Sukses

Tempe, Makanan Ajaib yang Dilupakan Bangsa Sendiri

Liputan6.com, Jakarta Indonesia Vegetarian Society (IVS) menjadi salah satu komunitas vegetarian terbesar di dunia, dengan memiliki lebih dari 120 ribu anggota dan 62 cabang di berbagai kota di Indonesia. Komunitas vegetarian di Indonesia sendiri tercatat sudah ada lebih dari 1,5 juta orang, yang tiap tahun jumlahnya terus bertambah.

Namun demikian, Susiantio President Vegan Society of Indonesia yang juga Presiden Yayasan Tempe Internasional dalam jumpa pers Vegan Culinary Festival di Jakarta mengatakan, kebanyakan orang Indonesia salah mengira bahwa daging mengandung banyak protein, padahal tempe justru menyumbang protein lebih tinggi ketimbang daging.

“Bahkan tempe kandungan kalsiumnya 10 kali lebih tinggi dibanding daging,” ungkap Susianto.

2 dari 3 halaman

Makanan Kelas Dua

Susianto menyayangkan sikap orang Indonesia kebanyakan yang masih menganggap rendah tempe sebagai makanan kelas dua. Padahal dalam Serat Centhini Jawa Kuno diceritakan, pada abad XVII tempe menjadi salah satu makanan para raja-raja Jawa.

Khasiat dan kandungan gizi pada tempe yang tinggi juga telah dibuktikan dalam berbagai penelitian. Hasilnya, tempe dapat digunakan untuk mengatasi masalah kekurangan gizi, tempe juga terbukti dapat mencegah dan mengatasi diare. Tempe juga bisa mengobati penyakit hiperkolesterol dan hiperglikimia.

“Proses fermentasi kacang kedelai jadi tempe itu yang membuat kandungan protein pada tempe tinggi, bahkan mengalahkan daging,” ungkap Susianto.

3 dari 3 halaman

Tempe di Luar Negeri

Di Jepang tempe dijual di mal dan menjadi salah satu produk high class yang dikemas sangat mewah. Sementara di Inggris, 1 kilogram tempe dijual 10 pound sterling atau hampir Rp 200 ribu, dan di Amerika dijual dengan harga US$ 10 atau lebih dari Rp 100 ribu. Namun di Indonesia, tempe dianggap makanan kelas dua. Padahal, Indonesia punya potensi sebagai penghasil tempe terbaik di dunia.