Sukses

Ini Trik Otak yang Pengaruhi Anda Menghabiskan Lebih Banyak Uang

Liputan6.com, Jakarta Ketika berbicara tentang uang atau kebiasaan belanja, banyak orang mulai menghabiskan lebih banyak dan lebih banyak lagi. Apakah Anda juga memiliki kesulitan untuk menjaga anggaran.

Faktanya, menurut sebuah survei di tahun 2017, membelanjakan uang untuk hal-hal yang tidak penting adalah salah satu kesalahan keuangan terbesar. Dilansir dari gobankingrates.com, Rabu (5/9/2018), berikut ini adalah bagaimana otak Anda mempengaruhi kebiasaan membelanjakan uang.

1. "Aku harus memilikinya sekarang."

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Princeton University, para peneliti menemukan bahwa menyangkal kepuasan instan secara biologis lebih sulit dilakukan karena otak mendukung emosi positif. Otak emosional menginginkan agar Anda memaksimalkan kartu kredit, memesan makanan penutup, dan menghisap rokok, sedangkan otak logis mengatakan bahwa Anda harus menabung uang untuk pensiun, jogging, dan berhenti merokok.

 

2 dari 3 halaman

Anda merasa lebih baik ketika membeli sesuatu

2. "Ini akan membuatku merasa lebih baik."

Dalam sebuah penelitian yang dikutip oleh Psychology Today, para peneliti menemukan bahwa 62% konsumen membeli barang untuk membantu meningkatkan semangat mereka, sedangkan 28% lainnya melakukan pembelian sebagai cara untuk merayakannya. Untuk menghindari hal ini, tetapkan batasan sesuai dengan anggaran yang Anda miliki.

3. "Aku bisa menghabiskan lebih banyak dengan kartu kredit."

Banyak orang menghabiskan lebih banyak uang ketika berbelanja dengan kartu kredit. Mulai sekarang bawalah uang tunai, agar Anda merasakan kehilangan uang ketika melakukan pembelanjaan.

3 dari 3 halaman

Anda mengira pembelanjaan kecil tidak berbahaya

4. "Pembelanjaan kecil tidaklah berbahaya."

Penting untuk tidak mengecilkan pembelian apapun yang Anda lakukan, karena akan mempengaruhi keuangan dari waktu ke waktu. Tetaplah pada anggaran yang akan membantu Anda memisahkan mana kebutuhan, mana keinginan.

5. "Aku akan gajian dalam beberapa hari lagi."

Meskipun otak mencoba merasionalisasikan pembelian impulsif tidak berarti bahwa membelanjakan lebih banyak uang itu dibenarkan. Anda harus ingat bahwa itu bukan uang Anda sampai menyentuh rekening bank.

Loading
Artikel Selanjutnya
Tips Menabung dengan Mudah
Artikel Selanjutnya
Kenapa Banyak Orang Mudah Termakan Informasi Hoaks?