Sukses

Tong Nyampah, Solusi Olah Limbah Popok dan Pembalut Sekali Pakai agar Tak Menumpuk di Alam

Liputan6.com, Jakarta - Limbah popok dan pembalut sekali pakai biasanya menumpuk dan memakan waktu yang sangat lama untuk terurai. Tidak seperti limbah botol, kaleng atau plastik yang bisa disulap menjadi kerajinan tangan atau barang pakai kembali, limbah popok dan pembalut sekali pakai cenderung sulit untuk diolah kembali.

Namun, kini jumlah limbah popok sekali pakai dan pembalut dapat dikurangi. Sebuah mesin dengan teknologi hidrotermal dapat mengubah limbah popok dan pembalut menjadi berbagai perabotan rumah tangga.

Hal ini dipaparkan oleh Archie Satria Nugroho, CEO Guna Olah Limbah (GOL). "Intinya alat kami bisa hampir untuk semua sampah rumah tangga kecuali batu, kaca dan logam tapi tergantung nanti mau dipilah apa tidak," jelas Archie kepada Liputan6.com, Selasa, 21 Januari 2020.

Mesin tersebut bisa mengolah hingga 1.6 ton limbah popok dan pembalut sekali pakai dengan melewati proses proses yang menggunakan temperatur lebih dari 150 derajat Celcius. Dengan begitu, ia memastikan hasil olahan limbah tersebut higienis dan aman dari segala virus, bakteri, jamur.

Saat ini terdapat tiga tempat untuk mengumpulkan limbah popok dan pembalut sekali pakai di Bandung. Tempat pengumpulan yang ia sebut 'Tong Nyampah'itu terletak di Mall Paskal 23, Rumah Sakit Limijati dan Galenia Daycare. Archie membocorkan akan ada satu tempat lagi yang akan dihadiri Tong Nyampah yaitu di Paris Van Java, Bandung. 

Untuk mesin pengolahnya limbah popok dan pembalut sekali pakai Archie juga mengungkapkan jumlahnya masih terbatas dan tidak diperjualbelikan. "Sekarang belum banyak, sebelumnya kami menguji reliabilitas alat, setelah yakin kami sekarang dalam proses memproduksi cukup banyak. Karena permintaan kemitraan untuk beberapa project cukup tinggi sekarang," sambung Archie.

 

2 dari 3 halaman

Teknologi Mudah Digunakan

Mesin untuk mengolah limbah popok dan pembalut ini tak hanya menyelamatkan lingkungan, tapi juga punya kemudahan dalam mengoperasikannya.

Hal tersebut dituliskan pada laman golimbah.com. Proses untuk pengolahan limbah popok dan pembalut ini menggunakan proses hidrotermal, di mana proses tersebut melibatkan suhu yang sangat tinggi.

Hal ini diibaratkan seperti panci presto yang memuat bahan-bahan seperti ikan atau daging ayam. Suhu yang tinggi dalam waktu tertentu dapat membuat bahan seperti ikan dan daging ayam melunak bahkan sampai ke tulang.

Demikian proses hydrothermal treatment yang terjadi pada mesin ini, limbah popok dan pembalut sekali pakai akan menjadi lunak dan hancur lalu bisa diolah kembali menjadi barang yang baru. Terkait pengolahan limbah di Bandung, Bank Sampah Bersinar lah yang akan mengelolanya.

Dikutip dari laman Instagram @banksampahbersinar.id, popok bekas tersebut akan diproses menjadi fiber dan plastik melalui mesin hydrothermal. Kemudian, fiber akan diolah menjadi pokbrick. "Sedangkan plastiknya akan diolah lagi di mesin pyrolysis untuk menjadi minyak bakar," tulis akun tersebut seraya meminta agar warga tak membuang benda selain popok dan pembalut sekali pakai bekas ke dalam Tong Nyampah.(Adhita Diansyavira)

 

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading