Sukses

Kolaborasi Teater Inter-Asia Pertama di Larantuka, Melihat Kecemasan ke Dalam Seni Pertunjukan

Liputan6.com, Jakarta - Teater Garasi akan menggelar kolaborasi teater inter-Asia pertama. Karya ini akan melibatkan empat negara yaitu Indonesia, Jepang, Vietnam, dan Sri Lanka. Yudi Anmad Tajudi, sutradara sekaligus produser Teater Garasi memaparkan akan ada workshop sekaligus penampilan dari kolabirasi di Larantuka, Flores Timur.

Uniknya, Teater Garasi pun menggaet pula seniman lokal dan tetua ada yang ada di Larantuka dan seniman di Flores Timur. Seniman Asia yang bergabung dalam kolaborasi ini ada yang berasal dari Jepang, diwakili oleh Taksi Kawaguchi (performer, penari, dan koreografer), Yasuhiro Morinaga (seniman bunyi dan komponis), dan Micari Fukui (aktor dan performer).

Ada pula Venuri Perera (koreografer dan penari) dari Sri Lanka dan Nguyen Manh Hung (perupa) dari Vietnam. Mereka akan berkolaborasi dengan seniman teater dari Teater Garasi dan seniman lokal di Larantuka untuk sebuah pertunjukan seni yang menarik.

Teater ini mengambil tema "Peer Gynts di Larantuka". Peer Gynt merupakan seorang tokoh dalam naskah besar karya Henrik Ibsen. Menceritakan seorang petualang yang memasuki dunia baru yang kompleks. Tokoh tersebut merasakan kecemasan dan ketakutan saat memasuki dunia tersebut.

"Apa yang kami ingin pentaskan ialah bagaimana dunia sekarang ini kompleks karena keterhubungan kontak baru," ungkap Yudi saat ditemui di Ke:Kinian, Menteng, Jakarta Pusat. "Kami melihat kerangka dramatik yang sama itu ada di naskah Peer Gynt. Makanya kita angkat itu. Ini juga jadi alat bantu komunikasi karena kita ini ada banyak elemen, faktor, dan kebudayaan," tambahnya.

Yudi merasa kebanyakan kolaborasi sering kali titik pusatnya ada di utara, seperti Amerika dan Eropa. Ia ingin negara-negara di Asia yang kali ini yang dimajukan. Beberapa negara yang digaet Teater Garasi ialah Jepang, Vietnam, dan Srilanka.

"Apa yang saya lihat di Larantuka itu juga berlangsung di bagian dunia yang lain. Maka, saya mengajak seniman-seniman dari Asia itu ke Larantuka untuk memantulkan pengalaman dan refleksi mereka atas dunia yang kompleks. Bersama-sama membuat kesenian di Larantuka dan berkolaborasi dengan seniman di Flores Timur," tambah Yudi.

2 dari 3 halaman

Kolaborasi di Empat Kota

Yudi menjelaskan nantinya seniman akan melakukan workshop dan diskusi selama dua minggu di Larantuka, Flores Timur. Kegiatan berlangsung mulai dari 23 Juni dan diakhiri pementasan pada 6 Juli 2019 di Taman Kota Larantuka. 

Dalam karya seni ini, Yudi dan seniman-seniman merasa tertantang karena hasilnya belum ditentukan, murni dikolaborasikan saat para seniman berkumpul di Larantuka. Setelah Flores Timur, nantinya kolaborasi ini akan diadakan pula selama dua minggu di Tokyo dan lima minggu di Shizuoka. Isu yang diangkat pun akan melihat permasalahan di masing-masing tempat. 

"Di masing-masing tempat ini selalu diakhiri dengan pertunjukkan. Pementasan hasil kolaborasi di Larantuka, Tokyo, dan Shizuoka. Di Shizuoka akan menjadi versi yang merangkum dari semua ini," ujar Yudi.

Kabar baiknya, Ugoran Prasad, seorang dramaturgi dan produser dari teater Garasi juga menyampaikan bahwa nantinya akan ada pertunjukkan di Jakarta. Tentunya akan mengangkat isu yang ada di Jakarta dan dikolaborasikan dengan seniman lainnya.

"Kalau yang sudah pasti itu di Jakarta. Kemungkinan bulan Juni tahun depan," katanya.(Fairuz Fildzah)

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video di bawah ini :

Loading
Artikel Selanjutnya
Para Pensiunan: 2049, Tampilkan Bahaya Korupsi Sewaktu Seseorang Mati