Nekat Kabur dari Denmark, Joanna Palani Menjemput Maut di Irak

Larangan terbang dari negaranya Denmark tak menghalanginya kembali ke Irak meski harus menjemput maut karena menjadi musuh ISIS

Diterbitkan 11 Juli 2017, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dicap teroris di negaranya sendiri, Denmark dan diburu ISIS tak membuat Joanna Palani gentar atau mundur dari misinya selama ini. Wanita 23 tahun ini mengaku lebih takut jika kebebasannya direnggut.

"Saya harus terus bergerak, berkelompok, dan bekerja. Saya akan terus menunjukkan pada mereka jika saya adalah wanita yang bebas dan mandiri. Inilah cara saya untuk mengalahkan mereka," lanjut Joanna pada dailymail.

Ancaman ISIS menurutnya sangat nyata, meski ia telah kembali ke Denmark. Ia mengaku tak aman saat di jalan raya, bahkan dalam keramaian.

Hadiah 1 juta Dollar AS untuk siapa saja yang berhasil membawa kepalanya membuat ia menjadi target. Namun, sekali lagi ia memilih untuk tidak gentar dan menunjukkan ketakutannya.

 

Goodbye sabotage unit and hello sniper unit ;-) #hevalno #heval #YPJ As she says; going to front to fight. - stop lying about me. Saying Im not in frontlines or in combat while u writing behind a desk.. u are WELCOME to see me here in syria.

A post shared by Joanna Palani (@joannajoliepalani) on

"Saya tidak akan pernah memberi mereka kemenangan atas ketakutan saya. Justru keinginan saya kembali makin besar untuk menyelamatkan mereka yang disandera terutama wanita dan anak-anak," sambungnya.

 

 

Shooting with a #svd (Russian). One down but too many left. - but Im in no hurry. I have many videos but the internet connection isnt good where Im in #Manjib. I miss Denmark.. but this one was for #Germany #sniper #kurdishgirl #YPJ #YPG #fighting #fuckterrorism.

A post shared by Joanna Palani (@joannajoliepalani) on

Joanna Palani pun nekat untuk kembali ke Irak pada Juni 2016 meski dalam paspornya terdapat status terlarang bepergian selama 12 bulan. Apalagi jika mengingat para perempuan yang dilatihnya untuk menembak dan berperang.

"Saya ingin kembali berjuang dengan para perempuan di kota Manbij yang terletak di timur laut Aleppo pada musim panas lalu. Saya tak bisa berdiam diri di Denmark saat teman-teman saja di Rojava berperang," ujarnya lagi.

Ia berhasil terbang ke Irak Utara dan berjalan selama tujuh jam sepanjang malam untuk menyeberangi perbatasan Suriah utara. Dan ia kembali berada di garis terdepan dan bertemu kembali dengan para gadis yang dilatihnya.

 

#ypg #ypj #peshmarga #kurdistani #kurdish #serokapo I will return to u.. all of u either way.

A post shared by Joanna Palani (@joannajoliepalani) on

"Sesuatu terjadi di dalam diri saya yang membuat ingin pergi. Kala itu saya merasa hidup jauh lebih mudah di sana. Saya telah melatih pejuang wanita dan saya ingin berada di sana. Ada yang meninggal, terluka, dan mereka meninggal karena memperjuangkan kebebasan," tegas Joanna Palani.