Sukses

Emplek-Emplek, Makanan Unik Khas Pati yang Disantap Ganjar Pranowo

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kian gencar mempromosikan potensi daerah yang ia pimpin. Tak hanya soal eksplorasi kekayaan alam yang apik, tetapi juga kuliner yang menggugah selera.

Awal November lalu, pria berusia 51 tahun ini mengunggah salah satu destinasi wisata bernama Greenstone Waterfall di Desa Wisata Karangsalam, Banyumas. Selain itu, ia juga ada pula Goa Pancur Pati yang kini dikembangkan jadi tempat wisata.

Dari sisi kuliner, Ganjar Pranowo baru-baru ini berkunjung ke Kabupaten Pati, tepatnya di Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal. Momen itu diabadikan dalam video singkat dengan keterangan "Jelajah Jateng".

"Desa Jrahi di Pati ini pemandangannya indah sekali. Ada makanan emplek-emplek yg enak, spt apa itu? Nih.... ayo piknik," tulis Ganjar di kolom keterangan video yang dibagikan pada 9 November 2019.

Saat itu, kedatangan suami Siti Atiqoh Supriyanti tersebut disambut hangat oleh warga sekitar. Dalam video, ia tampak dikerumuni oleh warga yang didominasi ibu-ibu.

Sembari memegang makanan khas Pati, ia memegang makanan yang disebutnya unik. "Saya baru lihat pertama kali, namanya apa bu?" tanyanya. Lantas, ibu-ibu kompak menyebut, emplek-emplek,

"Nah unboxing dulu, unboxing dulu. Ini adalah emplek-emplek terus ini bungkusnya dari daun jagung," lanjut Ganjar Pranowo.

2 dari 3 halaman

Acungan Jempol Ganjar Pranowo

Ganjar Pranowo tidak dapat menutupi rasa antusias ketika mendapati makanan unik khas Pati tersebut. Ia juga sempat bertanya apa saja isi dari emplek-emplek yang ternyata berisi jagung.

"Bumbunya apa saja?" tanya Ganjar lagi. Setelah mendapat jawaban, baru ia menyampaikan bahwa emplek-emplek terbuat dari bahan-bahan jagung enjet (kapur sirih) dan gula aren.

Proses pembuatan makanan unik ini pun dilakukan dengan cara dikukus. "Nah, kayaknya kolesterolnya rendah, saya mencobanya dulu," kata Ganjar.

Setelah mencoba, ekspresi ayah satu anak ini tampak terkejut lantas memberikan acungan jempol sebagai tanda enak. "Rasanya itu lebih kental rasa jagungnya, gula sedikit, garam sedikit, sama enjet (kapur sirih)," lanjutnya.

Tak lama usai mencicipi emplek-emplek, Ganjar Pranowo pamit undur diri. "Ya, terima kasih ya," katanya sambil melambaikan tangan kepada para warga.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Konnichiwa, Kedai Kopi di Utara Jakarta yang Tak Sediakan Meja Pengunjung
Artikel Selanjutnya
Mencicipi 5 Makanan Unik Cilegon