Sukses

Luncurkan Koleksi Sepatu untuk Dukung Kampanye Ramah Lingkungan, Vans Diserang Kritikan

Liputan6.com, Jakarta - Produsen Vans Amerika baru-baru ini meluncurkan koleksi baru yang dirancang untuk mempromosikan kesadaraan terhadap lingkungan. Vans mengikuti jejak perusahaan fesyen lain yang menyoroti lingkungan.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah merek fesyen, termasuk Weekday, Mango, dan Reformation telah mengumumkan inisiatif untuk membantu mengurangi dampak industri fesyen terhadap lingkungan. Kini, Vans bergabung dengan mereka.

Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam dokumen Program Lingkungan PBB, industri fesyen menyumbang 10 persen total emisi karbon yang disumbang lewat proses distribusi produk menggunakan pesawat maupun kapal. Selain itu, industri tekstil juga menjadi penyumbang polusi air terbesar kedua secara global.

Melalui koleksi terbaru yang dinamai "Save Our Planet", Vans berharap bisa menarik perhatian publik atas masalah kerusakan lingkungan, khususnya polusi lautan.

Seperti dilansir Independent, Selasa, 6 November 2019, koleksi terbaru itu tersedia dalam empat jenis sepatu, yakni Era, Slide-On, UltraRange Rapidweld dan Sk8-Hi Reissue. Setiap sepatu menampilkan grafik warna-warni atau monokrom dari peta dunia di samping slogan "Save Our Planet" yang dicetak dengan gaya grafiti dan tanda perdamaian.

Koleksi Vans lain adalah pakaian dan aksesori, termasuk T-shirt, hoodie, jaket puffer, dan dua tas. Harganya mulai dari 28 pound sterling setara Rp500 ribu untuk sebuah tas pinggang, sedangkan harga alas kaki berkisar 57-77 pound sterling atau sekitar Rp1 juta-Rp1,3 juta, dan jaket seharga 110 pound sterling atau Rp1,9 juta.

2 dari 3 halaman

Niat Baik Dipertanyakan

Dari penjualan tersebut, pihak Vans akan menyumbangkan hingga 160.000 pound sterling atau nyaris Rp2,9 miliar untuk Sustainable Coastlines Hawaii--sebuah yayasan yang bekerja untuk mengatasi polusi pantai.

Namun, di balik niat baik peluncuran koleksi Vans tersebut, tak semua orang percaya bahwa cara tersebut sebagai cara terbaik untuk mempromsikan keberlanjutan. Orsola de Castro, pendiri dan direktur kreatif Fashion Revolution--sebuah gerakan global yang meningkatkan kesadaran akan masalah paling mendesak di industri mode--menuduh Vans menjadi bagian dari masalah.

"Sepertinya mereka menyumbangkan uang dan menggunakan banyak plastik," kata de Castro.

Sebelumnya, Vans meluncurkan koleksi sepatu terbarunya dengan desain bergambar payudara dan beragam bentuk puting. Koleksi tersebut dipersembahkan untuk memperingati Hari Kanker Payudara Sedunia pada 26 Oktober 2019.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Mengapa Ratu Elizabeth II Sering Pakai Sepatu Bekas Orang Lain?
Artikel Selanjutnya
Peduli Kanker Payudara, Vans Rilis Koleksi Khusus