lama pabrikan, memungkinkan tim untuk membuat lebih banyak lagi barang yang tidak ada duanya.

Sejak itu, lebih banyak kemungkinan terbuka. Tahun lalu, Biji Biji memutuskan untuk berekspansi melampaui aksesori dan menciptakan koleksi mode penuh untuk pertama kalinya.

Berdasarkan laman resmi bijibiji.co, brand fesyen Malaysia ini menampilkan ragam koleksi mulai yang terbuat dari sabuk pengaman, felt collection, banner collection, hingga kimono collection.

Harga tas dari sabuk pengaman sendiri bervariasi mulai dari 129 Ringgit Malaysia hingga 589 Ringgit Malaysia yang setara Rp424 ribu hingga Rp1,9 juta.

Sedangkan untuk Ixora sling bag blush floral dijual 309 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp1 juta. Matahari bucket bag hitam dijual seharga 159 Ringgit Malaysia atau setara Rp523 ribu.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Selain Diminum, Manfaat Buah Naga Dapat Jadi Masker
Loading