Sukses

Gucci Dikritik Pakaikan Turban pada Model Kulit Putih

Liputan6.com, Jakarta Gucci dikritik oleh sejumlah pihak karena label busana mewah tersebut menggunakan model berkulit putih dalam runway di Milan Fashion Week 2018. Para model berkulit putih ini menggunakan surban Sikh tradisional dalam pertunjukan musim dingin tersebut.

Kritik tersebut untuk pertama kalinya dilontarkan aktor dan model Kanada, Avan Jogia di Twitter. Avan mengatakan "Tidak bisakah Anda menggunakan model berkulit cokelat?" Tweet ini pun diunggah bersama dengan sebuah foto model pria kulit putih yang menggunakan surban biru.

1 dari 3 halaman

Respon netizen yang ofensif

Tweet Avan ini mendapatkan tanggapan yang begitu cepat dari pengguna Twitter dengan begitu ofensif. Seorang pengguna di Twitter yang merupakan orang Sikh mengatakan bahwa Gucci tidak memiliki rasa kepedulian dan mengabaikan Sikhisme. Baginya, surban Sikh bukan sekadar aksesori fashion.

2 dari 3 halaman

Turban dalam Sikhisme

Secara tradisional dalam Sikhisme, sorban atau turban dipakai oleh pria dan wanita sebaga simbol kesalehan, kehormatan, dan spiritualitas. Hampir semua rambut dari orang yang menggunakan surban disembunyikan. Sedangkan rambut dari model yang digunakan Gucci, masih memperlihatkan rambutnya.

Turban ini bukan satu-satunya hal yang dibicarakan dalam peragaan busana Gucci. Ada seorang model yang memegang kepala mereka yang terpenggal.

Artikel Selanjutnya
Parade Aksesori Rambut Menyerupai Hijab di Fashion Show Gucci
Artikel Selanjutnya
Sajian Fashion Penuh Fantasi dari Allesandro Michele