Sukses

Akibat Buruk Makan Berlebihan yang Harus Diwaspadai Saat Bulan Puasa

Liputan6.com, Jakarta - Membayangkan nasi padang, martabak, bakso, dan soto dapat memicu otak memberikan efek lapar dan membuat tak sengaja menelan air liur.

Nafsu makan yang besar bisa berakibat negatif bagi kesehatan. Bukan sehat yang dirasa, malah penyakit berdatangan. Makan berlebihan atau overeating ialah ketika seseorang mengonsumsi makanan dalam jumlah besar dan dalam waktu yang cepat.

"Yang kita mau, belum tentu yang kita butuh. Yang kita butuh, belum tau yang kita mau. Jadi harus menyesuaikan," ujar dr. Maria Charlotte, ahli kesehatan dan nutrisi di restoran SaladStop!, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Apalagi saat bulan puasa tiba. Nafsu untuk makan banyak saat berbuka bisa memicu makan berlebihan. Puasa yang seharusnya dapat memperbaiki metabolisme tubuh, malah memberikan efek negatif akibat perilaku makan yang salah.

"Cepatnya makanan masuk, walaupun kecepatannya belum dibuktikan dalam penelitian, bisa menimbulkan gejala nyeri perut dan kembung," tambahnya.

2 dari 3 halaman

Akibat Makan Berlebihan

Berat Badan Bertambah

Makan berlebihan bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Apalagi bila Anda tidak mengontrol makanan apa saja yang masuk ke dalam tubuh. Makanan berkalori tinggi, karbohidrat, serta berminyak dapat memicu kenaikan berat badan.

Gastritis

Melansir Klikdokter.com, gastritis adalah adanya peradangan pada dinding lambung yang bagi sebagian orang bersifat akut yakni muncul tiba-tiba dan hanya berlangsung dalam hitungan hari atau minggu. Sebagian lagi mengalami gastritis kronis, yang muncul perlahan dan berlangsung dalam hitungan bulan atau tahun.

Permasalahan Kulit

Masalah kulit seperti jerawat bisa datang akibat banyak makan makanan yang berminyak. Bila tidak diimbangi dengan makan sehat seperti sayur dan buah, maka jangan heran bila masalah jerawat sering muncul. (Fairuz Fildzah)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading