Sukses

Rumah Penulis Novel Horor IT Dijadikan Museum, Apa Isinya?

Liputan6.com, Jakarta - Siapa yang menyangsikan kehororan film It? Film yang menampilkan karakter badut itu ternyata diangkat dari novel berjudul sama oleh penulis bernama Stephen King. Rumah sang penulis novel horor itu kini akan dibuat museum.

Melansir dari Asia One pada Senin, 21 Oktober 2019, kali ini memang penulis horor legendaris dan istrinya, Tabitha sengaja mengajukan kepada Dewan Kota Bangor, Maine, Amerika Serikat untuk menjadikan rumah mereka sebagai museum. Dan pada 16 Oktober 2019, Dewan Kota Bangon menyetujui permintaan mereka.

Terinspirasi dari Museum Rolling Stone yang akan mengarsipkan karya tulisan horornya, Stephen King pun menginginkan rumahnya menjadi tempat yang bisa dinikmati orang secara legal. Ia juga ingin menjadikan rumahnya sebagai tempat para penulis menemukan inspirasi atau ide tulisannya.

"Stephen sangat baik pada kota ini dan ia telah menyumbangkan jutaan dolar untuk berbagai permasalahan di sekitarnya. Untuk itu, kami ingin melestarikan warisan dari karyanya di kota ini," kata Ben Sprague, salah satu anggota dewan kota Bangor.

Stephen King juga menginginkan hal ini karena ia ingin mengurai kerumunan wisatawan yang mengganggu tetangga karena mereka datang ke sini untuk berfoto di depan pagar besi berhias makhluk bersayap dan laba-labanya. Spot ini cocok bagi wisatawan penggemar horor.

2 dari 3 halaman

Karya-Karyanya

Kota Bangor, Maine adalah kota kesayangannya. Ia sudah sejak kecil tinggal di sana dan bahkan beberapa cerita horornya berlatar di Bangor, Maine. Bahkan, buku terlarisnya pada 1986 yang berjudul 'It' juga berlatar di Maine.

"Saya ingin pembaca saya merasakan tempat yang saya gambarkan bahwa itu seperti nyata," kata penulis buku horor The Shining. Selain filmnya yang paling terkenal 'It', ada banyak lagi film horor yang diadaptasi dari karya-karyanya.

Misalnya film The Shining yang menceritakan kisah keluarga dengan ayah yang prikopat, ibu dan anak lelakinya yang masih berusia 5 tahun. Filmnya dibungkus apik karen tempatnya bukan hanya menyeramkan karena ayahnya yang psikopat, tapi juga berhantu.

Stephen tak berhenti berkarya. Ia bahkan menjelaskan akan merilis novel horor terbarunya nanti pada 3 Mei 2019 yang berjudul 'If it Bleeds'. Belum ada detail dari buku yang akan dirilisnya, tapi yang pasti dalam bukunya akan ada empat cerita asli yang membuat Anda merinding saat membacanya. (Ossid Duha Jussas Salma)

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading