Sukses

Cara Tunjukkan Empati pada Teman yang Mengalami Kekerasan Seksual

Liputan6.com, Jakarta - Ketika pemerkosaan dilakukan dengan kekerasan tentu akan sangat menyakiti. Kasus perkosaan, juga bisa terjadi saat pasangan berpacaran atau pun dalam pernikahan. Meski dilakukan pasangan suami dan istri, kalau terjadi pemaksaan maka itu sudah melakukan kekerasan seksual.

Biasanya korban akan mengalami trauma berat dan mungkin sulit untuk dilupakan. Karena itu pelaku harus mendapat hukuman yang setimpal. Seperti terjadi baru-baru ini di sebuah kampus di Yogyakarta. Seorang mahasiswi diduga mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh sesama mahasiswa saat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tahun 2017 lalu.

Korban atau disebut penyintas masih menunggu keadilan karena pelakunya masih berstatus mahasiwa di kampus yang sama dan kasusnya belum berlanjut ke ranah hukum. Banyak pihak yang bersimpati pada korban yang tentu masih merasa trauma. Lalu kalau kita mempunyai teman atau kenalan yang mengalami nasib serupa, apa yang sebaiknya kita lakukan untuk menunjukkan rasa empati kita?.   

Apakah kita langsung berbicara padanya dan memberikan kata-kata penyemangat. Sepertinya langkah itu kurang tepat. Menurut psikolog Tika Bisono, masalah yang dialami korban pemerkosaan tentu sangat kompleks dan tak mudah baginya untuk berbagi dengan orang lain, bahkan dengan sahabatnya sendiri.

"Biasanya mereka sangat tertutup dan membentengi diri dari orang lain termasuk orang yang sangat dikenalnya sekali pun. Hanya pada orang tertentu yang mereka anggap bisa menenangkan mereka dan itu pun tidak serta merta terjadi," jelas Tika Bisono saat dihubungi Liputan6.com melalui sambungan telepon, Kamis (8/11/2018) siang.

Menurut Tika, untuk memberi dukungan secara langsung kita harus lebih dulu diterima oleh penyintas, karena kita tidak bisa begitu saja menunjukkan empati dan langsung diterima. Terkadang dengan membiarkannya sendiri lebih dulu dan tidak langsung mengajaknya berbicara bisa juga menjadi bentuk empati kita pada mereka.

"Kalau kita sudah diterima oleh dia, baru kita bisa mengucapkan rasa empati dengan kata-kata karena dia sudah terbuka dengan kita," jelas Tika.

Salah satu cara untuk menunjukkan empati bisa dengan mengirimkan kartu yang berisi kata-kata dukungan dan dipastikan diterima langsung oleh penyintas. Kasus kekerasan seksual seperti pemerkosaan memang bisa menimbulkan trauma yang bisa berlangsung dalam waktu lama.

Karena itu mereka yang jadi korban butuh orang yang bisa diajak bicara dan mendengar keluh kesah mereka. Namun mereka hanya bicara pada orang-orang tertentu yang bisa mereka percayai.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Artikel Selanjutnya
Mantan Korban Perbudakan Seksual ISIS Raih Nobel Perdamaian 2018
Artikel Selanjutnya
Bercinta Dengan 5 Murid, Ibu Asrama di Australia Diadili