Sukses

Buku-Buku Bekas Pendulang Rezeki

Liputan6.com, Jakarta - Suasana ruas Jalan Bazoka di Joglo, Jakarta Barat, Minggu, 7 September 2018, sangat ramai. Puluhan pedagang pasar pagi itu terlihat sibuk melayani para pembeli.

Di antara para pedagang dadakan yang ramai tiap Minggu itu, terselip sebuah kios buku. Pemiliknya, Adi, yang sudah 12 tahun mengais rezeki dengan berdagang buku bekas.

Saat Liputan6.com bertandang ke kiosnya, Minggu, 7 Oktober 2018, Adi terlihat sibuk membereskan buku-buku yang baru dibelinya. Mengenakan kaus merah dipadu celana hitam, ia asyik duduk di sebuah bangku plastik.

"Sudah 12 tahun saya datang buku-buku bekas, saya belajar secara autodidak. Sebelumnya, saya berdagang spare part mobil. Tapi waktu itu sepi pembeli, akhirnya saya banting setir jual buku bekas," kata lelaki berusia 49 tahun itu.

Berdiri di atas lahan seluas 8x3 meter persegi itu, Adi menjual beragam jenis buku dan majalah. Ada komik, novel, buku sejarah, kamus, buku-buku tentang motivasi, serta buku-buku agama.

"Harganya paling murah sebesar Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu. Lain lagi harganya kalau buku sejarah, seperti buku tentang Sukarno. Buku-buku Pramoedya Ananta Toer atau Gus Dur juga ramai pembelinya. Tapi, buku-buku itu susah," kata Adi.

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Penghasilan Sehari

Adi bersyukur dengan berdagang buku ia bisa menyekolahkan dua orang anaknya, laki-laki dan perempuan. Anaknya yang laki-laki sekarang membuka kios perabotan rumah tangga yang tak jauh lokasinya dari tempat Adi.

"Alhamdulillah, saya bisa nyekolahin anak saya dan bisa buka kios perabotan. Saya juga bisa membeli sepeda motor dari berdagang buku bekas," ujar pria bertubuh tambun itu.

Sambil minum air mineral, Adi mengungkapkan jika penghasilannya tak menentu. Namun, paling kecil ia bisa mendapat penghasilan sehari Rp 600 ribu.

"Kadang bisa lebih. Ya, tergantung pembelinya aja. Yang penting, saya mah bisa membiayai hidup keluarga. Itu udah bersyukur banget," ujar Adi.